| SEJARAH PERHIMPUNAN
BUDDHIS NICHIREN SHU INDONESIA (PBNSHI)
Nichiren Shu dikenal pertama
kali melalui internet. Pada awalnya Sdr.Sidin Ong mempunyai
grup milist Yuraku Dharma. Dan melalui milist inilah terjadi
perkenalan dengan Sdr.Alexandar Ang dari Malaysia. Dialog
antara mereka pun akhirnya terwujud dan dari dialog itulah,
Beliau mengetahui dengan jelas apa itu Nichiren Shu ? Atas
ketertarikannya terhadap Nichiren Shu, maka dimulailah diskusi
dengan Bapak Tony Soehartono, Bapak Herman, dan Sdr.Bambang
Indrawan. Pada awal bulan November 2002, Sdr.Sidin Ong
telah mulai mempelajari dan melaksanakan gongyo dengan tradisi
Nichiren Shu. Kemudian atas keinginan dan dukungan dari Penang
Nichiren Shu - Malaysia, maka Sdr.Sidin Ong, Sdr.Bambang
Indrawan, Sdri.Yani Susanti, dan Ibu Indrawati berkunjung ke Penang - Malaysia.
Pertemuan yang pertama kali itu sangat mengharukan bagaikan
pulang kerumah yang telah lama ditinggalkan. Sdr.Sidin Ong,
Sdr.Bambang dan Ibu Indrawati resmi menjadi umat Nichiren
Shu Indonesia pertama dengan gojukai (pentabhisan) dilakukan
oleh Rev.Watanabe, dan Rev.Ono.
Atas inisiatif bersama
antara Sdr.Sidin Ong dan Bapak Tony Soehartono, setelah
pulangnya mereka dari Malaysia, maka secara rutin diadakan
gongyo bersama di rumah Bapak Tony Soehartono setiap minggunya.
Sedikit demi sedikit semakin banyak yang tertarik maka gongyo
bersama itu pun akhirnya menjadi Grup Sangha Nichiren Shu
pertama di Indonesia.
Kebahagiaan tak terhingga
dan tak terkatakan ketika Bhiksu Nichiren Shu untuk pertama
kalinya datang ke Indonesia untuk meresmikan berdirinya Nichiren
Shu Hokekyo Indonesia pada tanggal 18-20 Februari 2003. Para
Bhiksu yang datang antara lain Rev.Shoryo Tarabini ( Kepala
Kuil Nichiren Shu London - Inggris ), Rev.Shoyo Tamura, Rev.Kimyo
Oshawa. Bertempat pada ruangan kecil berukuran 5 x6 m2 didirikan
altar dan jumlah anggota yang resmi menerima gohonzon sebanyak
6 orang, dan gojukai 12 orang. Kebahagiaan yang tak terkira
setelah 750 tahun Nichiren Shonin mengumandangkan ajaran Nichiren
dengan penyebutan pertama kali O'daimoku Namu Myoho Renge
Kyo, maka untuk pertama kalinya juga ajaran Nichiren masuk
ke Indonesia.
Pada tanggal 28-30 Mei
2003, untuk kedua kalinya Bhiksu Nichiren Shu berkunjung ke
Indonesia untuk melaksanakan pembinaan dan pelayanan keagamaan.
Kali ini yang berkunjung adalah Rev.Kanshin Mochida, pada
kesempatan kali ini dilaksanakan persemayaman mandala Gongyo
khusus untuk Kuil yang berukuran 67x34cm dan juga upacara
kaimu untuk patung Nichiren Shonin serta gojukai untuk 3 anggota
baru.
Pada masa akan datang diharapkan
akan semakin banyak orang yang percaya pada Nichiren Shu dan
semakin banyak orang yang merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Pembinaan dari Nichiren Shu International dengan mengirimkan
Bhiksu/Bhiksuni setiap tiga bulan sekali. Dan harapan kita
semua adalah bahwa pada masa akan datang, akan ada Bhiksu
yang menetap di Indonesia dan membina calon Bhiksu lokal.
Gassho - Namu Myoho Renge Kyo. |