 |
|
| TANYA
JAWAB (FAQ) |
 |
| |
-
Apa itu agama Buddha?
Agama Buddha adalah ajaran dari Sang Buddha
Sakyamuni.
-
Apakah arti dari “Buddha”?
Kata “Buddha” berarti “Yang Telah Mencapai
Penerangan”.
-
Apakah yang diajarkan oleh Sang Buddha
pada masa pertama Beliau?
Sang Buddha mengajarkan Ke-Empat
Kebenaran Sejati dan Delapan
Jalan Utama.
-
Apakah Keempat kebenaran sejati?
Ke-Empat Kebenaran Sejati adalah:
(I) Hidup adalah penuh dengan penderitaan.
(II) Penyebab dari penderitaan adalah ketidakperdulian dan
keinginan egois diri sendiri.
(III) Penderitaan dapat diakhiri dengan mengatasi ketidakperdulian
dan egois diri sendiri.
(IV) Jalan untuk mengatasi ketidakperdulian dan keinginan
egois diri sendiri adalah mengikuti ke Delapan Jalan Utama.
-
Apakah ke Delapan Jalan Utama?
Ke-Delapan Jalan Utama adalah:
I Pengertian yang benar
II Pikiran yang benar
III Berbicara yang benar
IV Perilaku yang benar
V Kehidupan yang benar
VI Usaha yang benar
VII Tujuan yang benar
VIII Meditasi yang benar
-
Bagaimana kita dapat menyimpulkan
ajaran dari Buddha?
Sang Buddha mengajarkan melalui maitri karuna, kita dapat
membimbing mereka yang menderita untuk mencapai kedamaian.
-
Apakah Tiga Pusaka dari agama Buddha?
Tiga Pusaka dari agama Buddha adalah Sang Buddha, Dharma dan
Sangha; Sang Buddha adalah Guru luar biasa, Dharma adalah
Ajaran, Sangha adalah Persaudaraan
-
Bagaimana dengan Tri Ratna dari Nichiren
Shu?
Tri Ratna dari Nichiren Shu : Buddha adalah Buddha
Sakyamuni Abadi, Dharma adalah Saddharma
Pundarika Sutra (Namu Myoho Renge Kyo), Sangha adalah
Nichiren
Shonin, Para Bhiksu/bhiksuni dan Seluruh Umat.
-
Termasuk dalam aliran apakah Nichiren
Shu ? Theravada, Mahayana atau Vajrayana ?
Nichiren Shu adalah bagian dari Mahayana, dengan silsilah
dari Sekte Tien Tai. Baca lebih detail mengenai Silsilah
Nichiren Shu disini
-
Apakah Nichiren Shu hanya belajar Saddharma
Pundarika Sutra saja ?
Tidak, Fokus utama kita adalah Saddharma
Pundarika Sutra, karena merupakan intisari dan ajaran
utama dari Buddha Sakyamuni, tetapi kita juga mempelajari
sutra-sutra lainnya.
-
Apakah Nichiren Shu mempunyai hubungan
dengan Sekte Tien Tai ?
Ya, secara historis karena Nichiren
Shonin sebagai pendiri Nichiren Shu adalah murid dari
Sekte Tendai di Jepang, sampai saat sekarang hubungan Nichiren
Shu dan Sekte Tien Tai sangatlah baik meskipun terdapat beberapa
perbedaan prinsipil.
-
Saya melihat bahwa terdapat perbedaan
antara Nichiren Shu dan Nichiren Shoshu, apa saja perbedaan
itu ?
Secara singkat, yang paling prinsip adalah TRI RATNA dan pemahaman
ajaran lainnya, baca
ulasan lengkapnya disini
- Kenapa bisa muncul perbedaan ini, bukankah pada awalnya hanya ada Nichiren Shu?
Inilah sebuah kenyataan yang sering terjadi dalam sebuah agama, setelah pendiri sekte meinggal dunia, terdapat banyak murid-murid yang pada kemudian hari tidak mengikuti lagi jalan yang sesuai dengan pendirinya. Nichiren Shu masih mengikuti format awal ajaran Nichiren Shonin, hal ini tercermin dari Tri Ratna yang tidak berubah sejak awalnya. Namun Nichiren Shoshu yang berdiri kemudian pada tahun 1912, melalui salah satu murid turunan di Kuil Taisekiji, melakukan perubahan terhadap Tri Ratna, yang menempatkan Nichiren Shonin sebagai Buddha Pokok. Ini memang jelas tidak dapat diterima oleh seluruh murid-murid Nichiren lainnya, dan juga tidak sesuai dengan ajaran dalam Saddharma Pundarika Sutra (secara jelas dibabarkan dalam BAB.XVI 'Jangka Waktu Hidup Sang Tathagata' dan jug prinsip dalam BAB.XV 'Bodhisattva Muncul dari Bumi' serta bab-bab lainnya, juga bertentangan dengan keterangan Nichiren sendiri dalam "Kanjin Honzon Sho", "Kaimoku Sho", "Jo'on Sho", dan lain-lain.
- Oh, demikian. Saya baru mendapatkan gambaran yang jelas mengenai hal ini. Oleh karena itu ketika saya mengetahui tentang Nichiren Shu, saya cukup terkejut, karena berbeda dengan yang selama ini saya tahu tentang ajaran Nichiren. Bagaimana dengan Soka Gakkai?
Soka Gakkai adalah pecahan dari Nichiren Shoshu, jadi pada hakikatnya ajaran mereka adalah sama termasuk Tri Ratna. Namun dalam Soka Gakkai, pemusatan pada pimpinan mereka sangat diutamakan.
- Oke, saya cukup jelas mengenai hal ini. Berapa jumlah Bhiksu/bhiksuni Nichiren
Shu dan dimana kuil utamanya ?
Bhiksu/Bhiksuni Nichiren Shu berjumlah kurang lebih 9.000
orang (1.000,- orang bhiksuni) dan mempunyai 5.300 kuil di seluruh Jepang, dan juga terdapat banyak kuil di luar negeri. Kuil utama
adalah berpusat di Kuil
Kuon-Ji, Minobu San, Jepang. Kuil Kuon-Ji adalah satu-satunya
kuil yang didirikan oleh Nichiren Shonin semasa hidunya dan
Beliau pertama tinggal selama 9 tahun di Gunung Minobu.
- Hmmm, boleh anda ceritakan sedikit
tentang Siapa itu Nichiren Shonin ?
Nichiren Shonin adalah pendiri dari Nichiren Shu, Beliau dilahirkan
di Kominato, Chiba-ken, pada 16 Pebruari 1222. Beliau meninggal
di Kediaman Ikegami, Tokyo pada 13 Oktober 1282. Mungkin secara
lengkapnya anda
dapat baca disini.
- Apakah arti kata dari ‘Nichi’
dan ‘Ren’?
‘Nichi’ adalah kata Jepang yang berarti ‘Matahari’,
‘Ren’ adalah kata Jepang yang berarti ‘Teratai’.
- Mengapa Nichiren Shonin memilih kata-kata
ini untuk namanya?
Nichiren Shonin mengambil kata-kata ini sebagai dasar dari
namanya karena berdasarkan referensi dari Saddharma Pundarika
Sutra:
(I) ‘Seperti sinar dari matahari dan bulan yang menghilangkan
kegelapan, jadi, manusia ini menetap dan bekerja dalam dunia
ini, menghilangkan kegelapan dari seluruh makluk hidup.
(II) ‘Jangan dipengaruhi oleh lingkungan. Bunga Teratai,
tidak pernah terpengaruhi oleh air lumpur lingkungannya.
- Berdasarkan apa Nichiren Shonin mengajarkan
ajarannya?
Nichiren Shonin berdasarkan ajarannya kepada Saddharma Pundarika
Sutra..
- Mengapa Nichiren Shonin mengajarkan
Saddharma Pundarika Sutra?
Pada beberapa tahun masa belajarnya, Nichiren Shonin menemukan
bahwa ajaran Saddharma Pundarika Sutra adalah yang terakhir
dan merupakan ajaran sesungguhnya yang diinginkan oleh Buddha
Sakyamuni dan bahwa hanya sutra ini yang sesuai untuk dibabarkan
dalam Masa Akhir Dharma.
- Bagaimana kita dapat mengambil kesimpulan
dari ajaran Saddharma Pundarika Sutra?
Saddharma Pundarika Sutra mengajarkan bahwa hanya ada satu
jalan ‘Satu Kendaraan’ menuju kebenaran; bahwa
Buddha Sakyamuni dan Buddha Dharma adalah Abadi dan bahwa,
karena seluruh makluk hidup memiliki Bibit Buddha (Buddha
Sejati) mereka dapat mencapai keBuddhaan.
- Kenapa kita harus menyebut Odaimoku "Namu Myoho Renge Kyo" ?
Ajaran Nichiren Shu menitikberatkan pada penyebutan Odaimoku
yakni Namu Myoho Renge Kyo, karena dengan menyebut Odaimoku,kita
dapat memunculkan kualitas jiwa yang sejati yakni Bibit Buddha
yang ada dalam diri setiap mahluk hidup sehingga pada akhirnya
akan dapat mencapai Jalan Penerangan Agung. Secara lengkapnya
mengenai penjelasan Odaimoku
dapat dibaca disini.
- Apakah objek utama dari pemujaan Agama
Buddha Nichiren Shu?
Objek utama dari pemujaan Agama Buddha Nichiren Shu adalah
Mandala (Gohonzon). Dan kita menerima mandala yang ditulis oleh Nichiren Shonin. Saya rasa anda harus mendalami tentang
hal ini, baca
artikel ini.
- Saya tertarik untuk ikut mendalami
ajaran Nichiren Shu, Apa yang harus saya lakukan?
Pertama, anda harus mengikuti Upacara Gojukai, yaitu sebuah
upacara pentabhisan (baptis) untuk menerima Tiga Pusaka (Tri
Ratna) diberikan setelah 3 bulan anda belajar ajaran Nichiren Shu, belajar Dokyo Shodai (membaca sutra) dan
menyebut Odaimoku, disamping itu bisa juga mengikuti pertemuan / kebaktian
setiap minggunya.
- Siapakah yang melaksanakan upacara
ini dan kapan?
Upacara Gojukai ini dilaksanakan oleh para Bhiksu/Bhiksuni
dan untuk Indonesia dibimbing oleh YM.Bhiksuni Myosho Obata,
sekarang bertempat di Penang-Malaysia. Beliau akan datang
setiap tiga bulan ke Indonesia.
- Kapan saya bisa menerima mandala atau gohonzon ?
Setelah menjadi anggota dengan mengikuti Gojukai atau pentabhisan, anda dapat mengajukan permohonan untuk menerima mandala, dan sesuai prosedur akan diberikan setelah seseorang itu menjalani pelaksanaan ajaran Nichiren Shu selama minimal 6 bulan sejak di gojukai.
- Apa saja yang harus saya persiapkan
untuk altar di rumah ?
Objek Pemujaan Mandala (Gohonzon), meja untuk altar, tempat
lilin, hio, bunga dan kelengkapan lainnya, jika masih bingung
anda dapat menghubungi kami untuk menanyakan hal ini.
- Apakah saya boleh menaruh rupang para
Bodhisattva atau Buddha ?
Boleh, anda boleh menaruh rupang para Bodhisattva atau Buddha
di altar.
- Dirumah saya, kami mempunyai tempat abu leluhur dan altar Buddhis lainnya, Apakah yang harus saya lakukan ? Apakah saya tetap boleh sembahyang leluhur ?
Tentu saja boleh, Anda tetap boleh sembahyang leluhur. Dalam Nichiren Shu, kita bisa membuat Toba untuk para leluhur kita. Dan sekiranya tidak terdapat tempat yang luas, maka tempatkan saja semuanya dalam satu altar. Ini tidak masalah sama sekali. Tradisi Nichiren Shu sangat menghargai para leluhur ini terlihat dari adanya 3 kali upacara dalam setahun untuk para leluhur kita.
- Wah! saya melihat ajaran Nichiren Shu sangat fleksibel dan cocok untuk semua orang, aku pernah punya pengalaman saudara saya yang masuk Nichiren Shoshu, mereka menjadi begitu fanatik dan membuang semua altar leluhur atau rupang lainnya. Menurut saya itu sangat tidak Buddhisme sama sekali, Bagaimana menurut anda?
Ya, saya setuju dengan anda mengenai hal ini. Ajaran Buddha itu menitik beratkan pada rasa welas asih kepada sesama dan seluruh mahluk hdiup termasuk penghormatan pada para leluhur kita, semoga anda bisa mendapatkan jalan pencerahan disini.
- Bagaimana cara belajar Gongyo (membaca
sutra) ?
Untuk hal ini sebaiknya, anda dapat secara rutin ke Kuil kami,
dan kita bisa sama-sama belajar.
- Apakah terdapat media lain yang bisa saya pelajari brosur atau majalah ?
Ya, kami punya buletin bulanan yang diterbitkan secara rutin, namun karena keterbatasan dana hanya berupa foto copy saja. Anda dapat mengambil dalam bentuk format online juga, klik link ini. Ditingkat international juga terdapat "Nichiren News", dan "The Bridge".
- Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan
mengenai Nichiren Shu di sangha@nshi.org
|
|