Saddharma Pundarika Sutra,
Raja dari segala Sutra

“Wahai Nakshatraragasankusumitabhigna! Sama seperti halnya lautan lebih besar dibandingkan sungai, Saddharma Pundarika Sutra ini, jauh lebih dalam dibandingkan semua sutra yang dibabarkan oleh Sang Tathagata.

Sama seperti Gunung Sumeru yang lebih tinggi dibandingkan semua gunung termasuk Gunung Bumi, Gunung Hitam, Gunung Lingkaran Besi, dan Gunung Sepuluh Pusaka; Saddharma Pundarika Sutra adalah berada diatas semua sutra-sutra lainnya.

Sama seperti Dewa Bulan lebih terang daripada bintang, Saddharma Pundarika Sutra memberikan kita cahaya yang lebih terang dibandingkan sutra-sutra lain sejumlah ribuan milyar sutra. Sama seperti Dewa Matahari melenyapkan seluruh kegelapan, Sutra ini mengusir semua kegelapan iblis.Sama seperti Raja Suci Pemutar Dharma adalah lebih unggul dari raja negara kecil, sutra ini lebih terhormat dibandingkan sutra lainnya.

 

Sama seperti Raja Sakra adalah raja dari tiga puluh tiga dewa, sutra ini adalah raja dari semua sutra. Sama seperti Raja Surga Agung Brahman adalah ayah dari seluruh mahluk hidup, sutra ini adalah ayah dari semua orang-orang suci dan arif bijaksana, para Sravaka yang masih dalam tahap belajar, para Sravakas yang telah selesai belajar, dan mereka yang berkeinginan untuk mencapai KeBodhisattvaan.

Sama seperti Srotapanna, Sakrdagamin, Anagamin, Arhat, dan Pratyeka­buddha lebih unggul dibandingkan manusia biasa, sutra ini lebih unggul dibandingkan semua sutra yang dibabarkan secara terperinci oleh para Tathagata atau Bodhisattva atau oleh para Sravaka.Orang yang mempertahankan sutra ini lebih unggul dibandingkan mahluk hidup lainnya. Sama seperti para Bodhisattva lebih unggul dibandingkan para Sravaka atau Pratyekabuddha, sutra ini lebih unggul dibandingkan sutra lainnya.Sama seperti Sang Buddha adalah Raja Dharma, sutra ini adalah raja dari seluruh sutra.

“Wahai Nakshatraragasankusumitabhigna! Lindungilah sutra ini dengan kekuatan supranatural mu! Kenapa demikian? Ini karena sutra ini, adalah obat yang manjur untuk penyakit orang-orang di Jambudvipa. Jika seorang yang sakit mendengarkan sutra ini, ia akan segera sembuh dari sakitnya. Ia tidak menjadi tua atau mati.

Saddharma Pundarika Sutra Bab. XXIII, "Kehidupan Masa Lalu Bodhisattva Baishajaraga"

 
 

Buddha Sakyamuni Abadi

Ajaran Buddha dimulai dari seorang yang berusaha mencari cara untuk mengatasi penderitaan manusia dan selurh mahluk hidup. Dia adalah Pangeran Sidartha Gautama, meninggalkan kedudukan sebagai seorang Pangeran, Istri dan Anak, mencari Jalan Penerangan, yang kemudian dikenal sebagai Buddha Sakyamuni, hidup sekitar 2,500 tahun yang lalu di India..... Setelah membabarkan Dharma 50 tahun lama, Ia merangkum keinginan hati atas Dharma Sesungguhnya, yang menjadi tujuan dan dasar pembabaranNya terdapat dalam Saddharma Pundarika Sutra.

Sutra ini dibabarkan selama 8 tahun pada akhir hidupNya. Sutra ini mengungkapkan pencapaian KeBuddhaanNya pada masa lampau yang tak terhingga, sehingga Ia menyatakan diri sebagai Buddha Pokok Abadi, Ini terungkap dalam BAB.XVI "Panjang Usia Sang Tathagata".
 
 

Maha Bodhisattva Nichiren

Nichiren lahir pada tahun 1222 di Jepang, pada masa itu keadaan masyarakat penuh dengan kekacauan dan bencana alam. Hal inilah yang mendorong Nichiren menjadi seorang Bhiksu untuk menemukan jawabannya kenapa negaranya begitu kacau ? Padahal pada waktu itu agama Buddha berkembang dengan pesat. Dalam sutra dikatakan bahwa negara dimana ajaran Buddha tersebarluaskan akan penuh kedamaian dan kebahagiaan, namun keadaan Jepang sebaliknya. Pasti terdapat kesalahan yang dilakukan oleh para pemuka agama waktu itu.

Setelah belajar puluhan tahun dari satu kuil ke kuil lain dan semua sekte agama Buddha, Beliau sampai pada kesimpulan bahwa ajaran yang sesuai untuk manusia masa akhir dharma adalah Saddharma Pundarika Sutra (Myoho Renge Kyo), dan mendirikan Nichiren Shu (Sekte Nichiren) pada tanggal 28 April 1253 dan menyebarluaskan O'daimoku "Namu Myoho Renge Kyo"