• Nama Resmi: Tafukuzan Ichijo-in Taihoji
• Sekte: Nichiren Shu, Buddhism
• Pendiri: periode circa 1399 Oleh Hideyoshi Satake
• Bhiksu Pendiri: Nisshutsu
• Objek Pemujaan Utama: Rupang Nichiren dan Stupa Odaimoku
(Sanbo-honzon)
• Alamat: 6-22, Omachi 3-chome, Kamakura, Kanagawa 248-0007
• Luas Kuil: lebih kurang 1,000 meter persegi
• Lokasi: 750 meter selatan dari stasiun Kamakura
• Waktu yang diperlukan untuk sampai ditempat tujuan: 20
menit
• Biaya Masuk: Gratis
• No Telepon: 0467-22-2973
• Tempat Istirahat: Tidak Tersedia
Ringkasan Sejarah
Pada pertengahan abad 11, terdapat sebuah kelompok samurai yang
sangat kuat didaerah Honshu Utara dibawah pimpinan Yoritoki Abe
(?- 1057) dengan sebuah benteng pertahanan di Koromo-gawa dekat
Hiraizumi Propinsi Iwate. Mereka tumbuh lebih kuat dibandingkan
kelompok lainnya bahkan mereka mengabaikan dan melawan perintah
dari pemerintah setempat di Kyoto. Pemerintah mengirimkan pasukan
untuk menaklukan mereka tetapi tidak membawa hasil. Untuk mendapatkan
hasil yang lebih baik dalam menghadapi Abe, pemerintah menetapkan
Yoriyoshi Minamoto (988-1075) menjadi pemimpin angkatan perang
dan diberi untuk perintah untuk menaklukan kelompok tersebut.
Yoriyoshi adalah nenek moyang dari Yoritomo Minamoto ( 1147-1199),
pendiri KeShogunan Kamakura dan untuk memperluas pengaruh ke daerah
Jepang Timur. Ia harus bersusah payah dan berperang bersama-sama
dengan putranya Yoshiie Minamoto ( 1039-1106) melawan kekuatan
kelompok Abe tersebut. Pada akhirnya pada tahun 1067, mereka bisa
memenangkan pertempuran dengan bantuan dari kelompok Kiyohara
yang juga pemimpin sebuah kelompok di Honshu Utara. Peperangan
itu sendiri memakan waktu sembilan tahun sebelum akhirnya dapat
terwujud perdamaian didaerah itu.
Pada tahun 1084, sebuah perselisihan lain terjadi
secara tiba-tiba di antara kelompok Kiyohara. Yoshiie berpihak pada
suatu kaum Kiyohira dipimpin oleh Fujiwara ( 1058-1128), salah satu
pemimpin dari kelompok Kiyohara. Persekutuan yang cukup kuat untuk
memadamkan perselisihan itu. Fujiwara akhirnya menguasai Honshu
utara dan menjamin kedamaian sampai tahun 1087. Juga yang sangat
mendukung kelompok pemenang itu adalah Minamoto ( 1045-1127), adik
laki-laki Yoshiie's.
Setelah tiga tahun dari pertempuran ini, Fujiwara
mendirikan sebuah kota besar di Hiraizumi yang memberikan dukungan
dan kekayaan kepada Kyoto dan tempat itu diberi nama Kyoto Utara.
Dengan sumber tambang emas, mereka semua menjadi sangat kaya dan
membangun sebuah komplek kuil yang indah. Paviliun Golden-Hue Pavilyun
di Kuil Chusonji saat sekarang, sebuah kuburan besar indah dari
raja Fujiwara adalah yang paling terkenal diantara begitu banyak
bangunan lainnya di Hiraizumi, dan tempat ini menarik 1.5 sampai
2 juta pengunjung pertahun. Kaya akan emas, Marco Polo ( 1254-1324),
seorang pelaut Venesia, menjuluki Jepang sebagai sebuah pulau emas.
Meskipun demikian, kaum Fujiwara pada akhirnya dibinasakan oleh
Yoritomo Minamoto.
Tidak sama dengan kasus sembilan tahun gangguan
terdahulu, pemerintah kerajaan menganggap pertempuran tiga tahun
tersebut sebagai perselisihan kelompok dari kaum Kiyohara dan tidak
memberi penghargaan apapun kepada para prajurit. Mereka telah mengambil
resiko mempertaruhkan hidup dan tidak mendapatkan apapun sama sekali.
Kemudian datanglah Yoshiie Minamoto. Ia dengan baik hati memberikan
hadiah bagi para pengikut kelompok tersebut dengan kekayaan pribadinya.
Mereka yang telah diberi hadiah oleh kedermawanannya telah mempererat
tali persaudaran dengan kaum Minamoto, yang juga sedang melawan
pemerintah kyoto dan sekutunya kaum Taira. Ketika Yoritomo Minamoto,
keturunan Yoshiie's dari generasi yang keempat, berperang menghadapi
kaum Taira pada tahun 1183, sejumlah besar kaum samurai di Jepang
utara, yang masih merasakan berhutang kepada Yoshiie, masuk ke dalam
persekutuan dengan Yoritomo, untuk membalas budi Yoshiie's terjun
ikut dalam pertempuran.
Kuil ini berdiri diatas tanah tempat tinggal Yoshiie’s
adik laki-laki Yoshimitsu dan pada periode Kamakura (1185-1333),
yang kemudian ditempati oleh Hideyoshi Satake. Oleh karenanya, daerah
ini disebut Satake dan keluarga Satakes tetap tinggal disini dari
generasi ke generasi sampai periode Muromachi ( 1336-1573). Pada
periode Edo (1603-1868), keluarga Satake telah pindah ke propinsi
Akita dan menjadi seorang Raja feodal (Daimyo) Akita, dimana Sataka
memainkan peran yang sangat penting untuk mengembangkan daerah tersebut.
Di museum Satake dekat stasiun kereta api Akita, menjelaskan secara
lengkap garis keturunan dari keluarga Satake. Semua itu menunjukkan
kekuatan hubungan keluarga tersebut, dimana nama kecil mereka semua
terdapat nama Yoshi.
Hideyoshi Satake adalah seorang pegawai yang sangat
penting dari Yoritomo Minamoto, dan nenek moyangnya mendirikan sebuah
kuil Shingon dengan nama Tafukuji pada tahun 1399 diatas tanahnya.
Sejalan dengan waktu, Kuil Tafukuji mengalami kerusakan dan tidak
terawat. Pada tahun 1444, Bhiksu Nisshutsu (1381-1459) dari sekte
Nichiren merekonstruksi kuil itu dan memberi nama Tafukuzan Ichijo-in
Taihoji, dan mengubah pemujaan kuil itu kepada sekte Nichiren. "
Ichijo-In" adalah nama buddhis dari Bhiksu Nisshutsu's. Bhiksu
Nisshutsu juga adalah Bhiksu pendiri Kuil Hongakuji dan pada waktu
itu bertindak sebagai bagian dari Kuil Myohonji.
Tanah Satake sekarang telah diberikan dan dibangun
tempat suci Shinto dengan nama Yakumo dan tempat itu adalah untuk
mengenang Satake. Oleh karena itu, tempat suci Yakumo sering disebut
juga Satake Ten’no. Setiap tahunnya ketika diadakan festival
di tempat suci Yakumo, diadakan prosesi sepanjang jalan Omachi,
dan akan melewati kuburan dari Satake didalam Kuil Taihoji untuk
memberikan penghormatan kepadanya.
Aula Utama
Seperti umumnya kuil Nichiren Shu, Sanbo Honzon
selalu diabadikan didalam aula utama sebagai objek pemujaan utama.
Sanbo berarti Tiga Unsur yaitu, Buddha, Dharma, dan Sangha, dan
Nichiren Shu sebuah stupa diletakkan ditengahnya yang ditulis tujuh
aksara Na Mu Myo Ho Ren Ge Kyo (odaimoku) yang berarti pemujaan
kepada Saddharma Pundarika Sutra. Dikiri dan kanan stupa itu terdapat
rupang Buddha Sakyamuni dan Buddha Prabhutaratna, serta kemudian
terdapat rupang Nichiren didepannya.
Juga terdapat beberapa rupang yang diabadikan dalam
kuil antara lain:
• Kishimojin atau Hariti (skt), yang merupakan salah satu
dewa yang terdapat dalam Saddharma Pundarika Sutra dan dipuja oleh
penganut Nichiren sebagai dewa bagi keselamatan bayi. Dibuat pada
tahun 1716.
• Daikokuten: Dewa Kekayaan, atau Dewa Kemakmuran, yang dalam
bahasa sansekerta disebut Mahakala. Pada umumnya ia memakai kerudung
dan membawa sebuah kanton besar yang berisi harta kekayaan dibahu
kirinya. Pada tangan kanan memegang sebuah palu keberuntungan dan
duduk diatas dua kantong beras.
• Rupang Bhiksu Nisshutsu
• Rupang Yoshimitsu Minamoto ( 1159-1189) yang diukir pada
tahun 1854.
Acara Tahunan
Setiap tahun pada tanggal 22 Pebruari, Kuil ini
selalu mengadakan acara pensucian para bhiksu sama seperti yang
dilakukan di Kuil Choshoji. Para bhiksu melakukan mandi air dingin
pada jam 12:30 p.m. Mereka hanya memakai celana dalam putih. |