Kuil Ryogonzan Myohoji

• Nama Resmi Kuil: Ryogonzan Myohoji
• Sekte: Nichiren Shu, Buddhisme
• Didirikan tahun: 1253, oleh: (tidak diketahui)
• Bhiksu Pendiri: Nichiren Shonin
• Objek Pemujaan Utama: Sekelompok rupang dan Stupa Odaimoku
• Alamat: 7-4, Omachi 4-chome, Kamakura, Kanagawa 248-0007
• Luas Kuil: 10,000 meter persegi
• Lokasi: 1,500 meter selatan stasiun Kamakura
• Waktu untuk sampai ke kuil: 20 menit
• Biaya masuk: 300-yen
• Buka: 9:30 - 16:30 (Tutup selama Pebruari sampai Maret)
• No Telepon: 0467-22-5813
• Tempat Istirahat (Penginapan): Tersedia

Ringkasan Sejarah

Tempat ini adalah tempat dimana Nichiren (1222-1282), pendiri Nichiren Shu, pada tahun 1253 ketika berusia 31 tahun memulai usaha penyebarluasan ajarannya di Kamakura, ibukota negara, datang dari kampung halamannya di Propinsi Chiba.

Bhiksu Nichiren dikatakan tinggal disini selama 20 tahun untuk meletakkan dasar dari penyebaran dharma dan selama berada di Kamakura. Sebagai akibat dari kritik Nichiren terhadap sekte lain, ia mendapat banyak sekali penganiayaan.

Bhiksu Nichiei (1334-1397), seorang pengikut Nichiren Shu dan putra dari Pangeran Morinagaa (1307-1335), yang dikenal sebagai pendiri dari tempat suci Kamakuragu, dibangun sebuah kuil pada tahun1357, dan menempati sebagai kepala bhiksu ke lima. Ia juga mendirikan sebuah tugu peringatan untuk orangtuanya diatas bukit dibelakang dari aula utama. Kuil Ryogon-zan Myoho-ji, nama resmi dari kuil, dinamakan setelah nama kanak-kanak dan buddhis beliau.

Pada periode Edo (1603-1868), kuil ini dilindungi oleh Shogun Tokugawa dan ini adalah Raja feodal. Shogun ke 11, Ienari Tokugawa (1773-1841) memperbaiki kuil ini, dan berdasarkan permintaan beliau, maka pintu masuk, Hokkedo, dan Pintu Raja Dewa dicat berwarna merah.
Kuil ini mempunyai sejumlah rupang dan tulisan-tulisan kuno. Tetapi, itu semua tidak dibuka untuk umum dan pintu aula tempat disemayamkan rupang Buddha itu senantiasa tertutup. Meskipun, sebuah buku seni telah memuat foto-foto dari rupang-rupang tersebut.

Aula Utama

Sebagaimana umumnya Kuil Nichiren Shu lainnya, objek utama pemujaan dari kuil adalah Sanbo Honzon, juga sekelompok rupang dan stupa Odaimoku, dimana dituliskan aksara "Namu Myoho Renge Kyo"diatasnya. Sanbo berarti tiga elemen, dan sanbo honzon terdapat dalam stupa, rupang Nichiren berada ditengah-tengah, dihadapan Buddha Sakyamuni dan Buddha Prabhutaratna

Sebagai tambahan, beberapa rupang kayu yang diabadikan antara lain:
• Empat Bodhisattva Muncul dari Bumi, yang erat kaitannya dengan Nichiren Shu
• Monju (Manjusri dalam Skt), Bodhisattva Kebijaksanaan dan Pengetahuan
• Fudo Myo-o (Acala-vidyaraja dalam Skt)
• Aizen Myo-o (Ragaraja dalam Skt.)
• Shiten-no (Empat Raja Langit)
• Rupang Nichiren, dimana dibuat pada tahun 1826

Aula dibuat dari kayu zelkova, dibuat oleh keluarga Hosokawa, bangsawan Kumamoto di Propinsi Kumamoto pada pertengahan periode Edo (1603-1868). Hosokawa adalah bagian dari keluarga Ashikaga, yang mendirikan KeShogunan Muromachi pada tahun 1333 dan mempunyai 16 generasi keShogunan sepanjang periode Muromachi (1333-1573). Morihiro Hosokawa (1938-), perdana menteri Jepang dari bulan Agustus 1993 sampai April 1994, adalah generasi ke 18 dari Hosokawa.
Gambar bunga dilukiskan pada atap dan pintu dorongnya. Tiang juga mempunyai ornamen yang indah. Tiang-tiang penyangga yang melintang juga tidak luput dari hiasan dan lukisan indah. Dilukis dan dipahat oleh para pelukis dan pemahat ternama pada masa itu di Kumamoto, mereka membangun dan mendekorasi aula ini.

Aula Daigakuden

Sebelah kanan dari aula utama terdapat sebuah bangunan segi empat, dimana terdapat aula Daigakuden. Rupang kayu dari Buddha Sakyamuni dan Inari Myojin (Dewa Kemakmuran, yang dikenal dengan Dewa Srigala) disemayamkan oleh Kiyomasa Kato (1562-1611). Kiyomasa Kato, adalah seorang raja feodal di Kumamoto, membangun istana Kumamoto dan juga dikenal sebagai seorang pengikut dari Nichiren Shu yang setia. Dilain sisi, beliau juga dikenal sebagai orang yang melarang ajaran kristen. Rupang Kata dipersembahkan kepada kuil oleh keluarga Hosokawa.
Pintu Gerbang Nio-mon atau Pintu Gerbang Dewa

Bagian antara Aula Utama dan Aula Daigakuden terdapat sebuah pintu Nio-mon, atau sepasang Dewa Raksasa, Dewa Pelindung. Mereka menjaga kuil dari segala macam iblis dan musuh-musuh lainnya. Mereka aslinya berasal dari dewa Hindu, Brahma dan Indra.

Pijakan Batu Lumut

Kuil ini juga sering disebut “Kuil Lumut” dengan pijakan batu yang ditutupi lumut (terdapat sekitar 50pijakan) yang mengarah dari Aula Hokkedo sampai ke Pintu Dewa. Ini adalah sesuatu yang sangat alami, para pengunjung dilarang menginjaknya. Namun, kita dapat mengikuti pijakan melalui jalan yang sejajar dengannya sampai ke Aula Hokkedo hall. Mulai akhir April sampai Mei, bunga putih Shaga berbunga dikedua sisi dari jalan-jalan batu itu. Pada bulan juni, lumut itu tumbuh dengan indahnya.

Aula Hokkedo

Hokke berarti Saddharma Pundarika Sutra dan ini biasa dikenal sebagai Nichiren Shu Buddhisme. Aula telah dibangun pada tahun circa 1810 oleh bangsawan Mito, seorang raja feodal yang sangat berkuasa di Propinsi Ibaraki, dimana disini juga terdapat Bhiksu yang sangat berbakat, termasuk kepala bhiksu ke-32, Nichio dan kepala bhiksu ke-33, Nichiji. Bangunan yang indah ini ditutupi atap yang disebut Hogyo Zukuri di Jepang. Didalam ruangan ini terdapat sebuah altar yang indah dimana bersemayam, rupang Nichiren, sebagai objek pemujaan utama didalam aula ini.
Pada bagian depan dari Aula Hokkedo, berdiri tiga pohon Sago Palm Jepang, yang dikatakan telah berumur 650 tahun dan ditanam oleh Nichiren sendiri.

Reruntuhan Gubuk Nichiren Shonin

Didepan pohon Sago Palm dan didekat Bel, terdapat reruntuhan gubuk bekas kediaman Nichiren. Tempat ini adalah dimana Nichiren tinggal selama 20 tahun dan menghadap ke jalan sibuk kota Kamakura. Terdapat tiga kuil Nichiren Shu yang mengklaim dirinya sebagai tempat tinggal Nichiren di Kamakura, diantaranya adalah Kuil Ankokuronji dan Chosho-ji.
Tugu Peringatan untuk Pangeran Morinaga dan Istri
Terletak di depan dari tempat reruntuhan gubuk Nichiren. Berjalan ke arah selatan, terdapat tugu peringatan dari Pangeran Morinaga Gorinto. Kuburan aslinya terdapat di tempat suci shinto Kamakuragu yang merupakan tempat bagi keluarga kerajaan.
Bergerak kesebelah utara, terdapat tiga tugu batu termasuk Minami-no-kata, ibu dari bhiksu Nichiei dan istri dari Pangeran Morinaga. Minami-no-kata ini juga disemayamkan sebagai bagian dari tempat suci Kamakuragu. Myoho, nama dari kuil, berasal dari Saddharma yang berarti ajaran yang benar. Ini juga merupakan bagian dari aksara odaimoku.

Acara Tahunan

• 15 April : Festival Inari Myoho
• 5 Mei: Festival untuk Kiyomasa Kato
• 23 Juli: Upacara peringatan untuk Pangeran Morinaga
• 27 Agustus: Upacara peringatan untuk penganiayaan Matsuba-ga-yatsu. Matsuba-ga-yatsu adalah nama dari salah satu bagian daerah di Kamakura.
• 12 September: Upacara peringatan untuk penganiayaan Tatsunokuchi

 
Tempat Suci Kamakuragu
Tangga Lumut
Reruntuhan bekas gubuk Nichiren
 
Aula Utama Hondo