Kuil Shochu-Zan Hokekyo-Ji

• Nama Resmi: Kuil Shochu – Zan Hokekyo-Ji
• Didirikan pada: Agustus 1260, Oleh: Toki Jonin
• Bhiksu Pendiri: Nichijo (Toki Jonin)
• Alamat: 2-10-1 Nakayama Ichikawa-shi, Chiba-ken
• Arah Menuju Kuil: Kereta Api JR Sobu-sen, dari stasiun Shimousa Nakayama -> 15 menit jalan kaki atau dari Keisei Nakayama -> 5 menit jalan kaki.

Didirikan oleh salah satu pendukung Nichiren Shonin, Toki Jonin. Menerima banyak dokumen yang dituliskan oleh Nichiren Shonin. Kuil Hokekyo-ji adalah kuil yang tertua dan terkenal diantara kuil-kuil Nichiren Shu, dan merupakan satu-satunya Kito Konpon Dojo. Jalan untuk menuju kuil dimulai dari stasiun Sobu-sen Shimousa Nakayama dan telah menjadi sebuah kota bertahun-tahun yang lalu. Kuil ini mempunyai banyak bangunan seperti Daido (Aula Besar), Shodo, Shoto dan selalu dipenuhi oleh para pengikut yang sedang berdoa sebagai tanda penghormatan mereka. Lain kata, kuil ini didukung oleh banyak bhiksu dan pengikut.

Nichiren Shonin melarikan diri dari peristiwa penganiayaan Matsubagayatsu ke daerah Shimousa dan Ia mempercayai Toki Jonin, seorang kepala Gozoku (keluarga) terpandang di Wakamiya untuk melindunginya. Pada bulan agustus 1260, bangunan Hokke-do (yang kemudian berubah menjadi Hokke-ji) dibangun oleh Toki Jonin dalam kediamannya. Nichiren Shonin selama 100 hari memberikan ceramah. Maka kuil ini dihormati sebagai tempat suci “Honge Shoten Borin” (Nichiren Shonin Membabarkan Dharma Yang Pertama). Segera, Gozoku didekat daerah Nakayama, Jomyo Ohta membangun Jibutsu-do (yang kemudian menjadi Honmyo-ji) di kediamannya. Jibutsu-do diberkati oleh Nichiren Shonin, ketika pembangunannya selesai.

Ringkasan Sejarah

Kuil Hokekyo-ji didirikan pada Agustus 1260. Toki Jonin menjadi seorang bhiksu setelah Nichiren Shonin meninggal dunia pada tahun 1282 dan menganti namanya menjadi Nichijo. Tahun berikutnya ia memasuki Kuil Honmyo-ji, ketika Jomyo meninggal. Pada tahun 1297, Nichijo membuat aturan untuk menjaga semua dokumen yang ditinggalkan oleh Nichiren Shonin di kuil ini untuk menjaga agar jangan sampai rusak atau hilang. Semua dokumen itu tersimpan dengan baik sampai saat ini di Shogyo-den. Ketika Nichijo meninggal dunia, putra dari Jomyo, Nichiko menjadi kepala kuil kedua di Hokke-ji dan mendirikan Honmyo-Ji. Karena itu, ia menjadi bhiksu yang mengepalai kedua kuil tersebut. Sistem ini disebut, Ryozan Isshusei (satu kepala bhiksu untuk dua kuil). Setelah Nichiko meninggal dunia, Nichiyu menjadi kepala bhiksu ketiga di Hokke-ji dan Honmyo-ji dan beliau mengundang Gozoku lainnya, Tanesada Chiba sebagai kepala para pengikut. Tanesada secara keseluruhan mendukung sepenuh keuangan dari kuil. Nichiyu dengan penuh semangat menyebarluaskan ajaran, membaca Sutra, menyalin dan sebagainya, ia membangun sebuah Shoja (sebuah asrama untuk para pengikut). Ia juga selalu melakukan jiarah ke Gunung Minobu. Kunjungan ini menghasilkan seorang muridnya, Nikka (berasal dari keluarga Gozoku di Musashinokuni Mutsuura) untuk memberikan kontribusi dukungan dana bagi Gunung Minobu. Ia juga menjaga dokumen yang ditulis oleh Nichiren Shonin dan menyusunnya secara abjad. Ia juga membangun beberapa sistem organisasi seperti Shiinkasei dan Doshishokusei.

Garis keturunan Nakayama-monryu (garis Nakayama) memberikan kontribusi yang nyata kepada Nichiren Shu dari era Nanboku-cho sampai era Muromachi dengan mengirimkan beberapa bhiksu yang luar biasa diantaranya: Haniya Myosen Nichiei, Kenpon Hokke-shu Nichiju, Honpo-ji Nabekamuri Nisshin, Chomyo-ji Nisshuku. Hokke-ji dan Honmyo-ji akhirnya disatukan pada era Sengoku-era dan menjadi Kuil Hokekyo-ji. Bhiksu ke-11, Nichiden dibuang ke Hagi (Sekarang Yamaguchi) oleh Toyotomi Hideyoshi, dan karena inilah dibentuk sebuah sistem Sanzan Rinban Sei (sistem bergiliran untuk menjaga tiga kuil) diantara Kuil Kyoto Komyo-ji, Honpo-ji, dan Sakai Myokoku-ji. Pada era Meiji pada abad 19, Buddhisme di Jepang mengalami pemusnahan sebagai akibat dari Haibutsu Kishaku (gerakan anti Buddhis, untuk memusnahkan semua kuil Buddhis dan segala rupangnya). Setelah Perang Dunia II, Kuil Hokekyo-ji mendirikan Nakayama Myoshu dan kembali bergabung dalam Nichiren Shu pada tahun 1973.

Kuil ini lebih terkenal diseluruh Jepang dengan sebut Kito Reijo (Tempat Suci Pemberkatan) untuk Tiga Hiho (metode pelaksanaan eksoterik). Orang berkunjung pertama kali harus berdoa keapda Kishimojin (dewi Buddhis, yang cantik dan memberkati anak-anak, membantu orang-orang mendapatkan anak dan menjaga anak). Dikatakan ketika Nichiren Shonin datang ketempat ini menghindari penganiayaan Komatsubara, ia mengukir rupang Kishimojin dan mengajarkan Toki Jonin tentang ajaran rahasia dari dewa ini. Pada era Edo, rupang ini disebut Nakayama Kishimo-jin dan dipuja banyak orang, yang mengharapkan Genze Riyaku (keberuntungan dalam hidup ini seperti kesehatan, anak yang sehat dan lain-lain)

Kedua, kuil ini adalah tempat pelaksanaan pelatihan Aragyo (100 hari pelaksanaan keras) dalam rangka untuk mendapatkan Shuhosshi (tanda kelulusan bhiksu untuk melaksanakan Pemberkatan Kito) di Nichiren Shu, harus menyelesaikan pelatihan seratus hari yang dimulai pada 1 nopember di Nichiren Shu Kegyosho untuk menerima ajaran rahasia. Pelatihan ini termasuk salah satu bagian yang tersulit yang dikenal dengan Kanchu Suigyo, pelaksanaan pemurnian dengan air dingin pada musim dingin.

Terakhir, salah satu ajaran rahasia itu adalah Bokken Kaji ( Pemberkatan Kito dengan pedang kayu). Metode dari Pemberkatan Kito ini baru bisa dilakanakan setelah menyelesaikan pelatihan Aragyo. Doa yang dipanjatkan kepada Kishimojin, mengunakan sebuah pedang kayu, membaca doa, untuk luput dari segala malapetaka. Sebagai akibat dari doa ini akan membawa orang-orang mencapai ketenangan pikiran dan berdoa untuk Rissho Ankoku, mendirikan sebuah negara yang damai dengan ajaran yang sebenarnya.

Keadaan Sekarang

Kuil ini mempunyai beberapa bangunan bersejarah seperti : Soshi-do (Aula Pendiri), yang ditetapkan sebagai Juyo Bunka-zai (atau benda purbakala yang dilindungi pemerintah) dibangun pda era Enpo (1673-81). Benda purbakala Nasional lainnya adalah Hokke-do, dibangun pada era Muromachi dan Shisoku-mon. Hokke-do adalah bangunan tua dan dipercayai sebagai bangunan utama dari Kuil Honmyo-Ji. Goju-no-to (Pagoda Lima Tingkat) dibangun pada tahun 1622, ini juga dilindungi pemerintah. Bangunan tambahan lainnya, Shogyo-den dibangun pada tahun 1931. Terdapat juga bangunan seperti : Kishimojin-do, Aragyo-do, and Joshuden (rumah tamu)

Kuil ini menjaga beberapa pusaka yang sangat suci seperti : Kokuho(benda purbakala) “Rissho Ankoku Ron," Kokuho "Kanjin Honzon-sho," dan Dokumen Nichiren Shonin yang terdiri dari 56 jilid dan lainnya. Ini akan diperlihatkan kepada umum hanya sekali dalam setahun pada tanggal 3 nopember. Terdapat juga jumlah yang tak terhitung dokumen bersejarah lainnya seperti, rupang Nichiren Shonin, rupang semua bhiksu, rupang Buddha, gambar masa lalu pada abad pertengahan.

Kuil ini melakukan beberapa acara tahunan seperti: Senbu-e (15-20 April), Membuka Shogyo-den (3 Nopember ), Oeshiki (15-18 Nopember), Nyugyo-e (awal dari pelatihan Aragyo, 1 nopember) dan Shutugyo-e (akhir dari Aragyo, 10 Pebruari). Hari kedelapan setiap bulannya adalah hari Kishimojin (doa khusus dilakukan pada tanggal 8 bulan Januari, Mei dan September) dan banyak orang yang berkunjung ke kuili ini.

 
Hokke-do
Sogyo-den (Tempat Menyimpan Pusaka)