Kuil Ko-en-Zan Jisso-ji

• Nama Resmi: Ko-en-zan Jissoji
• Sekte Agama: Nichiren Shu Buddhisme
• Didirikan Pada Tahun: circa 1282
• Bhiksu Pendiri: Nissho
• Objek Utama Pemujaan: Rupang Nichiren dan Stupa Odaimoku
• Alamat: 3-13, Zaimokuza 4-chome, Kamakura, Kanagawa 248-0013
• Luas Kuil: Kurang lebih 4,000 meter persegi
• Lokasi: 1,200 meter sebelah selatan dari stasiun Kamakura
• Waktu Untuk Tiba: 20 menit
• Biaya Masuk: Gratis (Terbuka)
• No. Telepon: 0467-22-7997
• Tempat Penginapan: Tidak Tersedia

Cerita Tentang Dendam Keluarga Soga

Kuil ini berdiri ditempat dimana salah satu pahlawan dalam sebuah cerita yang terkenal di Jepang, Cerita tentang keluarga Soga, dan mereka tinggal di daerah ini. Terdapat seorang raja tanah yang disebut Suketsune Kudo (?-1193) tinggal di semenanjung Izu. Waktu itu negara sedang dipersatukan dan dikuasai oleh kelompok Taira. Berdekatan dengan tempat raja tersebut terdapat raja tanah lainnya yang dipanggil Sukechika Ito (?-1182). Mereka berdua adalah saudara sepupu (Ito, bergabung dengan kelompok Taira, untuk mengawasi Yoritomo Minamoto (1147-1199), merupakan musuh dari kelompok Taira dan pendiri KeShogunan Kamakura, yang dulu pernah diasingkan ke semenanjung Izu. Yoritomo jatuh cinta kepada Sukechika dan melahirkan seorang anak. Takut akan reaksi dari kelompok Taira, Sukechika membunuh bayi tersebut dan juga mencoba membunuh Yoritomo. Yoritomo melarikan diri dan berlindung di kediaman Tokimasa Hojo, yang kemudian menjadi ayah mertua dari Yoritomo.

Kembali pada masa itu, Kudo diperintahkan oleh kelompok Taira untuk menempati kediaman di Kyoto, ibukota Jepang, untuk melayani pemerintah militer Taira. Ketika sedang ada di Kyoto, Sukechika Ito merampok Kudo di wilayahnya dengan kekerasan. Marah akan perlakuan dari Sukechika, Suketsune Kudo merencanakan untuk membalas dendam kepadanya. Pada tahun 1176, ketika Sukeyasu Kawazu (?-1176), anak dari Sukechika Ito, sedang melakukan perburuan di Izu, orang-orang Suketsune Kudo membunuhnya atas perintah dari Suketsune. Sukeyasu Kawazu mempunyai dua orang anak, Sukenari Soga (1172-1193) dan Tokimune Soga (1174-1193). (Sejak ibu mereka menikah lagi dengan Sukenobu Soga, nama kecil mereka berganti menjadi Soga). Kedua bersaudara itu berjanji bahwa suatu saat nanti, mereka akan membalas dendam ayahnya. Mereka baru berumur empat dan dua tahun ketika mengucapkan sumpah tersebut.

Pada suatu saat, kelompok Minamoto berhasil mengambil alih kekuasaan militer dari kelompok Taira, dan Yoritomo akhirnya memegang kendali atas Jepang pada tahun 1185 dengan pusat pemerintahan di Kamakura. Suketsune Kudo adalah seorang pelayan yang baik bagi Yoritomo dan Yoritomo sayang kepadanya. Beliau pernah memainkan drum ketika perayaan tarian untuk memperingati kisah tragis Yoshitsune Minamoto, dihadapn Yoritomo pada tahun 1186 di Tempat suci shinto Tsurugaoka Hachimangu. Sebuah kesempatan untuk membalas dendam terlihat oleh kedua bersaudara Sukenari dan Tokimune setelah 12 tahun berlalu tanpa melakukan usaha apapun. Pada suatu saat, kedua bersaudara itu menemukan kesempatan pada bulan mei 1193, dalam sebuah acara perburuan Yoritomo Minamoto yang diadakan di kaki Gunung Fuji. Kedua bersaudara itu ikut bersama para pemburu dan tinggal di tempat itu sepanjang malam. Pada tengah malam, hujan badai pun turun. Melihat hal ini, maka kedua bersaudara itu segera menyelinap ketempat di mana Suketsune Kudo tinggal dan membunuhnya dengan pedang mereka. Sukenari telah berusia 22 tahun dan Tokimune 20 tahun. Delapan tahun setelah kejadian tersebut. Bagaimanapun, Sukenari, saudara tertua, telah terbunuh oleh orang-orang Kudo dan Tokimune, saudara termuda juga ditangkap dan diadili dan kemudian dihukum mati.
Cerita ini adalah salah satu dari tiga cerita dendam yang terkenal dalam sejarah Jepang, dan cerita ini pun didramakan dalam pertunjukkan noh dan kabuki. Pertunjukkan ini paling terkenal dalam periode Edo (1603-1868).

Tempat dimana berdirinya kuil ini adalah tempat dimana Suketsune Kudo tinggal sekitar 800 tahun yang lalu. Didirikan oleh bhiksu Nissho (1236-1323) yang merupakan cucu darinya, dan merupakan salah satu dari enam murid utama Nichiren, pendiri dari Nichiren Shu Buddhisme. Untuk menyelamatkan jiwa dari kakeknya tersebut, Bhiksu Nissho mendirikan kuil ini. Dan dibagian belakang terdapat kuburan dari kakeknya tersebut.

Pada ruang utama Kuil, di semayamkan sekumpulan objek pemujaan, yang mana terdapat sebuah Stupa yang bertuliskan Namu Myoho Renge Kyo ditengahnya dan diapit oleh rupang Buddha Sakyamuni, dan rupang Nichiren, sebagaimana halnya dengan semua kuil-kuil Nichiren Shu lainnya.
Bhiksu Nissho hidup sampai berusia 103 tahun. Pada tanggal 26 maret, adalah peringatan hari kematiannya, kuil ini akan menyelenggarakan peringatan untuknya setiap tahun.

 

ket.Pintu Gerbang Kuil Jo-en Zan Jisso-Ji