Alamat: 2-30 Monomigaoka Ito-shi Shizuoka-ken
Transportasi: Kerata Api JR Ito-sen Ito-eki -> Bus for Shimota/Atsukawa
-> Ohara-machi stop -> 5 menit jalan kaki atau Kereta Api
: JR Ito-sen Ito-eki -> Bus Arai-sen Butsugen-ji stop ->
10 menit (jalan setapak batu menanjak).
Kuil Butsugen-ji mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan
pembuangan ke semenanjung Izu. Ini adalah tempat dimana Nichiren
Shonin dibuang atau menjalani hukumannya, dan kuil ini dikenal
juga sebagai tempat dimana ia menyadari Zuishin-butsu. Dekat dengan
pantai dimana dikenal sebagai Manaita-iwa
Butsugen-ji is closely related to Izu Persecution. This is the
place where Nichiren Shonin was exiled, and this temple is also
known as the place where his Zuishin-butsu rests. Nearby beach
there is the famous Manaita-iwa (Batu Papan Dayung), dimana Nichiren
Shonin hampir meninggal akibat ombak dari laut, dan sepasang suami
istri yang telah menyelamatkan Nichiren Shonin yaitu Funamori
Yasaburo dan istri (kuburan mereka) di Kuil Renkei-ji dalam daerah
yang sama.
Pada tahun 1261, Nichiren Shonin kembali ke Kamakura dari Shimousa,
tetapi Beliau kembali ditangkap dan dikirim ke Izu. Ia disini
menyakinkan muridnya Nichiro agar jangan menemaninya pada tanggal
21 mei.
Perahu tersebut sampai disebuah tempat yang disebut Kawana di
Ito. Yasaburo dan istrinya menyambut Nichiren dan menjaga Beliau
secara diam-diam. Dan kemudian Nichiren Shonin dikirim ketempat
penguasa setempat Sukemitsu Ito untuk berada dalam pengawasannya.
Tetapi bagaimanapun Nichiren Shonin telah menyembuhkan beliau
dari sakitnya yang berat dengan doa, dan Ia akhirnya mengikuti
Nichiren Shu. Beliau kemudian mempersembahkan sebuah rupang Buddha
yang didapat dari lautan. Nichiren Shonin menyimpan rupang ini
sebagai pusaka dan objek pemujaanNya dan ini juga sebagai Zuishin-butsu.
Ringkasan Sejarah
Sukemitsu Ito mempunyai sebuah aula Bishamon-do yang dibangun
untuk Nichiren Shonin agar beliau dilindungi dari segala hal negatif.
Nichiren Shonin tinggal di aula Bishamon-do, ketika Beliau menjalani
hukuman pembuangan di Ito. Kuil Butsugen-ji dibangun ditempat
dimana Bishamon-do berada. Nichiren Shonin menulis gosho “Shion-sho”
dan “Kyoki Jikaku-sho” ditempat ini.
Keadaan Saat Sekarang
Pintu gerbang Sanmon dibangun pada masa Tokugawa (pertengahan
abad 19), Soshi-do (Aula Pendiri) dan Bishamon-do yang baru dibangun
pada tahun 1951 untuk memperingati hari kelahiran Nichiren Shonin
ke 750 tahun.
Cerita tentang Zuishin Butsu dari Nichiren
Shonin
Pada bulan juni 1261, ketika Nichiren Shonin dibuang ke Ito,
sesuatu yang buruk terjadi di sekitar laut pada malam hari. Sesuatu
yang aneh terlihat dilaut, orang-orang melempar jaring ke dalam
lautan untuk menangkap sesuatu benda tersebut, dan ternyata itu
adalah sebuah rupang emas Buddha dengan posisi berdiri dan rupang
disimpan oleh penguasa setempat Jito Sukemitsu. Jito Sukemitsu,
penguasa setempat yang sedang menderita sakit berat kemudian meminta
Nichiren Shonin untuk mendoakan kesembuhannya. Kemudian akibat
doa dari Nichiren, beliau sembuh total dari sakitnya dan ini yang
menyebabkan beliau akhirnya menjadi pengikut Nichiren Shonin.
Beliau juga kemudian mempersembahkan rupang emas Buddha dari laut
tersebut kepada Nichiren Shonin. Nichiren Shonin menerima rupang
itu dan merawat serta menjadikannya objek pemujaan sampai akhir
hidupnya.Nichiren Shonin telah mewujudkan hubungan yang erat antara
Saddharma Pundarika Sutra dan diriNya, ketika menjalani pembuangan
di Izu. Berdasarkan kejadian pembuangan di Izu ini, Nichiren Shonin
mewujudkan diri atas pernyataaan dalam Saddharma Pundarika Sutra.