| •
Nama Resmi: Kuil E-um-zan Jo-eiji
• Sekte: Nichiren Shu, Buddhisme
• Didirikan pada tahun: 1606
• Bhiksu Pendiri: Nissho
• Objek Pemujaan Utama: Rupang Nichiren Shonin dan lain-lain
• Alamat: 12-11 Omachi 1-chome, Kamakura, Kanagawa 248-0007
• Luas Area: 2,600 meter persegi
• Lokasi: 1,000 meter selatan dari stasiun Kamakura
• Waktu untuk tiba di kuil: 15 menit
• Biaya masuk: Gratis
• Buka: 9:00 sampai 16:00
• Acara Rutin: Upacara Peringatan untuk Nichiren Shonin dan
Bhiksuni Nichiei pada tanggal 12 September
• No Telepon: 0467-22-4570
• Tempat Penginapan: Tidak tersedia
Ringkasan Sejarah
Kuil ini dibangun pada tahun 1606 yang didasarkan
pada peristiwa pada abad 13. terdapat sebuah tempat pengamatan yang
dibangun oleh Yoritomo Minamoto (1147-1199), pendiri dari KeShogunan
Kamakura. Pada saat migrasi burung-burung yang singgah dikawasan
tersebut, maka Yoritomo akan datang kesini untuk mengamatinya. Bhiksuni
Nichiei (1187-1274 yang melayani dan menjamu beliau.
Pada tahun 1271, adalah tahun yang tak terlupakan
bagi Nichiren Shu, pendirinya Nichiren Shonin (1222-1282), akan
dihukum mati karena kritikan Beliau terhadap kebijakan pemerintah.
Ia juga menegur semua sekte yang ada dan mengungkapkan segala kekeliruan
mereka, yang dapat menyebabkan kemusnahan bagi negara. Ajaran Buddhisme
yang benar adalah berdasarkan pada Saddharma Pundarika Sutra dan
jika pemerintah menurutiNya, maka negara akan selamat dari segala
kehancuran.
Pada 12 September tahun yang sama, Nichiren Shonin
dalam perjalanan ke tempat pemenggalan kepala untuk menjalani hukuman
matinya di Tatsunokuchi yang berlokasi di sebelah barat dari Kamakura,
Ia melewati tempat pengamatan ini. Ditempat ini, Beliau dijamu oleh
Bhiksuni Nichiei sebagai jamuan terakhir kalinya dengan mempersembahkan
kue Botamochi atau kue beras yang dilapisi wijen. Hal ini biasa
dilakukan kepada seseorang yang akan menjalani hukuman mati. Bagaimanapun,
Ia percaya bahwa seorang Bhiksu agung seperti Nichiren akan dapat
bertahan dan selamat dari hukuman ini.
Ya, sebuah keajaiban terjadi pada saat terakhir
akan dijalankannya hukum pemenggalan kepala tersebut. Sebuah sinar
terang yang jatuh dari atas langit melenyapkan kegelapan malam,
dan ini menyebabkan ketakutan bagi para algojo yang akan menjalankan
hukuman tersebut. Akhirnya hukuman itu dibatalkan, dan jiwa Nichiren
Shonin terselamatkan.
Kenyataannya, Bhiksuni Nichiei masuk sebagai seorang
bhiksuni setelah suaminya meninggal dunia. Suaminya juga seorang
yang sangat bersemangat dan percaya kepada Nichiren. Ia mempunyai
seorang adik muda bernama Nissho (1221-1323), nama yang sama dengan
pendiri kuil tetapi bhiksu yang berbeda. Ia adalah seorang dari
Enam Murid Utama dari Nichiren dan pendiri dari Kuil Jissoji, kuil
Nichiren Shu lainnya.Kemudian, tempat pengamatan ini dimiliki dan
dijaga oleh Kuil Myohonji, terletak 150 meter utara dari kuil ini.
(adik perempuan dari Bhiksuni Nichiei adalah istri dari Yoshimoto
Hiki, pendiri dari Kuil Myohonji). Sekitar 340 tahun setelah peristiwa
Tatsunokuchi, Bhiksu Nissho (1569-1617), kepala bhiksu ke-14 dari
Kuil Myohonji membangun kuil ini pada tahun 1606 bersamaan dengan
sebuah sekolah kuil untuk menghormati jasa-jasa dari Bhiksuni Nichiei
dan peristiwa penganiayaan diri Nichiren Shonin disana.
Nama dari Jo-ei berasal dari nama kebhiksuan dari
Myojo Nichiei. Sekolah kuil akhirnya dipindahkan pada tahun 1689
ke Kuil Ikegami Hongan-ji, Kuil utama dari Nichiren Shu, lokasi
di Ota Ward, Tokyo, dimana Nichiren Shonin meninggal dunia pada
tahun 1282. Beberapa saat kemudian, seorang bhiksuni bernama Nichiyu,
seorang anak perempuan dari keluarga samurai terkenal, membangun
kembali kuil ini.
Pada tanggal 12 September setiap tahun, kuil ini
menyelenggarakan upacara peringatan bagi Nichiren Shonin. Memasak
makanan Botamochi dan diberikan kepada para pengunjung setelah dipersembahkan
di altar Nichiren Shonin. Pada saat yang sama, kuil juga memberikan
kue Botamochi kepada rupang Nichiren Shonin di Kuil Ryukoji, dimana
upacara peringatan juga dilaksanakan. Bhiksuni Nichiei dan suaminya
adalah seorang pelayan dari Shogun ke-6, Munetaka (1242-1274), yang
setelah meninggal dimakamkan disini dan stupa makam Gorinto mereka
diletakkan disamping aula utama.
Objek utama dari Kuil ini adalah rupang Nichiren
Shonin, Stupa dari Odaimoku “Namu Myoho Renge Kyo dan rupang
Buddha lainnya dan juga rupang dari Bhiksuni Nichiei. Kuil ini juga
mempunyai sebuah bel kuil yang dibuat pada tahun 1248 (kemungkinan
dibawa dari tempat lain ketika kuil ini dibangun pada tahun 1606).
Ini merupakan benda purbakala bagi musium Kamakura. |