•
Nama Resmi: Gyojizan Kosokuji
• Sekte Agama: Nichiren Shu Buddhisme
• Didirikan pada tahun: 1274 oleh: Mitsunori Yadoya
• Bhiksu Pendiri: Nichiro
• Objek Pemujaan Utama: Stupa Odaimoku, Rupang Nichiren dan
lainnya.
• Alamat: 9-7, Hase 3-chome, Kamakura, Kanagawa 248-0016
• Luas Kuil: Lebih Kuran 15,000 meter persegi
• Lokasi: 1,700 meter bagian barat dari stasiun Kamakura
• Waktu Untuk Tiba: 25 menit
• Biaya Masuk: 100-yen
• Buka: 7:00 sampai matahari tengelam
• No.Telepon : 0467-22-2077
• Tempat Penginapan: Tidak Tersedia
Latar Belakang Sejarah
Pada pertengahan abad 13, lokasi kuil ini digunakan
sebagai tempat tinggal pribadi dari Mitsunori Yadoya, pendiri dari
Kuil dan satu dari tujuh pensiunan pegawai Gubernur Ke-5, Tokiyori
Hojo (1227-1263). Bhiksu Nichiren (1222-1282), pendiri dari Nichiren
Shu Buddhisme, dan penulis dari beberapa risalah yang terkenal yang
diberi judul “Tingkatan Penetapan dengan Mendirikan Ajaran”,
dan mengirimkannya kepada Gubernur. Beliau berpikir bahwa Mitsunori
Yadoya yang paling cocok dan meminta ia untuk menolongNya. Mitsunori
menerima tugas itu dan menyampaikan risalah itu kepada Gubernur
untuk diperhatikan. Kembali pada tahun 1260. Dalam risalah, Nichiren
menyatakan bahwa ajaran yang benar dan sesuai dalam Buddhisme adalah
terdapat dalam Hokekyo, atau Saddharma Pundarika Sutra, bukan yang
lainnya, dan ia mengkritik ajaran dari berbagai sekte lainnya termasuk
Zen, yang merupakan hati kepercayaan dari Tokiyori. Kenyataaannya,
Tokiyori yang mendirikan Kuil Zen Kenchoji, tujuh tahun yang lalu.
Sebagaimana yang telah diperkirakan, Tokiyori menolak
risalah itu, dan ia merasa telah diserang secara nyata. Tanpa gentar,
Nichiren terus melanjutkan penyebarluasan ajaranNya, meskipun terdapat
beberapa kasus penganiayaan. Pada thaun 1271, Ia telah diajukan
ke pengadilan dan dijatuhi hukuman mati. Di Tatsunokuchi dekat Kuil
Ryukoji, Ia akan dihukum mati (Lihat Kuil Ryuko-ji). Pada saat-saat
terakhir, Ia telah diselamatkan oleh sebuah kejadian keajaiban,
dan dihukum pembuangan ke Pulau Sado yang terletak di Propinsi Niigata.
Pada saat yang sama, kelima murid Nichiren pun
ditangkap dan dituduh bersekutu, dan di penjara disebuah goa di
kediaman Mitsunori. Termasuk diantara mereka adalah Bhiksu Nichiro
(1243-1320), satu dari Enam Murid Utama Nichiren, dan bhiksu pendiri
dari kuil Myohonji. Beliau bergabung dengan Nichiren Shu ketika
berusi 10 tahun, dan sangat penuh perhatian kepada Nichiren, dan
dikatakan bahwa, “Dimanapun Nichiren berada dan pergi, disitu
pasti ada Nichiro bersamaNya.”
Meskipun Mitsunori ditugaskan untuk menjaga mereka
sebagai penjaga penjara, namun ia memperlakukan mereka dengan baik,
sehingga ke lima murid itu merasa nyaman. Bhiksu Nichiro membalas
keramahannya. Mitsunori pun akhirnya mengikuti kepercayaan dari
Bhiksu Nichiro dan menunjukkan kesetiaannya kepada Nichiren. Sebulan
sebelum berakhirnya penahanan, secara pasti Mitsunori secara sendiri
meninggalkan ajaran Zen sebagai pegawai Tokiyori, mulai menerima
ajaran dari Bhiksu Nichiro. Setelah kematian Tokiyori beberapa tahun
kemudian, Mitsunori akhir menerima dan masuk kedalam Nichiren Shu,
dan berhasil melakukan pembicaraan untuk pembebasan Nichiren dari
pembuangan. Ia kemudian, merubah kediamannya menjadi sebuah Kuil
dan dipersembahkan kepada Nichiren Shu, dan menetapkan Bhiksu Nichiro
sebagai kepala kuil pertama. Sampai sekarang, kuil ini masih berdiri
dengan kokoh.
Mitsunori dapat dibaca sebagai "Kosoku"
dalam dialek Chinese, sehingga nama beliau dijadikan nama dari kuil
ini. Bagian pertama nama resmi dari kuil “Gyoji” diambil
dari nama ayahnya “Yukitoki”, yang bisa dibaca sebagai
“Gyoji” dalam karakter chinese.
Goa tempat penahanan Bhiksu Nichiro dan lainnya
pada tahun 1271 masih tetap utuh sampai sekarang yang terletak dibagian
utara dari makam. Kuil ini terdiri dari beberapa bangunan yang lebih
kecil seperti Pintu Gerbang Sanmon, Aula Utama dan Tempat Tinggal
Bhiksu.
Pintu Gerbang Sanmon
Sebuah kotak sumbangan diletakkan ditengahnya. Pengunjung diharapkan
dapat memberikan sumbangan sekitar 100 yen.
Aula Utama
Dibangun kembali pada tahun 1650, Aula utama menempatkan
sekitar 10 rupang: Rupang Nichiren dibuat pada tahun 1661, Bhiksu
Nichiro dan empat rekan kerjanya dibuat pada tahun 1673, yang sama-sama
dikurung di goa, dan seorang bhiksuni bernama Ohbai-in dibuat pada
tahun 1844. Objek utama adalah rupang Nichiren dan Stupa Odaimoku,
yang ditulis langsung oleh Nichiren sendiri ketika Beliau dihukum
pembuangan di Pulau Sado.
Tugu Batu
Segera setelah kita melewati pintu gerbang Sanmon,
kamu akan menemukan sebuah tugu batu, yang diukir dengan kaligrafi
yang indah. Orang awam tidak akan mampu menerjemahkan arti dari
kaligrafi itu. Menurut buku petunjuk, ini adalah kaligrafi dari
Nichiren, dan bagian dari surat yang dialamatkan kepada Mitsunori
yang menanyakan kepada dia untuk mengantarkan riasalah Beliau kepada
Tokiyori Hojo, Gubernur Ke-5 Hojo.
Goa Penjara
Sebuah jalan kecil disebelah utara sekitar 90 langkah
akan membimbing para pengunjung kesebuah Goa. Terdapat sebuah pintu
gerbang dari kayu yang berat seperti penjara, yang menutup goa bawah
tanah itu dan biasanya selalu terkunci. Separuh jalan menuju goa
itu terdapat sepasang Tugu Makam untuk Tuan dan Nyonya Mitsunori
Yadoya.
Taman Bunga
Sebuah taman bunga yang penuh dengan berbagai macam
bunga dan sejumlah bunga musiman lainnya seperti :
• Bunga Aprikot Jepang atau Prunus mume: Berbunga akhir Januari
sampai awal maret.
• Bunga Mitsumata atau Edgeworthia papyrifera: Pertengahan
Pebruari sampai awal Maret .
• Bunga Jepang atau Chaenomeles: Pada akhir maret sampai awal
April.
• Bunga Aronia atau Malus halliana: awal sampai pertengahan
April (Photo)
• Bunga Peony atau Paeonia suffruticosa: akhir April
• Bunga Iris atau Iris laevigata: Pertengahan sampai akhir
Juni.
Yang paling terkenal adalah Bunga Aronia Jepang
yang berusia 150 tahun, dengan tinggi 7 meter dan batang berukuran
40 cm. Kota Kamakura menetapkan bunga ini sebagai Bunga Kota Kamakura.
Pada saat berbunga, halaman kuil akan penuh dengan para pemotret
amatir bunga dengan lensa-lensanya. Bunga Aprikot Jepang, yang berusia
300 tahun, juga menarik pengunjung pada bulan Pebruari.
Kenji Miyazawa dan monumen puisi
beliau.
Sebuah batu monumen bujur sangkar yang mengukir
lirik dari seorang ahli filosofi dan puisi terkenal, Kenji Miyazawa
(1896-1933) terletak dibagian kiri dari halaman. Ia juga seorang
penganut dari Nichiren Shu Buddhisme. Salah satu puisi yang terkenal
adalah “Kita dapat memukul hujan”, yang juga menjadi
pelajaran di buku-buku sekolah, puisi ini diukir di batu tersebut.
Puisi ini ditulis dalam bahasa yang sederhana, mengajarkan kita
agar hidup berhemat dan rendah hati, dan tabah, namun harus tetap
murah hati, peduli pada orang lain. Beliau adalah seorang guru di
Hanamaki, Propinsi Iwate. Beliau juga menulis “Malam di Kereta
Bima Shakti”, sebuah cerita khayalan. Karena tulisan ini,
maka ia juga dikenal sebagai penulis cerita anak-anak. Kenyataannya,
Ia bukan seorang penulis yang biasa saja, tetapi juga seorang filosofi
dan seorang penganut Nichiren Shu. Hasil kerjanya termasuk, tiga
jilid puisi yang diberi judul “Musim Semi dan Asura”,
dimana sangat sulit dimengerti oleh orang awam. Tidak hanya itu,
Ia juga seorang Vegatarian yang ketat dan juga tidak menikah seumur
hidupnya. |