| Nichiren
Shonin menulis risalah yang terkenal " Rissho Ankoku-Ron"
dan belajar semua naskah-naskah buddhisme didalam kuil ini dalam
keinginannya untuk mendapatkan ajaran yang sesungguhnya, Beliau
belajar di Kyozo (perpustakaan sutra-sutra Buddhis) di Kuil ini.
Kuil berada dalam lingkungan yang tenang dan dari sini dapat melihat
Gunung Fuji, dan karena keaslian dan kelengkapan tempat ini sehingga
Nichiren Shonin memilih tempat ini untuk tempat pembelajarannya.
Sepanjang masa pembelajarannya (kira-kira tahun
1257-60,) bencana besar seperti gempa bumi, banjir, kelaparan dan
wabah penyakit serta perang saudara terus menerus terjadi. Nichiren
Shonin yang kritis akan keadaan ini, pergi kekuil ini untuk mencari
tahu sebab-sebab segala bencana ini dan cara untuk mengatasinya.
Di Kuil Jisso-ji terdapat satu dari dua naskah Issai-kyo (semua
naskah sutra Buddha) yang dibawa oleh Bhiksu Enchin dari Dinasti
Tong.
Nichiren Shonin menghabiskan waktu selama dua tahun
untuk belajar, merenung dan menulis “Rissho Ankoku-ron”
dan menyampaikan risalah itu kepada para penguasa, Hojo Tokiyori
pada bulan juli 1260. Fokus utama dari risalah ini adalah agar para
penguasa mengikuti ajaran yang sesungguhnya Saddharma Pundarika
Sutra dengan menganti ajaran Zen dan Nembutsu untuk menyelamatkan
negara dan rakyat agar hidup dalam kedamaiannya. Jika hal ini tidak
dilakukan maka negara ini akan mendapat serangan dan penghancuran
dari seberang lautan (Kokkan yang pertama).
Ringkasan Sejarah
Kuil Jisso-ji didirikan pada tahun 1145 sebagai
Kuil Tendai Shu (Sekte Tendai) oleh bekas kaisar Toba Hohoh. Keseluruhan
dari Issai-kyo telah berhasil dibawa dengan aman oleh Enchin ke
kuil ini. Jisso-ji pada satu waktu terdiri dari 49 kuil. Setelah
Nichiren Shonin tiba dikuil ini, Chikai menjadi muridnya, dan mengubah
namanya menjadi Nichigen dan menjadi kepala kuil kedua. Pada tahun
1568, Kuil Jisso-ji, dibakar habis oleh Takeda Shingen, namun semua
catatan yang ada dapat terselamatkan. Kuil ini kemudian dibangun
kembali oleh bhiksu kesembilan, Nichiko pada periode Keicho (1596-1615).
Beberapa kali Kuil Jisso-ji hancur karena bencana alam seperti topan,
dan telah diselamatkan oleh banyak orang dan keluarga seperti Shijo,
Misawa, Nanjo, Nishiyama, Matsuno, Uchifusa, Hakiri dan lain-lain.
Saat Sekarang
Kuil Jisso-ji saat sekarang menempatkan Issai-Kyo
di dalam Aula Soshi-do (Aula pendiri). Rupang Nichiren Shonin yang
memegang naskah “Rissho Ankoku-ron” juga diabadikan
di Soshi-do. Sebagai tambahan dari bangunan ini, Kuil Jisso-ji juga
terdapat Aula Hondo (Aula Buddha Sakyamuni), Aula Shichimen-do (Aula
Shichimen), Pintu Gerbang Sanmon, Bel Shoro-do, Kuri (Tempat tinggal
bhiksu) dan bangunan lainnya. |