KUIL CHOKO ZAN MYOHON JI
(Peta Kuil)
 
  • Nama Resmi : Choko Zan Myohon Ji
  • Sekte : Nichiren Shu, Buddhisme
  • Objek Pemujaan Utama: Rupang Buddha Sakyamuni dan Nichiren Shonin
  • Didirkan pada tahun: 1260 Oleh : Yoshimoto Hiki
  • Bhiksu Pendiri : Nichiro (1245-1320)
  • Alamat : 15-1, Omachi 1-chome, Kamakura , Kanagawa 248-0007
  • Luas Kuil : 8,700 meters persegi
  • Lokasi : 800 meter bagian timur dari stasiun Kamakura
  • Waktu tempuh untuk kekuil : 10 menit setelah stasiun Kamakura
  • No Telepon: 0467-22-0777
  • Penginapan : Tersedia
 

Latar Belakang Sejarah

Kuil ini berdiri dengan indahnya dikaki sebuah bukit selama berabad-abad lamanya. Kita kembali pada masa abad ke-13, bagaimanapun ditempat ini pernah terjadi sebuah tragedi besar peperangan diantara para kaum samurai. Setelah meninggalnya Yoritomo Minamoto (1147-1199), pendiri keShogunan Kamakura . Kedudukan Shogun berpindah kepada Yoriie Minamoto (1182-1204), anak pertama dari Yoritomo. Ia baru berumur 16 tahun, terlalu muda untuk dapat menangani tugas seorang shogun, dan kekuasaan sesungguhnya berada di tangan Masako Hojo, ibunya, dan kakeknya Tokimasa Hojo (1138-1215).

Yoriie sangat tidak senang atas perlakuan dari ibu dan kakeknya. Ia sangat senang berburu wanita dan mempunyai beberapa istri muda dirumahnya. Pada tahun In 1203, Yoriie jatuh sakit dan segera akan meninggal dunia. Oleh karena itu, Masako dan Tokimasa merencanakan untuk membagi dua wilayah KeShogunan yakni; satu untuk anak dari Yoriie yaitu Ichiman dan satu wilayah lagi untuk saudara muda Yoriie, Sanetomo (1192-1219). Yoriie yang telah menikah dengan Wakasa, anak dari Yoshikazu Hiki (?-1203), yang merupakan seorang kepala keluarga samurai.

Anak pertama Yoriie, Ichiman baru berumur 6 tahun ketika Yoriie mengalami sakit yang serius. Sebelum Yoriie meninggal, diharapkan Ichiman telah siap untuk mengambil posisi sebagai Shogun. Jika akhirnya Ichiman berhasil mengambil posisi Shogun, Yoshikazu dan keluarganya akan mempunyai kekuasaan yang kuat sebab mereka menjadi keluarga keshogunan. Hal ini membuat keluarga Hojo menjadi takut.

Hiki telah menjalini hubungan yang dekat dengan Yoritomo sejak masa lalu. Sebenarnya, ibu mertua dari Yoshikazu's telah membantu Yoritomo muda secara keuangan ketika ia diasingkan ke semenanjung Izu, dan istri Yoshikazu's mengangkat Yoriie sebagai anak angkatnya. Secara alami, Yoriie lebih menyukai keluarga Hiki dibanding keluarga Hojo.

Mendengar bahwa Masako dan Tokimasa merencanakan untuk membagi dua sistem pemerintahan, Yoshikazu menjadi marah sebab ia percaya bahwa anak pertama dari Shogun, Ichiman dalam hal ini berhak untuk mewarisi semua kekayaan dan kekuasaan. Kemudian kepada Yoriie, Yoshikazu memberitahukan beliau bahwa Masako dan Tokimasa berusaha untuk menyingkirkan Yoriie. Kemudian, Yoriie memerintahkan Yoshikazu untuk segera menghancurkan keluarga Hojo. Disisi lain, Masako yang mendengar percakapan itu, ia dan keluarga Hojo segera mengambil tindakan juga.

Segera setelah itu, Tokimasa mengundang Yoshikazu untuk menghadiri sebuah acara keagamaan ditempat kediaman Tokimasa untuk perayaan sebuah rupang baru dari Yakushi Nyorai atau Bhaisajyaguru. Ia melaksanakan upacara untuk meminta kesembuhan dari Yoriie dari penyakitnya. Yoshikazu menerima undangan itu, dan tidka memperdulikan peringatan dari pengawalnya bahwa akan terjadi sebuah konspirasi dalam acara keagamaan itu.

Yoshikazu telah salah memprediksi. Ia pergi kekediaman Tokimasa dengan hanya membawa beberapa orang pengawal saja. Segera setelah ia tiba, orang-orang Tokimasa membunuhnya dalam serangan mendadak. Seluruh keluarga Yoshikazu dan kaum samurai Hiki segera berkumpul di kediaman Yoshikazu, (dimana merupakan tanah tempat berdirinya kuil ini) untuk mempersiapkan sebuah peperangan. Tokimasa dan Masako telah mempersiapkan rencana selanjutnya dan membuat kerjasama dengan beberapa kelompok yang kuat. Hojo dan sekutunya, segera bergerak, dan menyerang kediaman Hiki. Sebuah pertempuran berlangsung selama beberapa jam, dan akhirnya kelompok Hiki dikalahkan. Ini terjadi pada tahun 1203. Sebanyak 100 orang tewas dalam pertempuran ini termasuk anak dari Yoriie, Ichiman. Melihat bahwa seluruh keluarganya telah terbunuh, Wakasa kemudian bunuh diri. Keluarga Hiki hampir musnah.

Setelah pertempuran itu, Yoriie dipaksa turun dari jabatan Shogun dan dibuang ke semenanjung Izu, dimana ia meninggal satu tahun kemudia, 1204. Posisi Shogun kemudian dipegang oleh Sanetomo Yoritomo, anda kedua dari Yoritomo dan adik Yoriie. Ia berumur 12 tahun.

Seorang keluarga Hiki yang selamat dalam pertempuran yaitu anak bungsu Yoshikazu, Yoshimoto (1201?-1286), pendiri dari Kuil ini. Ia dikirim ke Kyoto dan bekerja untuk Kaisar Juntoku(1197-1242). Ketika kaisar diasingkan ke Pulau Sado di daerah administrasi Niigata pada tahun 1221, sebagai akibat dari ketidakberhasilannya menumbangkan keShogunan Kamakura, Yoshimoto mengikuti kaisar itu ke pulau dan tinggal disana selama 12 tahun. Setelah kaisar meninggal, Yoshimoto kembali ke Kamakura , dimana ia bertemu dengan Nichiren (1222-1282), pendiri dari Nichiren Shu. Nichiren sedang melakukan pembabaran Dharma dijalanan kota Kamakura . Yoshimoto tertarik dengan gerakan dan ceramah dari Nichiren dan akhirnya menjadi seorang murid, ia lebih tua 21 tahun dari Nichiren. Yoshimoto pernah menolong Nichiren merampungkan risalah yang terkenal yakni "Mendamaikan Negara dengan Menegakkan Ajaran Yang Sesungguhnya." Karena risalah ini, maka Nichiren kemudian dibuang ke Pulau Sado. Namun, setelah Nichiren dilepaskan dari hukuman pembuangan dan kembali ke Kamakura , Yoshimoto menyediakan tempat dikediamannya sebagai tempat untuk belajar Nichiren.

Mengikuti saran dari Nichiren, Yoshimoto kemudian mendirikan sebuah kuil untuk memberikan ketenangan bagi ayah, adik dan anggota keluarga lainnya yang telah meninggal. Pembangunan kuil ini rampung 50 tahun setelah kematian seluruh keluarganya. Kuil ini secara resmi diberi nama Choko Zan diambil dari nama buddhisnya dan Myohon dari nama ibunya. Kuil ini adalah salah satu kuil tertua dari Nichiren Shu di kota Kamakura .

Pintu Gerbang Niten-mon atau Pintu Raja Dewa

Gerbang bagian dalam adalah sebuah bangunan yang sangat besar, dan semua kuil Nichiren Shu mempunyai pintu gerbang ini, biasa disebut Niten-mon, berarti pintu Dua Raja Dewa. Kedua sisinya membuat rupang dari Jikokuten atau Dhrtarastra, dan Bishamonten atau Vaisravana.

Aula Soshido (Aula Bhiksu Pendiri)

Sebagaimana halnya semua kuil-kuil Nichiren Shu, Aula Bhiksu Pendiri adalah sangat luas dan megah, dan terletak ditengah-tengah lokasi kuil. Sebgai objek pemujaan utama adalah rupang Nichiren diletakkan ditengah altar. Rupang kayu ini dibuat pada abad ke-14 oleh Bhiksu Nippo (1259-1341), murid Nichiren dan seorang pemahat yang terbaik, pada jaman Nichiren, dan diantara karyanya adalah tiga rupang Nichiren yang dibuat dari satu balok kayu yang sama. Dua diantara rupang itu disemayamkan di Kuil Kuonji, Gunung Minobu, Daerah Administrasi Yamanashi (Kuil Pusat Nichiren Shu) dan di Kuil Honmonji, Ota, Tokyo , dimana tempat Nichiren meninggal dunia.

Terletak disebelah kiri rupang Nichiren, rupang Bhiksu Nichiro dan istrinya, rupang Yoshikazu dan istrinya. Dan disebelah kanan terdapat rupang Bhiksu Nichirin (1297-1359) (seorang murid Nichiren), Yoshimoto Hiki dan istrinya. Ruangan 9 meter persegi ini direnovasi kembali pada masa Edo (1603-1868).

Aula Reihoden

Sebuah bangunan yang terletak berdekatan dengan Aula Utama, dimana merupakan tempat menyimpan barang-barang pusaka yang berhubungan dengan Nichiren dan Bhiksu Pendiri, Nichiro. Kuil ini juga menyimpan beberapa pusaka seperti, berbagai macam rupang dewa, dokumen kuno, dan barang-barang kuno buddhis lainnya.

Pusara Lengan Baju Ichiman's Sodezuka

Pada bagian kanan setelah pintu gerbang Niten-mon terdapat sebuah tanah lapang berukuran 5 meter persegi, ditanami pohon bambu, dengan sebuah lentera batu dan atap penutup. Ini adalah pusara lengan baju dari Ichiman's Sodezuka . Setelah pertempuran pada tahun 1203, sebuah lengan baju, bagian dari kimono Ichiman, telah ditemukan dan dikuburkan disini sebagai monumen peringatan. Kanopi pusara dibuat pada tahun 1904 dalam rangka perayaan kematian Ichiman yang ke 700 tahun. Tempat ini selalu terlihat bersih dan dipenuhi oleh bunga. Dibelakang pusara ini juga terdapat beberapa pusara lain dan kanopi dari sejumlah anggota keluarga Hiki. Mereka ditempatkan disini semasa periode Edo (1603-1868).

Aula Utama

Aula utama terletak dibagian kiri diantara pintu gerbang luar dan dalam, bangunan ini lebih kecil dibandingkan aula Soshido hall. Objek utama diaula ini adalah rupang dari Shaka Nyorai atau Buddha Sakyamuni, yang dibuat pada periode Muromachi (1336-1573).

Dewa Jakushi Myojin

Segera setelah memasuki pintu gerbang luar, kita akan menemukan sebuah tempat suci yang disebut Jakushi Myojin, yang dibangun untuk tempat istirahat jiwa dari Wakasa. Pada waktu Ia mengetahui bahwa anaknya yang berumur enam tahun telah dibunuh, ia melakukan bunuh diri disini.

60 tahun setelah tragedi pada tahun 1203, sejumlah peristiwa kemalangan terjadi di Kamakura . Pada tahun 1256, Shogun keempat dan kelima, Yoritsune (1218-1256) dan Yoritsugu (1239-1256) (anak dari Yoritsune) meninggal berturut-turut. Sejumlah gempa bumi besar terjadi Kamakura pada tahun 1257, dan Kuil Jufukuji yang didirikan oleh Masako Hojo musnah terbakar pada tahun 1258. Orang-orang berpikir bahwa semua kejadian ini terjadi karena gangguan dari roh gentayangan. Keluarga Hojo juga mengalami sejumlah peristiwa yang sama. Masamura Hojo (1205-1273), Bupati ke tujuh Hjo dan anak keempat dari Bupati kedua Yoshitoki, mempunyai seoran ganak perempuan yang sakit serius sejak tahun 1260. Masamura melakukan segala cara untuk menyembuhkan anaknya. Pada suatu malam, ia terjaga dari tidurnya dan lari ketempat tidur anaknya yang berteriak, ia menemukan api keluar dari mulut anaknya. Ia melihat anaknya mengeliat seperti ular dan mengatakan bahwa ia adalah penjelmaan dari Wakasa dan ingin membalas dendam kepada keluarga Hojo, yang telah membunuh anaknya yang berumur enam tahun. Masamura berjanji kepada ular jelmaan itu untuk membangun sebuah tempat suci bagi ketenangan roh dari Wakasa.

Jakushi Myojin dibangun segera setelah peristiwa itu untuk roh dari Wakasa. Tempat ini dibuatkan atap yang bagus untuk menaunginya. Legenda mengatakan bahwa setelah ia bunuh diri, ia menjelma menjadi seekor ular, namun ular itu hidup penuh penderitaan. Jakushi secara halfiah berarti "Membebaskan penderitaan dari ular". Sebuah acara diadakan setiap tanggal 1 september ditempat ini. Tempat suci ini juga merupakan dewa penjaga dari kuil.

Dai-enbo

Sebuah bangunan bersegi delapan yang unik berdiri disisi kanan dan berdekatan dengan kuil, tempat ini disebut Aula Dai-en-bo dan digunakan sebagai bagian dari Kuil Myohonji. Ini adalah bangunan tertua di kuil, yang selamat dari gempa bumi besar Kanto pada tahun 1923. Hari ini, aula ini digunakan sebagai tempat bermain anak-anak. Antara pintu gerbang luar dan dalam berjarak sekitar 250 meter yang dihiasi oleh sejumlah pohon pinus Jepang tua.

Pada bagian halaman depan Aula Soshido terdapat sebuah pohon yang Kaido (aronia atau Malus halliana). Pada pertengahan April, bunga berwarna merah jambu bermekaran dengan indahnya. Selain pohon bunga Kaido , terdapat juga Shaga (fringed iris atau Iris japonica) dibulan April, Ajisai (Hydrangea atau Hydrangea macrophylla) dibulan Juni, Nozen-kazura (great trumpet flower atau Campsis chinensis) dibulan Juli. Pada bulan Nopember, terdapat bunga Icho (Ginkgo atau Ginkgo biloba) yang berbunga dengan indahnya.

 
Aula Utama Hondo
(Gambar diatas menunjukkan sebuah patung perunggu raksasa dari Nichiren yang dibuat pada bulan April 2002 untuk memperingati ulang tahun ke 750, penyebaran ajaranNya. Empat aksara China tertulis disana yang dibaca sebagai "ko-sen rufu" dan menandakan penyebarluaskan Buddhisme dengan didasarkan pada Saddharma Pundarika Sutra).
Aula Soshido
Pusara Makam Ichiman
Jakushi Myojin
Pintu Gerbang Niten Mon