- Nama Resmi: Hokyuzan Daizen-in Jogyoji
- Sekte Agama : Nichiren Shu Buddhisme
- Didirikan Pada Tahun: 1313 Oleh : (tidak diketahui)
- Bhiksu Pendiri : Nichihan (1201-1320)
- Objek Pemujaan Utama : Rupang Nichiren, dan Stupa Odaimoku
- Alamat: 8-17 Ohmachi 2-chome, Kamakura , Kanagawa 248-0007
- Luas kuil : lebih kurang 1,500 meter persegi
- Lokasi: 700 meter selatan stasiun Kamakura
- Waktu Yang Diperlukan Untuk Kesana : 15 menit
- Biaya Masuk : Gratis
- Buka: 9:00-18:00
- No.Telepon : 0467-22-5381
- Penginapan: Tidak Tersedia
Latar Belakang Sejarah
Semua literatur yang mengacu kepada kuil ini memberitahukan kepada kita sebuah cerita tentang seorang Samurai Jepang masa lalu, yang melakukan sebuah upacara bunuh diri "Seppuku" disini. Nama dia adalah Matsunosuke Hiroki (1838-1863). Shogun Tokugawa mulai melakukan poltik isolasi pada tahun 1636, menutup pintu bagi orang asing kecuali orang China dan Belanda, selama lebih kurang 200 tahun sampai semua Kapal U.S. Commodore Matthew C. Perry (1794-1858), dengan perlengkapan senjata berat dan kapal berwarna hitam, berlabuh didekat pantai Uraga, salah satu sisi dari Kamakura, semenanjung Miura pada tahun 1853 untuk melakukan negosiasi untuk membuka pelabuhan Jepang. Beliau membawa surat dari Presiden Fillmore yang dialamatkan kepada Shogun, dengan ancaman jika Jepang menolak, maka akan terjadi perperangan, dan Jepang akan kalah. Pemerintah berada dalam situasi serba salah, membuka isolasi atau tidak. Kelompok garis keras mengatakan harus melawan orang asing dan tetap melakukan politik isolasi sedangkan kelompok lain, membuka dan melakukan hubungan diplomatik dengan negara asing.
Satu tahun kemudian pada tahun 1854, Jepang pada akhirnya menandatangani perjanjian perdamaian dan persahabatan dengan Amerika dan membuka dua buah pelabuhan: Shimoda di Semenanjung Izu and Hakodate di Hokkaido. Konsulat Amerika pertama adalah Townsend Harris (1804-1878) yang diberangkatkan ke Shimoda dan dia meminta Jepang untuk membuka pasarnya pada masa mendatang. Pada 1858, seorang penjabat tinggi pemerintahan Jepang yang dipanggil Naosuke Ii (1815-1860) memutuskan untuk memasuki Perjanjian Persahabatan dan Perdagangan dengan Amerika mendapat dukungan yang kuat dari kaum oposisi, dan meskipun tidak mendapatkan persetujuan dari Kaisar. Perjanjian itu ditanda tangani pada tanggal 29 Juli 1858.
Pada tahun 1860, dua tahun setelah Perjanjian itu ditanda tangani, Naosuke Ii dibunuh didekat Istana Kerajaan dalam perjalanan ke kantornya. Pembunuhnya adalah sebuah kelompok samurai yang terdiri dari 18 samurai berhaluan kanan yang berasal dari Mito di Propinsi Ibaraki , satu dari tiga cabang keluarga terkuat dari Tokugawa. Empat dari pembunuh terbunuh di pertempuran, Empat bunuh diri setelah tahu bahwa Li berhasil dibunuh, dan tujuh dihukum mati. Dan sisanya tiga orang masuk dalam daftar pencarian.
Salah satu diantara mereka adalah Matsunosuke Hiroki. Selain menghindari diri dari pencarian, ia juga menyamarkan diri dan melakukan perjalanan sepanjang pantai Jepang. Kemudian pada tahun 1862, secara diam-diam ia kembali ke Kamakura dan bekerja sebagai penjaga kuburan kuil. Setelah satu tahun disana, ia menyadari bahwa rekan-rekannya telah ditangkap dan dibunuh atau bunuh diri, hanya dirinya sendiri yang masih hidup. Ia sangat malu akan keadaan itu dan telah melanggar kode etik seorang samurai. Ia kemudian melakukan seppuku . Pada tanggal 3 maret 1863, pada hari yang sama dengan kejadian pembunuhan itu, ia melakukan seppuku atau bunuh diri samurai. Ia berusia 25 tahun ketika itu. Sekarang, makam beliau berada dalam daerah pemakaman kuil bagian kiri dari Aula Utama.
Aula Utama
Aula yang sekarang ini aslinya dibangun pada tahun 1812 sebagai Aula Bhiksu Pendiri didekat Kuil Myoho Ji, tetapi kemudian dipindahkan kesini pada tahun 1886. Berukuran 54 meter persegi, aula ini termasuk kecil dan terlihat tidak terawat, perlengkapan didalamnya sangat sederhana. Cat langit-langit dihiasi dengan ornamen bunga, dan burung, dan pada tiang baloknya diukir gambar zodiak 12 binatang.
Objek utama pemujaan didalam aula ini terdiri dari satu kelompok rupang,:
-
Sanbo Honzon , terdapat juga rupang Nichiren, rupang Buddha, dan sebuah stupa yang bertuliskan Namu Myoho Renge Kyo, sebagaimana yang biasa kita lihat disemua kuil Nichiren Shu lainnya.
-
Sebuah Rupang Kishimojin , atau Hariti (Sanskrit). Kishimojin adalah Dewi Anak-anak. Bertugas untuk melindungi jiwa anak dan wanita hamil. Pada awalnya ia adalah seorang iblis tetapi disadarkan oleh Sang Buddha sehingga akhirnya ia menjadi dewi pelindung anak-anak.
-
Rupang Senju Kan'non atau Sahasrabhuja (Skt). Senju Kan'non berarti Kannon Seribu Senjata (Bodhisattva Avalokitesvara Seribu Tangan). Rupang ini mempunyai banyak senjata.
-
Kasamori Inari . Ini adalah Dewa dari Shinto. Ini berbentuk sejumlah batu berwarna hitam. Dewa Kasamori dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit dan kesehatan.
|