|
Docho ke Jepang, April 2003
Pada tanggal
4 april 2003, Rev.Faulconer bersama dengan tiga orang Shami (calon
Bhiksu/bhiksuni) baru berkunjung ke Jepang untuk menghadiri Upacara
Docho di Kuil Kiyosumi. Shamini Lynda Caine-Barrett, Shami Matt
Miller Dan Shami Philip Sorenson, menjalani upacara untuk berjanji
di kuil Seicho-Ji bahwa pada masa mendatang akan melayani dan menjadi
Bhiksu / Bhiksuni Nichiren Shu. Ketika seseorang memutuskan untuk
menjadi seorang Bhiksu / Bhiksuni ada beberapa langkah yang harus
ditempuh.
- Yang
pertama, menemukan seorang guru, seseorang yang akan menjadi pembimbing
mereka dan mengajar mereka selangkah demi selangkah.
- Kemudian
calon Bhiksu / Bhiksuni membuat janji / sumpah pertama mereka
didalam suatu upacara yang disebut Upacara Tokudo. Di dalam upacara
ini calon Bhiksu / Bhiksuni meninggalkan rumah secara simbolis
untuk menyebar Dharma. Mereka menerima nama Buddhis dan mencukur
botak rambut mereka.
- Langkah
yang ketiga, adalah untuk mengikuti Upacara Docho. Selama Upacara
Docho calon Bhiksu / Bhiksuni pergi ke Jepang dan membuat janji
/ sumpah untuk menjadi seorang Bhiksu / Bhiksuni pada masa mendatang.
Tempat Upacara Docho ini mengambil tempat dimana Nichiren Shonin,
750 tahun yang lalu berjanji untuk menyebarluaskan Saddharma Pundarika
Sutra.
Untuk upacara
ini maka ketiga Shami baru itu pergi ke Jepang. Shami yang baru
akan belajar dan belajar selama beberapa tahun berikutnya lagi.
Ketika mereka sudah mencapai suatu tingkatan tertentu, mereka akan
diuji. Jika mereka bisa melewati ujian itu, maka mereka harus pergi
ke Kuil Minobu selama 35 hari. Setelah melewati ini semua, maka
pada hari ke 35 mereka akan ditahbiskan sebagai seorang Bhiksu /
Bhiksuni. Di bawah terdapat beberapa foto kunjungan ke tiga shami
baru itu ke Jepang.
Di
Kuil Seicho-Ji
Kami mendarat
Bandara Narita ( Tokyo, Jepang) pada tanggal 2 April 2003. Keesokan
harinya kami berangkat ke Kominato - Propinsi Chiba. Kami memulai
perjalanan, dengan mengunjungi Kuil di mana Nichiren Shonin dilahirkan
dan tumbuh dewasa, Kuil Tanjo-Ji. Di bawah terlihat ke tiga Shami
baru berdiri di gerbang Kuil Tanjo-Ji.

Keterangan
Gambar (dari kiri): Shamini Lynda Caine-Barrett, Shami Matt Miller
Dan Shami Philip Sorenson
Setelah
berkunjung ke Kuil Tanjo-Ji, kami menuju ke arah Kuil Seicho-Ji
untuk mengikuti Upacara Docho. Bertempat di aula pelatihan dari
kuil, disini intruksi diberikan dan di uji kemampuan mereka dalam
membaca Bab.16 Saddharma Pundarika Sutra.

Keterangan
Gambar : Para guru pembimbing meninggalkan muridnya dan para Shami
akan diuji.
Pagi hari
berikutnya, mereka akan berjalan mendaki ke puncak gunung dimana
Nichiren Shonin pertama kali menyebut Odaimoku dan seiring dengan
munculnya matahari pagi sama seperti saat Nichiren Shonin 750 tahun
yang lalu menyebut O'daimoku. Setelah selesai para Shami akan kembali
ke Kuil Seicho-Ji dan melakukan janji / sumpah di hall atau aula
pendiri Nichiren Shonin.

Keterangan
Gambar : Di sini kita lihat Shami Matt Miller akan menerima sertifikat
dari Archbishop (Uskup). terlihat juga Shami Philip dan Lynda. Setelah
upacara ini maka ke tiga shami telah resmi menjadi Shami di Nichiren
Shu.
Mishima
Ketika
kami di Jepang, Rev.Imai telah mengundang kami untuk menginap di
rumahnya yakni bagian dalam dari Kuilnya di Mishima. Selama di Jepang
tiga minggu lamanya, kami menjalani kehidupan dalam kuil. Setiap
pagi kami bangun dan bersama-sama Rev.Imai melakukan Gongyo (membaca
paritta) pagi dan kemudian berkunjung ke rumah anggota di sekitar
kuil. Atas bantuan dari para anggota dan teman disekitar kuil, maka
kita dapat berkunjung ke banyak tempat. Kami sangat berterima kasih
atas bantuan ini terutama untuk Rev.Imai dan para anggota dan teman
baru kami.

Ket.Gambar
: Kuil Rev. Imai's, Hozen-Ji

Ket.Gambar
: Kamar tempat kami menginap, ruangan ini berada disebelah kiri
dari ruang utama kuil.

Ket.Gambar
: Altar Utama dari Kuil Hozen-Ji

Ket.Gambar
: Shami Myokei ( Lynda) yang berpakaian Shamini memimpin upacara
di Kuil. Para Shami secara bergiliran melaksanakan / memimpin upacara
Gongyo di pagi hari. Ini adalah suatu kesempatan sangat baik untuk
kami agar dapat belajar dan praktek. Mereka melakukan fungsi yang
berbeda di dalam setiap upacara antara lain mencakup memimpin, Kinza,
Mokusho, Taiko dan juga mempelajari bagaimana cara memakai dan mengenakan
pakaian yang berbeda dalam setiap upacara.
BERSAMBUNG
DI BAGIAN KEDUA >>> |