RINGKASAN
Bab ini membabarkan tentang dharanis (mantra gaib yang menjadi inti kehidupan spiritual) dari banyak dewa-dewi. Para dewa seperti Bodhisattva Gadgadasvara, Pradanasura, Raja Langit Vaisravana, Raja Langit Virudhaka, dan Sepuluh Iblis Perempuan dengan Ibu dari Para Iblis dan anak-anaknya. Penyebutan dharani adalah untuk melindungi para pelaksana, guru dan pembabar Saddharma Pundarika Sutra.
PENJELASAN
"Berapa banyak kebajikan yang akan diperoleh oleh putera puteri yang baik, yang menjaga, membaca, menerima, mengerti dan menyalin Saddharma Pundarika Sutra, Dharma Yang Luar Biasa ini ?" (P.325, L.6.):
Bodhisattva Baishajaraga (Yaku-o Bosatsu) bertanya kepada Sang Buddha tentang berapa banyak kebajikan yang akan diperoleh bagi mereka yang menjaga, menerima, membaca, mengerti dan menyalin sutra ini. Menjaga atau mempertahankan, membaca, menerima, memahami dan menyalin adalah Lima Pelaksanaan dari Saddharma Pundarika Sutra. Kita telah mempelajari hal ini dalam bab 10, dimana Buddha memberitahukan kepada Bodhisattva Baishajaraga dan delapan puluh ribu peserta pesamuan, apa yang harus dilakukan atau dilaksanakan oleh seorang guru dharma dan apa yang harus mereka jaga dalam pikiran mereka. Kemudian dalam bab ini, Bodhisattva Baishajaraga menanyakan tentang berapa banyak kebajikan yang diperoleh para Guru Dharma.
"Terdapat banyak kebajikan yang diperoleh seorang putra atau putri yang menjaga, membaca atau menerima meskipun hanya sebait sajak atau sepenggal kalimat dari sutra ini, memahami dengan penuh pengertian atau melaksanakannya. “ (P.325, L. 16.):
Sang Buddha menjawab pertanyaan dari Bodhisattva Baishajaraga. Kebajikan yang diperoleh melebihi jumlah pasir sungai Gangga. Meskipun kamu tidak membaca seluruh sutra tetapi hanya satu bab, satu bait atau satu sajak dari sutra dengan mempertahankan, membaca, menerima, mengerti dan menyalin nya. Mungkin kita ingin melaksanakan sesuai dengan jalan kita, tetapi sutra mengingatkan bahwa kita harus melaksanakan sesuai dengan pembabaran dalam sutra. "Myoho Renge Kyo" adalah nama dari Saddharma Pundarika Sutra. "Namu" berarti mempersembahkan, menghormati, menghargai, memuja dan menjunjung. Jadi ketika kita mempertahankan, membaca, menyebut, menjelaskan atau menyalin walau hanya "Namu Myoho Renge Kyo," kamu telah melaksanakan pelaksanaan yang sesuai dengan Saddharma Pundarika Sutra.
"Kemudian Bodhisattva Baishajaraga berkata kepada Sang Buddha, “Yang Dipuja Dunia! Sekarang aku akan memberikan dharani kepada para pembabar Dharma untuk melindungi mereka.'" (P.325, L.19.):
Bodhisattva Baishajaraga berjanji bahwa jika terdapat orang –orang yang menyerang atau menganiayai para guru dharma, yang membaca dan menerima sutra ini, maka mereka telah juga menyakiti dan menganiayai para Buddha. Kemudian ia mengucapkan dharani berikut ini: "Ani, mani, mane, mamane, shirei . . . "
"Kemudian Bodhisattva Pradanasura berkata kepada Sang Buddha, “Yang Dipuja Dunia! Saya juga akan memberikan dharani untuk melindung mereka yang membaca, menerima dan mempertahankan Saddharma Pundarika Sutra ini” (P.326, L.21.):
Bodhisattva Pradanasura (Yuze Bosatsu) berjanji bahwa ia akan melindungi para Guru Dharma dari Saddharma Pundarika Sutra. Ia berjanji bahwa para guru tidak akan mempunyai kelemahan yang dapat dimanfaat oleh siapapun juga dan ia mengucapkan dharani berikut "Zarei, makazare, ukki, mokki, arei ..."
"Kemudian Raja Langit Vaisravana, Pelindung Dunia berkata kepada Sang Buddha, ‘Yang Dipuja Dunia! Saya juga akan memberikan dharani untuk melindungi para guru dharma yang keluar dari rasa welas asih kepada seluruh mahluk hidup.'" (P.327, L.13.):
Raja Langit Vaisravana (Bishamon Tenno) berjanji bahwa ia akan melindungi dan membacakan mantra sebagai berikut "Ari, nari, tonari, anaro, nabi, kunabi." Ia juga akan melindungi mereka yang mempertahankan sutra ini sehingga mereka terbebas dari segala bencana sejauh seratus yojana darinya.
Vaisravana juga dikenal sebagai “Yang Banyak Mendengar” karena ia senang mendengarkan Dharma. Ia adalah salah satu dari Empat Raja Langit, pelindung dari empat penjuru dunia. Ia melindungi kehidungan dari orang disebelah utara dunia ini.
Raja Empat Penjuru Langit adalah raja dari dunia empat penjuru sekitar Gunung Sumeru (Shumisen dalam bahasa Jepang). Mereka melindung Buddhisme dan penganutnya dibawah pimpinan Dewa Indara (Taishaku-ten i). Dewa Indra adalah raja dari Empat Raja Langit. Ia aslinya adalah dewa hindu tetapi dalam Buddhisme, ia juga adalah pelindung dari Buddhisme dan para pengikutnya.
Nichiren Shonin menghormat dan menempatkan Empat Raja Langit dalam Gohonzon, sehingga nama mereka ditulis diempat suduh dari mandala.
"Kemudian Raja Langit Virudhaka, bersama ribuan juta nayuta gandharvas yang berada disekelilingnya, datang kepada Sang Buddha, dengan tangan terkatup, dan berkata kepadaNya,” Yang Dipuja Dunia! Saya juga akan melindungi para pelaksana Saddharma Pundarika Sutra dengan dharani. " (P.327, L.24.):
Raja Langit Virudhaka (Jikoku Tenno) juga salah satu dari Empat Raja Langit. Ia melindungi orang-orang dibagin timur dari dunia ini. Ia mengucapkan mantra berikut: "Akyanei, kyanei, kuri, kendari, sendari ..."
"Kemudian para raksasasi yang disebut 1. Lamba, 2. Vilamba, 3.Kutadanti, 4.Pushpadanti, 5.Makutadanti, 6.Kezini, 7.Akala, 8.Maladhari, 9.Kunti, 10.Sarvasattvogahari. Kesepuluh raksasasi ini dan pengikut mereka datang kepada Sang Buddha, bersama dengan Ibu Para Iblis, Hariti dan anak-anak serta pengikutnya.”
Sepuluh Raksasasi (Iblis Perempuan, Jurasetsunyo) dan Ibu Para Iblis (Hariti) berjanji melindung seorang pelaksana Saddharma Pundarika Sutra sehingga tidak ada sebuah masalah pun yang mendekati. Mereka mengucapkan mantra berikut: "Idebi, ideibin, ideibi, adeibi, ideibi ..."
Ibu Para Iblis dikenal sebagai Kishimo (Jpg) atau Heriti (Sanskrit). Dikatakan bahwa ia mempunyai lima ratus anak. Dan ia memberi mereka makan darah bayi. Ketika ia mendengarkan dharma dari Sang Buddha, ia menyadari karma-karma buruknya dan berjanji untuk melindung Buddhisme. Ia melambangkan kelahiran yang mudah dan kesehatan anak-anak.
catatan: Dalam Buddhisme, sekalipun seorang iblis ketika mereka telah merubah pikiran kepada kebaikan dan melaksanakan dharma, mereka serta merta menjadi dewa pelindung, mereka bisa menjadi sangat jahat juga bisa menjadi sangat baik ketika mereka menyadari kesalahan mereka.
"Luar biasa, luar biasa! Kebajikanmu akan menjadi tak terhingga meskipun hanya melindungi orang yang mempertahankan nama dari Saddharma Pundarika Sutra ini." (P.329, L.17.):
Buddha Sakyamuni mendoakan para dewa yang telah mengucapkan mantra dharani ini. Ia berkata bahwa kebajikan mereka akan menjadi tidak terbatas dan juga jasa kebajikan dari para pelaksana dari Saddharma Pundarika Sutra. Jadi kita akan memperoleh kebajikan ketik melindungi seseorang yang mempertahankan sutra, menyali sutra ini dan membuat persembahan seperti musik, bunga, dupa dan lilin. Ini adalah pelaksanaan sehari-hari kita di kuil dan rumah.
Lima Dewa Pelindung dan dharani mereka ini sangat penting bagi para bhiksu Nichiren Shu dalam pelaksanaan pemberkatan kito . Ketika Nichiren Shonin menuliskan Gohonzon dan jimat, Ia sering menuliskan kelima dewa pelindung ini' nama mereka disamping aksara Namu Myoho Renge Kyo dan memberikannya kepada para pengikut sebagai pelindungan. ~ Namu Myoho Renge Kyo ~ |