RINGKASAN
Pada bab sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa Bodhisattva Baishajaraga mencapai samadhi dan dapat merubah dirinya menjadi bentuk kehidupan lainnya sebagai hasil dari pelaksanaan yang keras di masa lalu. Dalam bab ini, Bodhisattva Gadgadasvara dapat merubah bentuk dirinya menjadi 34 bentuk berbeda, dan pada bab selanjutnya; Bodhisattva Avalokitesvara dapat merubah bentuk tubuhnya menjadi 33 bentuk perubahan. Yang menarik adalah bahwa Bodhisattva Gadgadasvara tinggal disebuah Tanah Suci dibagian timur sedangkan Bodhisattva Avalokitesvara tinggal disebuah Tanah Suci dibagian barat. Mereka datang kedunia ini untuk menyelamatkan kita semua.
Bodhisattva Gadgadasvara datang untuk menghormati Buddha Sakyamuni di Gunung Gridrakuta dari Tanah Suci Bodhisattva dibagian timur. Bagaimana cara dia datang? Ia hanya duduk meditasi tanpa bergerak, dan kemudian tubuhnya muncul dihadapan Sang Buddha di dunia Saha ini dalam waktu sekejap. Bagaimana ia mendapatkan kekuatan gabi seperti ini? Pada kehidupan masa lampau, ia telah mempersembahkan kebajikan seratus ribu jenis musik kepada Buddha Megadundubhisuararaga selama 12,000 tahun.
PENJELASAN
"Setelah itu Buddha Sakyamuni [menghadap ke bagian timur] memancarkan cahaya terang dari bagian menonjol dikepalanya dan juga dari antara rambut putih dikedua alis matanya. Cahaya itu menerangi seratus dan delapan juta nayuta Dunia Buddha, dunia-dunia dibagian timur yang banyaknya bagaikan pasir dari sungai Gangga." (P.308, L. 3.):
Pada awal bab ini, Buddha Sakyamuni memancarkan sinar terang dari bagian kepalanya dan antara kedua alis matanya, dan menerangi dunia-dunia yang tak terhingga dibagian timur. Buddha juga memancarkan cahaya dari kepalanya dalam bab 1 dan bab 11 dalam Saddharma Pundarika Sutra. Dalam bab 1, ia menerangi delapan belas ribu dunia dibagian bawah sebelah timur samapi ke neraka Avici dan keatas sampai ke surga Akanistha. Dalam bab 11, Ia menerangi lima ratus juta nayuta dunia, yang mana terdapat dunia-dunia yang tak terhingga seperti pasir sungai Gangga dibagian timur. Ia juga menerangi dunia disebelah selatan, barat, utara, keempat penjuru, daratan tinggi dan rendah dengan cahaya terang. Dalam bab 24, Ia menerangi dengan cahaya seratus dan delapan juta nayuta Dunia Buddha, yang banyaknya bagaikan pasir sungai Gangga .
"Terdapat sebuah dunia yang disebut Vairokanarasmipratimandita. Dalam dunia ini terdapat seorang Buddha dengan gelar Kamaladalavimalanashatraragasankusumitabhigna….Pada saa ini terdapat seorang Bodhisattva Gadgadasvara di dunia Vairokanarasmipratimandita ini." (P. 308, L.10.)
Pada akhir dari cahaya yang dicapai, terdapat sebuah dunia yang disebut Vairokanarasmipratimandita, dimana terdapat seorang Buddha yang disebut Kamaladalavimalanashatraragassankusumitabhigna. Disini juga hidup seorang Bodhisattva yang disebut Gadgadasvara yang tersinari oleh sinar dari Buddha Sakyamuni. Maha Bodhisattv aini telah memperoleh kebajikan yang tak terhingga, melayani para Buddha yang tak terhitung, dan mencapai berbagai macam samadhi; samadhi Saddharma Pundarika Sutra, samadhi Kebajikan Murni, samadhi Kebebasan dari Sebab Akibat, samadhi Perubahan Bentuk diri ke bentuk lainnya, dan lain-lain.
"Saya ingin mengunjungi Dunia Saha, memuliakan Buddha Sakyamuni, menghadap dan membuat persembahan kepadaNya.” (P.309, L.10.):
Buddha Gadgadasvara berkata kepada Buddha Kamaladalavimalanashatraragasankusumitabhigna, bahwa ia berkeinginan untuk mengunjungi Buddha Sakyamuni yang sedang membabarkan Saddharma Pundarika Sutra di Dunia Saha. Dunia ini dimana para Bodhisattva dan Buddha tinggal dalam satu Tanah Suci; tidak terdapat hal yang tidak baik disana. Sang Buddha mengingat untuk tidak meremehkan orang-orang yang tinggal di Dunia Saha.
"Jangan meremehkan dunia ini! Jangan merendahkannya dibandingkan dengan dunia kita! Putera yang baik! Dunia Saha adalah berbeda. Dunia ini dipenuhi oleh tanah, batu-batuan, gunung dan kotoran.” (P.304, L.7):
Menilai dari pernyataan ini, dunia dibagian timur dari Buddha dan Bodhisattva itu lebih unggul dibandingkan dengan Dunia Saha dimana Buddha Sakyamuni dan Bodhisattva berada. Namun, Buddha tersebut memberitahukan kepada Bodhisattva Gadgadasvara bahwa,” kamu mungkin akan tergoda untuk merasa lebih unggul dibandingkan orang-orang yang tinggal di Dunia Saha; namun, janganlah meremehkan mereka atau dunia tempat mereka tinggal.” Semua Buddhis harus berdasarkan pada Dharma ini, bahwa tidak terdapat perbedaan antara yang unggul dan tidak, sebab semua dari kita mempunyai bibit untuk mencapai KeBuddhaan.
"Kemudian Bodhisattva Gadgadasvara memasuki samadhi . Ia tidak bergerak atau melakukan gerakan lainnya. Dengan kekuatan dari samadhi ini, ia membuat delapan puluh empat ribu bunga teratai pusaka muncul ditempat dimana pembabaran Dharma di Gunung Gridrakuta sedang berlangsung.” (P.3104, L.3):
Sebagaimana yang kita lihat, rupang para Buddha dan Bodhisattva baik yang duduk maupun berdiri selalu berada diatas bunga teratai. Sebelum Bodhisattva Gadgadasvara pergi ketempat dimana Buddha Sakyamuni membabarkan Saddharma Pundarika Sutra di Gunung Gridrakuta , ia memunculkan tempat duduk untuk dirinya dan 84,000 pengikutnya. Kemudian dia dapat memindahkan tubuhnya dan pengikut dengan kekuatan dari samadhi.
"Kemudian Manjusri, putra dari Raja Dharma, melihat munculnya bunga teratai ini, dan berkata kepada Buddha Sakyamuni: “Yang Dipuja Dunia! Apakah maksud dari keajaiban ini?” (P.310, L.10.):
Ini tentu saja membuat kejutan bagi Manjusri dan peserta pesamuan lainnya yang melihat secara tiba-tiba bunga teratai bermunculan. Kemudian ia bertanya kepada Buddha Sakyamuni untuk menjelaskan kejadian ini. “Ini adalah sebuah tanda bahwa Bodhisattva Gadgadasvara akan datang dari Dunia Vairokanarasmipratimandita dibagian timur dan membuat persembahan untukKu dan Saddharma Pundarika Sutra,” jawab Sang Buddha.
"Ia datang kepada Buddha Sakyamuni, membawa bersamanya sebuah kalung permata dengan berat ratusan ribu koti. Ia menghormati kaki Sang Buddha dengan kepalanya, mempersembahkan kalung permata itu kepada Sang Buddha, dan berkata kepadaNya: “Yang Dipuja Dunia! Saya membawakan untukmu sebuah pesan dari Buddha Kamaladalavimalanashatraragasankusumitabhigna. Ia ingin menanyakan; Apakah Kamu dalam keadaan baik-baik saja? Apakah kamu bahagia dan damai ? (P.311. L.18.):
Delapan puluh empat pengikut bersama dengan Bodhisattva Gadgadasvara muncul dihadapan Buddha Sakyamuni. Ia mempersembahkan sebuah kalung permata kepada Sang Buddha. Pada bab selanjutnya juga, Bodhisattva Avalokitesvara mempersembahkan sebuah kalung permata kepada Sang Buddha. Setelah mempersembahkan kalung permata, Ia menanyakan tentang kesehatan dan keadaan Buddha Sakyamuni, dan bagaimana tentang mahluk hidup di Dunia Saha ini.
"Kemudian Bodhisattva Padmasri bertanya kepada Buddha Sakyamuni ‘Yang Dipuja Dunia! Apakah kebajikan yang telah dibuat oleh Bodhisattva Gadgadasvara ini dan apakah jenis perbuatan seperti apa yang dilakukannya sehingga ia memperoleh kekuatan gaib seperti ini? (P.312, L.10):
Kemudian Bodhisattva Padmasri bertanya kepada Sang Buddha, “Apakah jenis pelaksanaan Bodhisattva Gadgadasvara pada masa lalu sehingga memperoleh kekuatan gaib seperti ini?" Buddha Sakyamuni menjawab, "Pada masa lampau, terdapatlah seorang Buddha yang disebut Megadundubhisvararaga. Bodhisattva Gadgadasvara ini telah membuat persembahan berbagai macam jenis musik yang indah kepada Buddha tersebut. Karena kebajikan ini, ia terlahir kembali di dunia dari Buddha Kamaladalavimalanashatraragasankusumitabhigna dan Ia memperoleh kekuatan gaib ini. Ia adalah yang kamu lihat sekarang disini. Ia melanjutkan pelaksanaan dan memperoleh kebajikan sehingga ia dapat merubah dirinya kedalam tiga puluh empat bentuk kehidupan, seperti sebagai seorang raja, dewa, laki-laki atau wanita, bhiksu atau bhiksuni, anak laki-laki atau perempuan, seorang manusia atau bukan manusia dan lain-lain. Ia mengambil bentuk-bentuk ini sesuai dengan kapasitas mereka yang akan diselamatkan.
"Sang Buddha berkata kepada Bodhisattva Padmasri; ‘Putera yang baik! Ini disebut samadhi yang mana seseorang dapat merubah bentuk dirinya menjadi bentuk kehidupan lainnya. Bodhisattva Gadgadasvara memasuki samadhi ini dan memberikan kebaikan yang tak terhingga bagi mahluk hidup." (P.314, L.3):
Bodhisattva Baishajaraga dalam bab sebelumnya juga telah memasuki samadhi yang sama seperti Bodhisattva Gadgadasvara; dan juga demikianlah halnya Bodhisattva Avalokitesvara juga mencapai samadhi yang sama. samadhi dimana seseorang dapat merubah bentuk dirinya menjadi kehidupan lain adlah kekuatan konsentrasi yang diperoleh dari pelaksanaan. Beberapa fenomena yang ada kelihatannya tidak masuk diakal. Namun, ketika kita sungguh-sungguh mempersembahkan diri kita untuk melayani dan menyelamatkan orang lain, kita dapat mencapai tingkatan “Tidak Ada Ego” dan menjadi satu dengan mereka.
Dalam kenyataan, ketika itu kita akan kelihatan sama seperti mereka. Sebagai contoh, seorang dewa yang bermain dengan gembira dengan anaknya, akan terlihat seperti anak itu sendiri. Ia merasa seperti seorang anak juga. Anak-anak itu akan menerima ia sebagai bagian dari mereka. samadhi dengan kekuatan untuk merubah diri kedalam bentuk lain adalah sebuah semangat Bodhisattva yang mempersembahkan dirinya untuk menyelamatkan orang lain.
"Bodhisattva Gadgadasvara ini melindungi seluruh mahluk hidup di Dunia Saha ini. Ia merubah bentuk dirinya kedalam bentuk lain atau berbagai bentuk kehidupan di Dunia Saha ini dan membabarkan sutra ini kepada seluruh mahluk hidup tanpa kehilangan kekuatan gaib, perubahan dan kebijaksanaannya. " (P.313, L.14.):
Meskipun Bodhisattva Gadgadasvara hidup disebuah dunia seratus dan delapan juta nayuta Dunia Buddha jauhnya, ia menerangi Dunia Saha dimana kita tinggal dengan berbagai sinar cahaya dari kebijaksanaan dan menyelamatkan seluruh mahluk hidup. Anda sekalian yang mempersembahkan diri untuk membabarkan Saddharma Pundarika Sutra, mungkin adalah perwujudan dari samadhi Bodhisattva Gadgadasvara.
"Kemudian Maha Bodhisattva Gadgadasvara membuat persembahan kepada Buddha Sakyamuni dan stupa Buddha Prabhutaratna, [memberikan kebajikan untuk mahluk hidup di Dunia Saha], dan kembali ke dunianya.” (P.314, L.15.):
Meskipun Bodhisattva Gadgadasvara telah meninggalkan Dunia Saha dimana kita tinggal, tetapi ia tetap menerangi kita dan berusaha untuk menyelamatkan kita dengan kekuatan samadhi.
~ Namu Myohorengekyo ~ |