BAB XXI
KEKUATAN GAIB SANG TAHTAGATA

 

KESIMPULAN

Bab ini adalah tiga bab utama dari Saddharma Pundarika Sura. Dua yang lain adalah Bab.2 (Kebijaksanaan) dan Bab.16 (Jangka Waktu Hidup Sang Tathagata). Bhiksu Nichiren Shu membaca ketiga bab utama ini setiap hari. 28 bab dari sutra ini dibagi atas dua bagian; pertama disebut shakumon , yang membabarkan tentang Buddha Sakyamuni dalam sejarah, dan bagian terakhir adalah hon-mon , yang membabarkan KeAbadian dari Buddha Sakyamuni. Demikian pula, para murid dikedua bagian itu, bagian pertama disebut “para murid-murid shakumon" sedangkan para murid pada bagian terakhir disebut “para murid-murid honmon." Pada bab ini, Buddha Sakyamuni memberikan sutra ini dan menetapkan para murid di honmon untuk melaksanakan tugas penyebarluasan setelah kemoksaannya.

PENJELASAN

"Yang Dimuliakan Dunia! Setelah kemoksaan Mu, kami akan membabarkan sutra ini di dunia saha ini dan juga ditempat-tempat yang telah kamu tinggalkan." (P.292, L.8.):

Pada bab 15, "Munculnya Bodhisattva dari Bumi," Bumi terbelah dihadapan Sang Buddha, dan bodhisattva yang tak terhingga muncul dari dalamnya. Pada bab ini, para bodhisattva yang tak terhingga ini berjanji untuk membabarkan Saddharma Pundarika Sutra di dunia saha ini setelah kemoksaan Sang Buddha.

"Karena itu, kami juga akan mencapai kebenaran ini, suci dan dharma luar biasa ini untuk dijaga, dibaca, diterima, dibabarkan dan disalin dan memberikan persembahan kepadanya." (P.92, L. 10.):

Ini adalah lima pelaksanaan yang harus kita laksanakan tidak hanya untuk menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Membuat persembahan kepada sutra berarti memberikan penghormatan kepada sutra dan Buddha.

"Setelah itu, Yang Dimuliakan Dunia, memperlihatkan kekuatan gaibnya kepada seluruh peserta pesamuan agung." (P.292, L.14..):

Sang Budha memperlihatkan 10 kekuatan gaib antara lain:

  1. Mengeluarkan lidahNya yang panjang – Berarti kata-kata Buddha adalah kebenaran.
  2. Memancarkan sinar dari tubuhnya – Berarti kebajikan dari Sang Buddha menyinari semua orang.
  3. Batuk pada waktu bersamaan – ini adalah satu cara dari para Buddha.
  4. Menyentikkan jari – Kegembiraan dari para Buddha
  5. Bumi bergoncang dalam enam arah – orang-orang pun terpesona.
  6. Melihat jutaan para Buddha dan Bodhisaatva di dunia ini – orang-orang didunia lain juga mencapai KeBuddhaan melalui Saddharma Pundarika Sutra.
  7. Mendengarkan suara para Buddha dari langit – hukum alam semesta sama di dunia ini dan dunia lain.
  8. Berkata "Namah Sakyamuni Buddha" – Seluruh orang bersujud kepada Buddha.
  9. Bertaburannya berbagai macam benda dan persembahan – semua orang menghormati Sang Buddha.
  10. Tanah Buddha yang Esa – kedamaian dan kebahagiaan di Tanah Buddha.

"Semua intisari ajaran dari Sang Tathagata, semua kebajikan, semua kekuatan gaib Sang Tathagata, semua pusaka dari Sang Tathagata, dan semua pencapaian dari Sang Tathagata diungkapkan dan dibabarkan dalam sutra ini. " (P.294, L.14.):

  1. Semua ajaran dari Sang Tathagata adalah bersifat universal dan tidak berubah.
  2. Tidak terhalangi, kekuatan gaib dari Sang Tathagata dapat menyelamatkan seluruh mahluk disemua tempat dan keadaan.
  3. Semua harta pusaka rahasia dari Sang Tathagata berisi ajaran-ajaran yang sesuai untuk semua keadaaan.
  4. Semua kebajikan yang diperoleh Sang Tathagata adalah sangat sulit kita pahami, tetapi bermanfaat bagi kita.

Bagaimanapun, kita harus menjaga, membaca, menerima, membabarkan dan menyalin sutra ini dan melaksanakan sesuai dengan ajaran dari sutra dengan sepenuh hati kita.

"Disini Sang Buddha mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi. Disini Sang Buddha memutar Roda Dharma. Disini Sang Buddha mencapai Parnirvana." (P.294, L.23.):

Bagi seorang pelaksana Saddharma Pundarika Sutra, sebuah kuil atau biara ada dimana-mana: Didalam rumah, kantor, jalan dan tempat dimana saja. Seorang Buddha tidak tergantung pada suatu tempat saja, tidak di surga, di bagian barat, atau alam semesta, tetapi Ia ada dimana-mana, tempat dimana kita melaksanakan Dharma.

"Para Buddha, penyelamat Dunia, mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa. Mereka menunjukkan kekuatan gaib yang tidak terbatas, dalam rangka untuk membuat semua mahluk berbahagia." (P.294, L. 31.):

Sang Buddha adalah seorang penyelamat. Ia menunjukkan Sepuluh Kekuatan Gaib yang luar biasa untuk membuat semua mahluk hidup berbahagia. Beberapa sekte Buddha melarang para bhiksu dan pengikutnya untuk melaksanakan kekuatan gaib, tetapi ajaran Saddharma Pundarika Sutra mendorong untuk menunjukkan kekuatan gaib itu dengan tujuan membuat semua mahluk hidup berbahagia. Oleh karena itu, Nichiren Shu mempunyai omamori dan ofuda dan juga melaksanakan Pemberkatan Kito. Namun, meskipun kita mengetahui tentang kekuatan gaib, tetapi itu hanya merupakan jalan upaya untuk menyebabkan kebahagian bagi orang-orang. Tujuan akhir adalah mencapai KeBuddhaan, keluar dari segala penderitaan.

"Seseorang yang membabarkan sutra ini setelah kemoksaanKu dengan berdasarkan pada makna yang sebenarnya akan mampu menghapus kegelapan dari seluruh mahluk hidup di dunia, dimana ia hidup, hal in sama seperti matahari dan bulan yang melenyapkan kegelapan." (P.296, L.18.):

Nama Nichiren (Matahari dan Teratai) diambil dari kutipan sutra ini; “Sinar dari matahari menghapus semua kegelapan.” Nichiren Shonin mengharapkan menjadi seseorang yang dapat menghancurkan segala kegelapan mahluk hidup dengan menyebut Odaimoku, "Namu Myoho Renge Kyo."

Buddha Sakyamuni memilih bodhisattva yang dipimpin oleh Jogyo atau Pelaksana Unggul, Bodhisattva Muncul dari Bumi. Buddha memberikan tugas kepada mereka agar menyebarluaskan Saddharma Pundarika Sutra setelah kemoksaanNya.

Nichiren Shonin membandingkan posisiNya dengan Bodhisattva Jogyo. Setelah Nichiren dibuang ke Pulau Sado setelah bebas dari hukuman pancung di Tatsu-no-Kuchi , Ia percaya bahwa ia adalah kelahiran kembali dari Bodhisattva Jogyo. Ia menuliskan hal ini dalam risalah berjudul Shoho Jisso Sho:

"Aku, Nichiren, seorang laki-laki yang lahir pada Masa Akhir Dharma, telah mempelopori penyebarluasan Dharma Yang Luar Biasa ini, yang telah diberikan kepada Bodhisattva Jogyo….. Aku, Nichiren, adalah salah satu dari pemimpin Bodhisattva Muncul dari Bumi. Kemudian, Tidak mustahil Aku adalah salah satu dari mereka? Dan jika Aku adalah salah satu dari mereka, Bukankah seluruh murid dan pengikutKu adalah pengikut dari mereka juga? …. Jika kamu mempunyai hati kepercayaan kepada Nichiren, kamu juga adalah salah satu dari Bodhisattva Muncul dari Bumi."

~NAMU MYOHO RENGE KYO"