BAB XVIII
JASA KEBAJIKAN SESEORANG YANG
GEMBIRA MENDENGARKAN SUTRA INI

 

KESIMPULAN

Dalam bab ini, Buddha menjelaskan jasa kebajikan bagi siapapun yang gembira ketika mendengarkan Saddharma Pundarika Sutra ini adalah tidak terbatas. Dalam bab sebelumnya, kita belajar tentang lima langkah pelaksanaan yang harus dilakukan oleh seorang pelaksana Saddharma Pundarika. Langkah pertama adalah kegembiraan sebagai sebuah pengalaman dalam memahami sutra ini untuk pertama kalinya.

Para murid-murid yang mendengarkan Dharma ini secara langsung dari Sang Buddha mungkin menjadi gembira dengan menari berkeliling. Kegembiraan mereka akan berkembang menjadi kepercayaan yang kuat dalam ajaran Buddha untuk dibabarkan dari muluh ke mulut dari satu orang ke orang lain. Kebajikan dari orang yang kelima puluh ketika mendengar sutra ini dan penuh kegembiraan menerimanya adalah lebih besar dibandingkan kebajikan dari orang kaya yang memberikan semua kekayaan kepada semua mahluk dan hal-hal lain yang mereka inginkan selama delapan tahun. Perasaan kegembiraan bersifat menentukan kepercayaan seseorang. Ini mempunyai dampak yang sangat luas pada kegiatan di masa mendatang. Ini adalah poin utama dari bab ini.

PENJELASAN

"Berapa banyak kebajikan yang akan diperoleh oleh putra putri yang diselimuti kegembiraan ketika mendengarkan sutra ini ?" (P.263, L.7.):

Orang awam sering bertanya dalam diri mereka sendiri berapa banyak keuntungan yang akan diperoleh jika melakukan ini atau apa. Boddhisatta Maitreya mengkuatirkan berapa banyak kebajikan yang akan diperoleh bagi mereka yang dapat menerima dan mendengar sutra dengan penuh kegembiraan. Ia adalah seorang yang penuh cinta kasih, jadi ia bertanya kepada Buddha untuk orang lain. Kegembiraan disini berarti mengacukan kepada penghargaan kepada Buddha yang telah mengungkapkan sebuah kebenaran. Tanpa kegembiraan dan penghargaan, ia bukanlah seorang buddhis meskipun ia telah membaca dan mengingat ratusan sutra atau ceramah Sang Buddha. Sebagian orang mengkritik orang-orang yang mencari kebajikan, tetapi Saddharma Pundarika Sutra menerima semua orang itu. Ini adalah hal yang benar jika seorang buddhis mencari kebajikan dari pelaksanaan Buddhisme.

 "Aku akan memberitahukanmu jasa kebajikan dari putra-putri ke lima puluh yang gembira ketika mendengarkan sutra ini.” (P.264. L.2.):

Didalam militer, seorang pendengar harus mengulangi pesan seorang pejabat secara lisan dalam rangka untuk menghindari adanya kesalahan pengertian. Buddha Dharma dibabarkan secara lisan selama 500 tahun. Ini bisa menjadi sebuah kegembiraan yang besar jika mendengarkan langsung dari mulut Sang Buddha, tetapi pesan Sang Buddha mungkin saja berubah ketika berpindah dari satu orang  ke orang lain. Ketika orang yang kelima puluh yang mendengarkan Dharma, ini mungkin telah berbeda dari aslinya, bagaimanapun, Sang Buddha menjelaskan tentang kebajikan yang diperoleh oleh orang yang kelima puluh yang mendengarkan Saddharma Pundarika Sutra, meskipun itu mungkin telah berubah.

 "Jasa kebajikan dari orang yang terdahulu (orang kaya) kurang dari seperseratus atau seperseribu dari kebajikan orang kelima puluh yang gembira ketika mendengarkan sutra ini.” (P. 265, L. 5.):

Sang Buddha membandingkan kebajikan dari orang kelima puluh yang mendengarkan sutra ini dengan seorang kaya. Ia seorang yang sangat kaya, yang mencari kebajikan dengan memberikan segala sesuatu yang memuaskan seperti emas, perak, lapis lazuli, kulit, batu karang, gajah, kuda, istana dan bangunan yang indah kepada mahluk hidup lainnya sesuai dengan keinginan mereka. Selanjutnya terus memberikan sumbangan itu selama delapan puluh tahun, dermawan itu berpikir,”Aku akan memenuhi segala hal menurut keinginan mereka. Segera setelah mereka meninggal. Aku akan membimbing mereka dengan ajaran Hinayana.” Ia menyebabkan mereka semua mencapai Penerangan sementara. Kebajikan yang diperoleh olehnya tak terhingga dan tak terbatas. Bagaimanapun, Sang Buddha berkata bahwa jasa kebajikan ia lebih sedikit dibandingkan orang ke

lima puluh yang gembira setelah mendengarkan Saddharma Pundarika Sutra. Ini karena harta kekayaan mempunyai keterbatasan sedangkan Dharma tidak. Kamu dapat memberikan ajaran Sang Buddha kepada orang yang tak terhingga jumlahnya dan waktu yang tak terbatas. Penyebarluasan ajaran Buddha dimulai dengan kegembiraan mendengarkan Dharma.

 "Lagipula seseorang yang perlu ke sebuah kuil untuk mendengarkan sutra dan mendengarkannya hanya sebentar selagi ia sedang duduk atau berdiri, didalam kehidupan selanjutnya ia akan mencapai surga." (P. 265, L.16.):

"Seseorang yang sedang duduk ditempat pembabaran dharma, mengajak orang lain untuk duduk atau berbagi tempat duduknya dengan dia untuk mendengarkan Dharma, ketika ia melihat dia memasuki tempat itu, didalam kehidupan selanjutnya dengan kebajikan ini, ia akan memperoleh tempat duduk Raja Sakra, atau Raja Surga Brahman, atau Raja Suci Pemutar Roda Dharma. " (P.265, L. 20):

Bukankah bagus, bahwa kalian semua yang ada dikuil ini akan dapat mencapai surga atau tanah Buddha ? Jika kalian membagi tempat duduk dengan teman kamu atau seseorang dikuil ini dan mendengarkan pembacaan Sutra, kamu akan menjadi seorang raja atau seorang penguasa sebuah negara dalam kehidupan kalian selanjutnya, menurut sutra ini.

"Seseorang yang berkata kepada orang lain,” Ayo pergi dan mendengarkan Sutra dan menyebabkan ia mendengarkannya sebentar, dalam kehidupan selanjutnya dengan kebajikan ini, akan memperoleh kehidupan sebagai seorang Bodhisattva yang telah mencapai Dharani. " (P.265, L.26.):

Kegembiraan mendengarkan pembacaan Saddharma Pundarika Sutra bukanlah hal terakhir. Kita akan memperoleh kebajikan yang tak terhingga, sekarang kita harus membuat orang lain mendengarkannya, membimbing orang lain untuk mendapatkan kebajikan yang sama. Jika kamu melakukan hal ini, napasmu tidak akan bau. Kamu tidak akan mendapat penyakit lidah atau mulut. Gigimu tidak akan kotor. Hidungmu tidak akan pesek. Bibir, lidah dan gigimu akan mempunyai bentuk yang indah. Kamu akan memperoleh segala ciri-ciri orang yang sempurna. Pikiran dan badan menjadi satu. Ketika pikiranmu tenang dan positif, badanmu akan kelihatan bagus dan dihormati oleh orang lain. Semua Buddha mempunyai 32 tanda-tanda utama dan 88 ciri-ciri kebaikan.      

"Jasa kebajikan orang yang menyebabkan seseorang pergi dan mendengarkan Dharma sangat melimpah. Ini dapat dikatakan kebajikan dari orang yang mendengarkan sutra ini dengan hatinya, membaca, menerima dan membabarkannya dalam sebuah pesamuan agung, dan melaksanakan sesuai dengan pengajarannya.” (P.266, L.8.):

"Pelaksanaan yang menurut ajaran.” Saddharma Pundarika Sutra adalah agama pelaksanaan. Jika kamu melaksanakan sebagaimana yang dibabarkan dalam sutra, akan memperoleh jasa kebajikan yang tak terbatas. Pelaksanaan utama dari sutra ini adalah memberitahukan kepada orang lain meskipun hanya sekata atau sepenggal kalimat darinya. Nichiren Dai-shonin berkata dalam Shoho Jisso Sho:

"Tanpa belajar dan pelaksanaan, tidak ada Buddhisme. Belajar dan pelaksanaan adalah bagian dari hati kepercayaan. Ikuti hal ini dalam dirimu dan buatlah orang lain melakukan hal yang sama. Sekalipun hanya sepenggal kalimat atau sebuah ungkapan, sebarkanlah kepada orang lain.”

Jika kamu menyebarkan kepada orang, kamu adalah seorang guru. Kebajikan dari Guru Dharma terdapat dalam bab berikutnya.

~ Namu Myohorengekyo ~