BAB XVII
BERBAGAI JASA KEBAJIKAN

 

KESIMPULAN

Didalam bab-bab yang terdahulu, Buddha Sakyamuni Yang Abadi telah dibabarkan untuk pertama kalinya, hal ini tidak pernah sama sekali diungkapkan dalam sutra-sutra lain. Dalam tiga bab, Sang Buddha menjelaskan secara terperinci jasa kebajikan yang diperoleh bagi mereka yang percaya kepada Buddha Abadi dan melaksanakan ajaran dari Buddha Abadi.

Untuk dapat menerima seluruh kebajikan tersebut, terdapat empat langkah yang harus dilaksanakan ketika Buddha masih hidup dan lima langkah setelah Beliau kemokshaanNya. Ke-empat langkah ketika Buddha masih hidup adalah:
  1. Mengerti dan percaya seketika ketika mendengar bahwa Hidup Buddha adalah Abadi,
  2. Memahami maksud dan artinya,
  3. Menyebarluaskannya kepada orang lain,
  4. Memasuki hati kepercayaan yang mendalam.

Sebagai tambahan, untuk dapat menerima seluruh jasa kebajikan setelah kemokshaan Sang Buddha, harus mengikuti kelima langkah berikut:

  1. Kegembiraan
  2. Membaca dan menerima,
  3. Membabarkannya kepada orang lain,
  4. Melaksanakan Enam Paramita, dan
  5. Menguasai ke Enam Paramita.

Melalui pelaksanaan langkah-langkah ini, kita akan dapat menerima berbagai jasa kebajikan.           

PENJELASAN

"Setelah semua mahluk yang jumlahnya tak terhingga dalam persamuan agung itu mendengarkan tentang Jangka Waktu Hidup Sang Buddha berkalpa-kalpa lamanya yang dinyatakan dalam bab sebelumnya, semuanya mendapatkan manfaat yang besar.”(p.250, L.3.):

Manfaat besar yang diperoleh adalah bahwa kita semua juga adalah Abadi seperti Sang Buddha. Bab ini menjelaskan berbagai jasa kebajikan yang akan kita peroleh. Antara lain sebagai berikut:

"Memperoleh Kebenaran Tanpa Kelahiran.' (P.250, L.11.):

Tanpa kelahiran disini berarti bahwa kita akan berada dalam tingkatan pikiran satu bukan dua, didalam kita melihat tentang sebuah kelahiran atau kematian, kemenangan atau kekalahan, untung atau tidak, kemakmuran atau kemunduran, dan sebagainya.

"Memperoleh Dharani. " (P. 250, L.13.):

Dharani adalah kata-kata mistik yang mempunyai kekuatan untuk menghancurkan kejahatan dan mendapatkan keberuntungan. Kekuatan itu adalah kemampuan mengingat ratusan bahkan ribuan pengulangan ajaran.

"Mendapatkan Kemampuan Berbicara Tanpa Rintangan." (P. 250, L.16.):

Seseorang yang telah mendengarkan tentang Jangka Waktu Hidup Sang Buddha adalah Abadi akan memperoleh kemampuan mengkhotbahkannya dengan fasih dan lancar meskipun ia mendapatkan serangan dan penganiayaan. Sesungguhnya ia menikmati kebahagiaan ketika membabarkannya kepada orang lain.

"Memperoleh Kemampuan Memutar Roda Dharma Tanpa Henti."(P.250, L.21):

Memutar Roda Dharma berarti membabarkan ajaran Sang Buddha. Ajaran itu dibabarkan dari satu ke yang lainnya, kemudian kepada yang lainnya seperti putaran roda dan ini dapat tersebar kemana pun. Dalam hal ini, Dharma ini akan tersebar ke seluruh dunia. Ketika kita ingin mengajarkan kebajikan, pasti akan mendapatkan rintangan dari banyak orang. Bagaimanapun, orang yang mendengar tentang Jangka Waktu Hidup Sang Buddha Abadi akan mampu memikul dan menahan semua rintangan ini.

"Memperoleh Kemampuan Memutar Roda Dharma Yang Murni. "(P.250. L.23.):

Ia akan mampu membabarkan Saddharma Pundarika Sutra dengan hati yang tulus dan bersih, tanpa mengharapkan penghargaan apapun juga. 

"Memperoleh Kemampuan Mencapai Anuttarasamyaksambodhi Setelah Delapan Kelahiran. " (P.250, L.26.):

Semua orang yang mendengarkan tentang Jangka Waktu Hidup Buddha Abadi akan dapat mencapai KeBuddhaan setelah delapan kali kelahiran, setelah empat kali kelahiran atau dua kelahiran, atau segera setelah hidup ini. Untuk mencapai Penerangan Agung tergantung dari hati kepercayaan dan pelaksanaan seseorang. Ini seperti kita memperoleh karcis untuk mencapai Penerangan. Sebagai contoh, beberapa memperoleh tiket kereta api untuk pergi ke New York dari Los Angeles. Jika mereka tidak mendapatkan kereta api, mereka tidak akan pernah mencapai New York. Seseorang mungkin pergi langsung ke New York tetapi yang lain mungkin berhenti di perjalanannya. Untuk mencapai New York cepat atau lambat tergantung orang yang melakukannya. Saddharma Pundarika Sutra mengajarkan bahwa kita harus mempunyai hati kepercayaan yang kuat dan melaksanakan ajaran dari Buddha Abadi untuk mencapai Penerangan.

"Putera puteri Ku yang baik, yang tidak berbicara buruk tentang sutra ini tetapi menjadi gembira mendengarkannya setelah kemoksaanKu, telah dipastikan mengerti tentang Jangka Waktu HidupKu dengan kekuatan kepercayaan. " (P.258, L.11.):

Ini adalah sangat penting untuk penuh kegembiraan mendengarkan ajaran Sang Buddha. Kegembiraan adalah langkah pertama untuk mempertahankan hati kepercayaan yang kuat. Kenji Miyazawa (1896-1933) yang menulis buku “Kereta Api Malam Galaxy” gembira setelah beliau mendengarkan Saddharma Pundarika Sutra. Kenji baru berusia 18 tahun ketika ia pertama kali menemukan buku sutra dari koleksi buku ayahnya. Ketika ia membaca sutra ini, ia tidak dapat menghentikan goncangan emosi dalam dirinya. Sejak saat itu, seluruh hidupnya didasarkan pada Sutra ini. Beliau selalu berdoa untuk kebahagiaan orang lain. Dalam sebuah puisinya dikatakan “tidak terkalahkan oleh hujan, tidak terkalahkan oleh angin, tidak terkalahkan oleh salju atau panasnya musim panas…..semua hal dalam hidupku adalah untuk semua, tanpa memikirkan diri sendiri.”

"Siapapun yang menyimpan, membaca atau menerima Sutra ini, membabarkannya kepada orang lain, menyalin, membuat orang lain menyalinnya, atau membuat persembahan sebuah salinan dari Sutra ini setelah kemokshaanKu, yang ia juga memberikan dana, memahami ajaran, pelaksanaan kesabaran, bersemangat, konsentrasi pada pikiran, mencari kebijaksanaan, akan memperoleh karunia kebajikan yang tak terhingga jumlahnya. Kebajikannya tanpa batas bagaikan langit." (P.259, L 9.):

Setelah kemokshaan Sang Buddha Sakyamuni, pelaksanaan kita dimulai dari kegembiraan mendengar tentang Jangka Waktu Hidup Tathagata yang Abadi. Kemudian memelihara, membaca, menerima, menyalin dan membabarkan kepada orang lain sutra tersebut. Lagi pula sebagai seorang Bodhisattva, melaksanakan Enam Paramita (Enam jenis pelaksanaan seorang Bodhisattva untuk mencapai Penerangan). Ke-Enam Paramita itu adalah Dana Paramita, memelihara ajaran, ketekunan, daya tahan, meditasi dan kebijaksanaan.

"Mereka tidak perlu membangun sebuat stupa atau kuil untuk menghormatiKu. "(P.258, L.16)"Ajita, bangunlah sebuah stupa ditempat dimana ia duduk, berdiri, atau berjalan! Semua dewa dan manusia harus membuat persembahan kepada Stupa Buddha itu. " (P. 259, baris terakhir.):

Kedua kalimat diatas terlihat seperti saling bertentangan; bagaimanapun, ini adalah pandangan seorang Buddha. Ia mengatakan tidak perlu membangun sebuah kuil untuknya. Ia sangat rendah hati. Ia menyarankan membangun sebuah kuil bagi mereka yang memelihara, membaca, dan menerima Saddharma Pundarika Sutra.

Dalam pandangan kita, kita harus membangun sebuah stupa sebagai rasa hormat, penghormatan dan penghargaan kepada Buddha. Sebagai contoh, jika seseorang menyelamatkan seorang anak dari banjir, mereka mungkin berkata, “Saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan. Ini bukanlah sesuatu yang istimewa. Kamu tidak perlu menghargai aku.” Tetapi orang tua anak merasa mempunyai kewajiban untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka. Jadi, ini adalah sama bagi kita untuk membangun sebuah stupa untuk Buddha.

~ Namu Myohorengekyo ~