BAB XIX
KARUNIA KEBAJIKAN BAGI
PARA GURU DHARMA

 
KESIMPULAN

Guru Dharma tidak hanya seorang bhiksu atau seorang pendeta tetapi juga para umat awam yang menjaga, membaca, menerima, membabarkan atau menyalin Saddharma Pundarika Sutra. Semua dari kalian yang mendengarkan ceramah ini juga adalah seorang Guru Dharma jika kamu melaksanakan ajaran dari Sutra. Bab ini membabarkan bahwa para Guru Dharma akan mendapatkan lima panca indera dan pikiran yang suci. Mereka akan memperoleh delapan ratus sampai seribu dua ratus kebajikan dari badan dan pikiran.

PENJELASAN

"Putra putri yang baik yang menjaga, membaca, menerima, membabarkan atau menyalin Saddharma Pundarika Sutra, Hukum yang luar biasa ini, akan memperoleh delapan ratus kebajikan dari mata, delapan ratus kebajikan dari hidup, seribu dua ratus kebajikan dari lidah, delapan ratus kebajikan dari badan, dan seribu dua ratus kebajikan dari pikiran. " (P.269, L.6.):

Kondisi-kondisi yang diperlukan untuk menyucikan pikiran kamu adalah menjaga, membaca, menerima, membabarkan atau menyalin Saddharma Pundarika Sutra. Ini semua disebut Lima Jenis Pelaksanaan dari Guru Dharma.Adalah sangat mudah bagi kita menyalin sutra saat sekarang ini. Kamu juga mengunakan mesin foto copy atau sebuah scanner. Bagaimanapun, sebelum mesin percetakan ditemukan, semua kitab-kitab atau sutra-sutra suci dituliskan dengan tangan, aksara demi aksara. Beberapa abad yang lalu, mereka yang menulis teks-teks tersebut telah berdagang dengan berbagai macam barang dan menyebarluaskannya ke negara lain melalui Jalan Sutra dan rute lainnya selama ratusan tahun.Sangatlah pentin untuk menyalin sutra pada saat sekarang ini. Jika kamu ingin menyalin Saddharma Pundarika Sutra dengan sebuah pena atau fude, silahkan beritahu YM.Bhiksu Kanai.

Ia akan memberitahukan kepada kamu bagaimana untuk memulainya.Jumlah kebajikan seperti delapan ratus atau seribu dua ratus, adalah sebuah simbol. Orang Hindu selalu mengunakan jumlah seperti 4, 8 dan 9 sebagai pelambang jumlah yang sempurna. “Empat” melambangkan depan, belakang, kiri dan kanan atau Empat Arah (Utara, Selatan, Barat, dan Timur); “Delapan” melambangkan Empat Arah Mata angin utama ditambah empat arah sudut lainnya seperti  Timur Laut, Barat Laut, Tenggara, Barat Daya;  dan “Sembilan” simbol dari 8 Mata Angin ditambah bagian Tengah. 800 dan 1200 adalah penambahan dari 4 dan 8.Para Bhiksu mengungkapkan kalimat ini ketika melaksanakan pemberkatan kito.Sangatlah penting kenapa kita harus menyucikan perasaan kita dan kenapa kita melaksanakan Lima Pelaksanaan ini; menjaga, membaca, menerima, membabarkan dan menyalin sutra. Ini semua adalah untuk kedamaian dan kebahagiaan semua. Ini adalah jalan dari Bodhisattva.

 "Saya akan memberitahukanmu tentang mereka yang dengan tanpa takut membabarkan Saddharma Pundarika Sutra dalam pesamuan ini. Mereka akan memperoleh mata yang luar biasa yang dihiasi dengan delapan ratus kebajikan. Mata mereka akan menjadi suci karena hal ini. Dengan mata badan dari orangtua mereka, mereka akan dapat melihat Gunung Sumeru, dasar dari Gunung Besi, dan Gunung-gunung lainnya, dan hutan, samudera dan sungai." (P.269. L.22.):

Kita dapat melihat ke dasar neraka sampai ke surga yang tertinggi dengan mata yang diberikan oleh orangtua kita. Satu syarat untuk ini adalah membabarkan Saddharma Pundarika Sutra tanpa ada rasa ketakutan dan keraguan. Ini berarti membabarkan tanpa ada pembedaan / diskriminasi, prasangka-prasangka buruk. Kemudian pikiran kita secara alami akan menjadi murni. 

"Putra putriKu yang baik, yang menjaga, membaca, menerima, membabarkan dan menyalin Sutra ini, akan memperoleh seribu dua ratus kebajikan dari telinga. Dengan telinga mereka yang murni, mereka akan dapat mengenali berbagai bunyi dan suara didalam dan luar dari seribu juta dunia Sumeru, kebawah mencapai neraka Avici dan keatas mencapai surga tertinggi. " (P. 270, L. 15.):

Kondisi untuk mendapat seribu dua ratus kebajikan dari telinga adalah dari menjaga, membaca, menerima, membabarkan dan menyalin Saddharma Pundarika Sutra.Pangeran Shotoku, yang menetapkan konstitusi Jepang untuk pertama kalinya pada tahun 604 AD, dapat mendengar sepuluh kesaksian yang berbeda dalam waktu yang bersamaan dan memberikan tanggapan yang tepat kepada mereka semua. Beliau adalah pelaksana pertama dari Saddharma Pundarika Sutra di Jepang. 

"Telinga mereka yang diberikan oleh orangtua mereka akan menjadi suci, tidak tercela. Dengan telinga alami mereka, mereka akan dapat mengenali berbagai macam suara dan bunyi dari seribu juta dunia Sumeru." (P. 271, L.5.):"Mereka akan dapat mengenali suara dari gajah, kuda, dan sapi; suara dari kereta pedati, gong, bell, bunyi klakson, dan drum, alat musi lira, harpa, dan seruling. Meskipun mereka dapat mengenali nyanyian yang indah dan suci, mereka tidak akan terpengaruh olehnya.” (P.271, L. 9):

Telinga alami maksudnya bahwa kita mendengarkan atau memperhatikan tanpa terikat oleh waktu atau keadaan dari badan dan pikiran kita. Perasaan kita berbeda dari waktu ke waktu, tergantung dari lingkungan. Ketika kita lapar, kita tidak mungkin memberikan perhatian kepada hal lain, tetapi setelah kita makan, kita dapat memperhatikan dengan lebih mudah; karena itu, pertemuan bisnis sering dilakukan ditempat makan. Telinga alami juga berarti tidak terikat oleh berbagai bentuk, baik itu suara yang bagus atau buruk, suara gagap atau berwibawa. Tidak terikat oleh salah satu bentuk suara tetapi yang terbaik adalah mendengarkan semua suara.

"Putra putriKu yang baik, yang menjaga, membaca,menerima, membabarkan atau menyalin sutra ini akan memperoleh delapan ratus karunia kebajikan dari hidung." (P.273, L.14.):

Dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, kita dapat melihat dan mendengar tentang dunia lain melalui radio, tv dan internet di rumah. Sebuah komputer yang sedang dikembangkan untuk mencium berbagai macam aroma. Berdasarkan Lotus Sutra, seseorang tidak hanya dapat mendeteksi bau dari gajah dan singa, tetapi juga dari bawah tanah seperti emas, perak dan batu mulia.

 "Putra putriKu yang baik, yang menjaga, menerima, membaca, membabarkan atau menyalin sutra ini akan memperoleh seribu dua ratus kebajikan dari lidah. Segala sesuatu dengan rasa yang baik, buruk, lezat,tidak enak, pahit atau kecut, akan menjadi lezat bagaikan makanan di surga dan tidak akan terasa tidak enak di lidah mereka. " (P.278, L.20.):

Perasaan adalah berbeda-beda tergantung dari pikiran dan tubuh kita. Ketika kita sedang bahagia, makanan terasa enak, ketika kita sedang sedih, makanan terasa tidak enak meskipun kita memakan makanan yang sama. Proses pencernaan juga berbeda tergantung dari kondisi badan dan pikiran kita.Nichiren Shonin dibuang ke Pulau Sado di lautan Jepang ketika berusia 50 tahun, 1272. Beliau bertempat disebuah gubuk yang sudah rusak dan dindingnya ditutupi oleh salju yang menutupi seluruh permukaan pemakaman Tsukahara pada bulan Nopember. Pemerintah Kamakura mengharapkan agar Beliau meninggal dunia disini, jadi makanan tidak diberikan kepadaNya. Bagaimanapun, Abutsubo, yang mencoba membunuh Nichiren tetapi kemudian menjadi melindungiNya, membawakan makanan untukNya pada malam hari bersama istrinya. Seorang pelaksana Saddharma Pundarika Sutra tidak akan mati kelaparan.

"Ketika mereka membabarkan Dharma didalam persamuan agung dengan lidah mereka, mereka akan mendapatkan suara yang dalam dan indah, ini menyebabkan suaranya dapat mencapai hati dari peserta pesamuan jadi para peserta akan merasa gembira dan bersuka cita. " (P.278, L.25.):

Kebajikan dari lidah berarti tidak hanya rasa tetapi juga suara dan kemampuan berbicara seperti diberkati dengan sebuah lidah perak. Seorang guru dharma akan memperoleh suara yang indah dan akan membuat orang lain mendengarkan pesan darinya. Orang-orang yang mendengar tentang keindahan suaranya akan datang untuk mendengarkan ajarannya.

"Putra putriKu yang baik, yang menjaga, membaca, menerima, membabarkan atau menyalin sutra ini, akan memperoleh delapan ratus kebajikan dari badan. Badan mereka akan menjadi murni bagaikan lapis lazuli. " (P.280, L.26.):

Sutra membabarkan bahwa guru para guru dharma akan memperoleh badan yang murni bagaikan lapis lazuli adalah bagaikan pantulan dari sebuah cermin yang cemerlang. Cermin tidak mempunyai badan. Karena cermin tidak mempunyai badan, ia akan memantulkan apa saja sebagaimana mereka. Ketika wajah seorang guru dharma yang melaksanakan Lima Aturan, tingkah laku mereka yang salah akan tercermin dalam pikiran mereka dan ia segera menyesali kesalahannya itu. Terdapat beberapa cerita tentang seseorang atau binatang yang berhadapan dengan Buddha Sakyamuni menyadari tentang prilaku mereka yang salah, seperti gajah mabuk yang mencoba menabrak dan membunuh Sang Buddha, atau Hariti /Kishimojin yang menyukai darah anak kecil. 

"Putra putriKu yang baik, yang menjaga, membaca, menerima, membabarkan atau menyalin sutra ini akan memperoleh seribu dua ratus kebajikan dari pikiran." (P.282, L.13.):

Kita memperoleh Lima Organ dari orangtua kita. Kita tidak dapat merubah bentuk dari organ itu tanpa melakukan operasi bedah. Binatang juga mempuyai lima panca indera tetapi beberapa berkembang menjadi sangat bengis dibandingkan manusia. Bagaimanapun, manusia dapat mengembangkan otaknya dan kita dapat mengendalikan pikiran kita. Ketika kita mengendalikan pikiran kita, wajah kita akan berubah menjadi mengagumkan.Lima Pancaindera seperti melihat, mendengar, senyuman, rasa dan sentuhan adalah lima aksara dari "Myo-Ho-Ren-Ge-Kyo." Nichiren Shonin berkata ketika sinar dari lima aksara "Myo-Ho-Ren-Ge-Kyo" menyinari tubuh seseorang, mereka menjadi seseorang Yang Dimuliakan. Ini disebut juga Gohonzon. Ketika tubuh kita menjadi murni dan suci, kita menerima 800 atau 1200 kebajikan dari organ. Seluruh mahluk hidup pada dasarnya memiliki kebajikan yang mulia ini. Kita seharusnya adalah Gohonzon, ini adalah sebenarnya harus kita miliki.

"Ketika mereka membabarkan ajaran dari sekte non buddhis atau memberikan saran kepada pemerintah, atau mengajarkan cara untuk mendapatkan kesadaran hidup, mereka akan memperoleh kesesuaian dengan ajaran yang benar dari Sang Buddha. Mereka akan memperoleh segala macam pikiran, perbuatan, dan kata-kata, segala hal yang tak terbatas, seluruh mahluk hidup dari seribu juta dunia Sumeru yang terdiri dari enam penjuru. (P.282, L.22.):

Guru dharma, ketika badan dan pikiran mereka menjadi murni, dapat berbicara tentang segala macam perkataan yang sesuai dengan kebenaran dari Ajaran Buddha. Mereka dapat juga berbicara mengenai segala macam undang-undang, ekonomi, bisnis, pertanian, atau industri yang sesuai dengan ajaran Sang Buddha.Guru dharma akan dapat membaca pikiran dan mengetahui apa yang penting dan tidak untuk setiap orang. Oleh karena itu, seorang guru dapat membimbing kita untuk jalan yang benar dalam waktu yang singkat.Ketika Shijo Kingo, salah seorang pengikut Nichiren, bertanya kepada Nichiren bahwa ia ingin menjadi seorang bhiksu, Nichiren Shonin menyarankan dia agar melayani tuannya, Tuan Echi, mengawalnya sebagai seorang samurai. Nichiren shonin berkata, “melayani tuanmu (dalam pekerjaan) adalah pelaksanaan dari ajaran Saddharma Pundarika Sutra. Dalam sutra dikatakan dunia politik dan ekonomi tidak bertentangan dengan kebenaran yang tidak terbatas.”Jadi, marilah kita melaksanakan ajaran Buddha dalam kehidupan kita sehari-hari.

~ Namu Myohorengekyo ~