RINGKASAN
Di akhir bab 11, Buddha Sakyamuni berkata:
"Aku akan segera memasuki Nirvana. Apakah ada yang bersedia membabarkan Sutra Bunga Teratai ini ke dunia setelah kemokshaan-Ku? Aku ingin menyerahkanNya kepada seseorang agar sutra ini dapat dilestarikan."
Bab 13 adalah merupakan jawaban dari Bodhisattva Raja-Obat (Yaku-0 Bosatsu) dan duapuluh ribu Bodhisattva lainnya yang berprasetya kepada sang Buddha bahwa mereka akan mempertahankan, membaca, mengulang kembali, dan membabarkan sutra ini. Namun mereka berkata bahwa mereka akan melakukan semua hal tersebut di dunia lain selain dunia ini karena orang-orang di dunia ini memiliki banyak keburukan dan kejahatan.
Sementara itu, sang Buddha memberikan kepastian pencapaian Kebuddhaan kepada ibu-tiri dan istri-Nya.Pada saat ini, terdapat delapanpuluh milyar nayuta bodhisattva yang memutuskan untuk membabarkan sutra ini dan berprasetya untuk menahan semua kesulitan dan penganiayaan di atas dunia ini.
PENJELASAN
"Gautami! Aku telah memastikan semua Sravaka atas masa depan pencapaian Kebuddhaan mereka." (P.204, L.13.):
Gautami (Kyodonmi) adalah ibu-tiri Buddha Sakyamuni. Ibu kandungNya, Ratu Maya, meninggal dunia tujuh hari setelah kelahiranNya. Gautami adalah adik dari Ratu Maya yang membesarkan Gautma Shidhartha seperti ibu kandungNya sendiri. Nama Buddhis nya adalah Maha-Prajapati Bhiksuni (sanskrit) yang berarti Jalan Cinta Agung.
"Sang Buddha berkata kepada Yasodhara: Engkau akan menjadi seorang Buddha di sebuah dunia yang baik. Nama dari Buddha tersebut adalah Pemancar Sepuluh-Juta Berkas Cahaya." (P.205, L.6):
Yasodhara adalah istri dari Buddha Sakyamuni sebelum ia melepaskan keduniawianNya. Ia adalah ibunda dari Rahula.
Yasodhara dan Gautami ditahbiskan oleh Ordo Bhikkuni setelah ayahanda sang Buddha wafat dalam usia tuanya.
Mereka adalah orang terakhir yang mendapat jaminan pencapaian Annuttara-samyak-sambodhi langsung dari sang Buddha.
"Engkau akan menjalani Jalan Kebuddhaan selangkah demi selangkah, dan akhirnya menjadi seorang Buddha" (P.205, L.5.):
Sang Buddha berkata Yasodhara akan menjalani Jalan Kebuddhaan dan bahwa Gautami akan menyelesaikan Jalan Bodhisattva pada saat nya nanti. Jalan Bodhisattva berarti bertindak untuk dan demi orang lain, dan demi masyarakat.Adalah penting bagi kita untuk berkelakuan yang menguntungkan orang lain dan masyarakat.
"Sang Bhagava! Setelah kemokshaan-Mu, kami akan pergi ke semua tempat dan menyebabkan semua mahkluk hidup untuk menyalin, menyimpan, membaca, dan mendaraskan sutra ini, membabarkan makna dari sutra ini, bertindak sesuai dengan Dharma.' (P.206, L.6.):
Menjawab permintaan sang Buddha untuk membabarkan Sutra Bunga Teratai setelah Nirvana-Nya, kedelapanpuluh milyar nayuta Bodhisattva berkata akan membabarkan sutra ini. Mereka mencapai suatu tingkat pencapaian yang tinggi, tahap keteguhan yang tak tergoyahkan lagi. Mereka siap untuk menahan segala kesukaran dan penganiayaan yang disebut sebagai Tiga Kelompok Musuh Kuat.
Tiga Kelompok Musuh Kuat1
- Semua jenis orang-orang bodoh yang akan menjelek-jelekkan para pembabar sutra ini. Mereka bahkan mungkin akan menyerang sang pembabar dengan pedang dan gada.
- Akan ada para bhikku licik yang mengira mereka telah memperoleh apa yang sesungguhnya belum. Pikiran mereka akan dipenuhi oleh kesombongan. Mereka akan menjelek-jelekkan para pembabar sutra ini.
- Beberapa bhikku akan tinggal di tempat-tempat yang sunyi dan terpencil, berpura-pura melaksanakan Jalan, namun benaar-benar merendahkan orang awam. Mereka akan serakah demi uang, dan membabarkan Dharma demi bayaran. Orang-orang akan menghormati mereka bagai Arahat yang telah memiliki kemampuan-kemampuan gaib. Para pemimpin ini akan mendorong orang-orang berkuasa seperti para raja, menteri, dan kaum bangsawan untuk menganiaya para pembabar Saddharma Pundarika Sutra
~ Namu Myohorengekyo ~