RINGKASAN
Purna beserta lima ratus peserta pesamuan begitu gembira mendengar ajaran-ajaran Buddha Sakyamuni yang logis dan konsisten, cerita-cerita tentang kehidupan lampauNya dan murid-muridNya, perumpamaan dan kepastian akan masa depan Kebuddhaan dari murid-murid ini. Mereka ingin menari-nari dengan penuh sukacita.
Karena melihat reaksi Purna yang begitu penuh kegembiraan, sang Buddha juga mengajarkan bahwa Purna juga telah melaksanakan dan membabarkan Saddharma Pundarika Sutra kepada orang lain dalam kehidupan-kehidupannya yang lampau. Kemudian sang Buddha memberikan kepastian akan masa depan Kebuddhaan kepada Purna, Bhiksu Kaundinya, serta Lima Ratus
arhat lainnya.
Sementara itu, Kelima ratus
arhat bersuka cita atas kepastian yang diberikan sang Buddha atas masa depan Kebuddhaan mereka dan mengungkapkan rasa terima kasih mereka dengan menceritakan suatu perumpamaan tentang “Permata yang Tersembunyi di Balik Pakaian”.
PENJELASAN
"Purna adalah pembabar Dharma tercemerlang di bawah bimbingan tujuh Buddha. Demikian pula halnya ia di bawah bimbinganKu. Ia pun akan tetap seperti itu di bawah bimbingan para Buddha di masa mendatang di Kalpa Orang-orang Bijak ini. Ia akan melindungi ajaran-ajaran para Buddha ini dan membantu mereka membabarkan ajaran mereka." (P.154, LL.20-24)
Ketika seseorang menjadi Buddha, ia mampu melihat kehidupan semua mahkluk dari masa lampau, sekarang, dan masa datang. Keberadaan kita tidak hanya berlangsung di masa ini saja. Kita memiliki kehidupan lampau. Kita akan memiliki kehidupan di masa datang. Keberadaan kita adalah kekal abadi. Oleh karena itu apa y kita perbuat sekarang akan mempengaruhi kita di kehidupan mendatang.
"Ia (Purna) akan mempunyai gelar Kecemerlangan Dharma, sang Tathagata" (P.154, L.32):
Agar supaya Purna mempunyai gelar Tathagata Kecemerlangan Dharma, ada suatu persyaratan yang mengikuti: Ia akan selalu berupaya keras untuk mengajar semua mahkluk hidup.
Meski kita terus mendatangi Kuil Buddhis Nichiren selama sepuluh atau duapuluh tahun, bukanlah suatu hal yang sederhana untuk mencapai Kebuddhaan. Akan tetapi, jika kita terus mendatangi kuil dan mempertahankan hati kepercayaan kita, pastilah kita semakin mendekati pencapaian Nirvana – selangkah demi selangkah.
"Para Dewa dan manusia akan mampu saling bertemu satu dengan lainnya." (P.155, L.9):
Ketika orang di dunia manusia dan para dewa pelindung di dunia langit dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya, dunia ini akan selalu damai dan penuh suka cita. Ketika kita menyebut Odaimoku, kadang kita dapat berkomunikasi dengan para dewa di dunia langit. Inilah yang disebut dengan kanno-doko, atau komunikasi antara Buddha dan umat manusia.
"Tidak akan ada lagi daerah iblis ataupun wanita." (P.155, L.9):
Wanita seringkali dipandang rendah bahkan di masa sekarang di beberapa bagian dunia. Bahkan di Amerika Serikat, wanita baru saja memperoleh hak untuk memilih setelah PD I.
Dalam Buddhisme Mahayana, pria dan wanita adalah setara karena semua orang memiliki benih Kebuddhaan. Kita harus menafsirkan kutipan di atas dalam Saddharma Pundarika Sutra sebagai suatu ilustrasi bahwa tidak ada perbedaan antara pria dan wanita.
"Semua mahkluk hidup di dunia tersebut akan terlahir tanpa perantaraan apapun." (P.155, L. 10):
Hal ini menjelaskan bahwa mereka akan terlahir kembali bukan melalui perantaraan seorang ibu atau sebuah telur ataupun kelembaban tetapi melalui karma atau kebijaksanaan spiritual mereka sendiri. Ketika kita mampu mengubah cara berpikir kita, kita dapat terlahir kembali sebagai seseoarang yang lain, tidak secara fisik namun secara spiritual.
"Mereka akan memancarkan cahaya dari tubuh mereka." (P.155, L.12):
Kita memancarkan cahaya dari tubuh kita, yang disebut sebagai aura. Cahaya dengan pasti mempengaruhi lingkungan sekitarnya, seperti misalnya ketika seorang yang gembira atau periang memasuki suatu ruangan, semua yang ada di ruangan tersebut akan menjadi gembira.
"Mereka akan beterbangan sekehendak hati mereka." (P.155, L.13):
Ini berarti bahwa ketika kita mencapai Kebuddhaan, kita akan bebas bagaikan angin karena tidak akan ada lagi halangan yang mengikat diri kita. “Tidak menjadi masalah apakah Saya tinggal di sebuah rumah kecil ataukah rumah besar.”
"Mereka akan hidup dari dua hal: kepuasan di dalam Dharma, dan kepuasan di dalam dhyana." (P.155, L.15):
Semakin dekat kita kepada Nirvana, semakin kita merasa senang dan puas membaca dan menyebut sutra sambil menikmati keheningan. Meski kita memberi persembahan makanan di altar, persembahan terbaik bagi semua Buddha, Nichiren Shonin, dan leluhur kita adalah dengan menyebut Saddharma Pundarika Sutra dan judulNya, “Namu Myoho Renge Kyo”. Kita seharusnya meletakkan Butsudan, atau sebuah altar keluarga di ruangan yang hening dalam rumah kita jika hal ini mungkin.
"Bhiksu Kaundinya menjadi seoarang Buddha bergelar Tathagata Kecemerlangan Dharma... Kelima ratus arhat menjadi Buddha juga bergelar Kecemerlangan universal." (P. 159, Paragraf ke-2):
Ini adalah poin utama dalam bab 8 dimana Purna, Kaunidnya, dan Kelima ratus arhat mendapat jaminan akan masa depan Kebuddhaan. Akan tetapi, pesan yang lebih penting dalam bab ini adalah kalimat yang kemudian menyusul kutipan di atas,
“Semua Sravaka akan pula menjadi Buddha. Beritahukanlah hal ini kepada para Sravaka” (P.160, dua baris terakhir).
Ini menjelaskan bahwa bukan hanya para Sravaka yang hadir di pesamuan agung di puncak Gunung Gridhakurta namun juga kelimaribu sravaka yang telah meninggalkan sang Buddha dalam bab 2 juga akan mampu mendapat jaminan Kebuddhaan dari Kasyapa. Ini juga termasuk mereka yang hidup di Masa Akhir Dharma.
~NAMU MYOHO RENGE KYO~