Sebuah Hal Yang Penting Dalam Buddhisme
Kenapa kita harus melaksanakan Upacara Peringatan bagi Para leluhur ?
Oleh: YM.Bhiksu Chishin Hirai,
Honolulu Hawaii


Tidak peduli agama apapun yang kamu jalankan, semua orang pasti setuju bahwa bagaimanapun keluarga itu adalah bagian yang terpenting. Menurutmu siapakah keluarga itu ? Siapa saja anggota keluargamu ? Kamu dapat mengatakan bahwa keluarga adalah mereka yang dekat denganmu seperti suami, istri, orangtua, kakak,adik dan anak-anak. Tetapi bagaimana jika definisi keluarga itu diperluas mencakuup kakek nenek, cucu, paman, bibi, keponakan, dan sepupu. Kamu pasti setuju bahwa mereka semua itu adalah bagian dari keluargamu. Namum banyak orang tidak merasakan demikian, dan mereka hanya dekat dengan keluarga yang terlihat oleh mereka saja. Bagaimana perasaanmu, jika ketika kamu sudah meninggal, dan anggota keluarga lain seperti kemenakan, sepupu atau saudara jauh tidak merasakan kehilangan atau tidak merasa jasa baik yang telah kamu berikan kepada mereka?. Bagaimana pendapatmu tentang mereka yang telah meninggal seperti orangtua, kakek nenek, nenek moyang dan leluhur lainnya? Semua pasti akan menyetujui bahwa semua itu adalah bagian dari keluarga. Kamu akan berpikir bahwa nenek moyang itu juga bagian dari keluargamu?.

Semua dari kita semua pasti suatu saat akan kehilangan orang tua, pada waktu yang lain akan kehilangan suami, istri, kakak, adik dan anak. Menurutmu setelah mati apakah mereka tetap bagian dari keluargamu? Menurut pandangan Buddhisme, mereka semua itu adalah keluargamu baik masih hidup maupun telah meninggal. Tidak peduli apa pun yang terjadi, hubungan keluarga ada untuk selamanya. Orangtua mu, kakek nenek, nenek moyang, bibi dan paman melakukan segala sesuatunya sebaik apa yang telah kamu lakukan untuk anak-anak mu, cucu, kemenakan dan sepupu. Kita ada saat ini adalah karena usaha dari keluarga kita pada generasi-generasi yang lalu. Jika terdapat sebuah garis yang hilang dalam keluarga, mungkin kita tidak akan pernah lahir didunia ini. Kita tidak pernah hidup sendiri, terpisah dari masa lalu dan masa depan. Kita terhubung secara permanen antara masa lampau dan masa akan datang dari keluarga kita. Ini adalah sebuah tanggungjawab bagi kita untuk memperhatikan dan peduli kepada generasi masa lalu keluarga kita yang telah meninggalkan kita, berbuatlah yang terbaik dan sampaikan hal ini kepada keturunan kita.

Jika seseorang tidak memperdulikan orangtua mereka, mereka tidak juga akan dipedulikan oleh anak-anaknya pada masa mendatang. Anak-anak kita belajar dari contoh yang kita tunjukkan. Sehingga semua keluarga adalah sangat penting dan sama, baik yang telah meninggal lama sebelum kamu lahir atau yang akan lahir setelah kamu telah meninggal dunia. Sebuah agama yang tidak mengajarkan tentang pentingnya keluarga kita pada masa lampau dan masa mendatang, tidaklah mengajarkan nilai keluarga yang benar. Melaksanakan upacara peringatan untuk para jiwa leluhur kita adalah sebuah bentuk penghormatan kita atas usaha-usaha mereka pada masa lampau sehingga adanya kita hari ini. Kita akan mendapatkan kebajikan yang besar dengan menyebut Namu Myoho Renge Kyo dan kemudian melimpahkan jasa kebajikan tersebut kepada para jiwa leluhur keluarga kita. Dalam Buddhisme, dikatakan bahwa terdapat sepuluh tingkatan dunia setelah kita meninggal yakni; neraka, kelaparan, kebinatangan, kemarahan, manusia, surga, sravaka, pratyekabuddha, bodhisattva dan buddha. Setelah seseorang meninggal dunia, mereka akan terlahir kembali diantara 10 dunia tersebut. Kita hidup di dunia manusia. Kita mempunyai kemampuan untuk melakukan hal baik dan buruk dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita akan mendapatkan karma baik atau buruk dari hasil perbuatan kita. Karma kita akan menentukan kemana kita akan dilahirkan setelah kematian.

Mereka yang telah meninggal, tidak dapat lagi menghimpun kebajikan untuk diri mereka sendiri. Inilah kenapa kita harus melimpahkan jasa kebajikan kepada mereka. Semakin banyak kita menyebut Odaimoku bersama keluarga, maka semakin besar kebajikan yang mereka terima. Upacara peringatan kematian atau upacara kematian adalah sebuah cara kita untuk membimbing para jiwa leluhur keluarga kita agar mereka terlahir kembali di dunia yang lebih baik dan mendapatkan kehidupan yang menyenangkan. Nichiren Shonin, mengatakan, “Kepala kita adalah pemberian dari orangtua kita, kaki kita adalah pemberian dari orangtua kita. Jari-jari kita adalah pemberian dari orangtua kita. Mulut kita adalah pemberian dari orangtua kita. Keseluruhan badan kita adalah warisan dari orangtua kita.” Badan kita bukan hanya milik kita. Kita menerima warisan badan ini juga dari leluhur kita dari generasi ke generasi. Keberuntungan yang kita nikmati berasal dari kebajikan yang telah dijaga dan dipelihara oleh leluhur kita. Berdoa untuk jiwa para leluhur berarti berdoa untuk diri kita sendiri kareana tubuh kita keseluruhan dan pikiran berisi warisan dari masa lampau, generasi demi generasi.

Bagaimana cara kita menjaga keluarga dan anak cucu kita pada masa mendatang ? pertama, kita harus memberitahukan kepada anak-anak kita, cucu, kemenakan dan sepupu tentang makna sesungguhnya dari sebuah keluarga. Kita harus melaksanakan sebuah upacara peringatan kematian untuk para jiwa leluhur bersama-sama dengan seluruh keluarga. Melalui ajaran dan contoh dari kita, maka generasi baru keluarga kita akan mengerti tentang makna dan sejarah keluarga dan pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk kita.

Cara terbaik untuk menjaga keluarga kita adalah menjalankan ajaran Buddhisme sebagai bagian terpenting dari keluarga. Sebagian orang mengatakan bahwa Buddhisme telah ketinggalan jaman dan tahayul, ini karena mereka gagal memahami makna hubungan karma antara sesama kita, mereka yang sebelum kita dan mereka yang sesudah kita. Sebagaimana kita yang telah belajar Buddhisme, bahwa ajaran Buddha itu sangat logika dan ajaran ini melampaui waktu dan ruang. Buddhisme adalah sebuah agama yang mengajarkan kita sebuah kebenaran hubungan antara keluarga kita dimasa lampau, sekarang dan masa mendatang. Usaha keras dari para leluhur kita membuat kita ada saat ini dan menikmati segala keberuntungan. Usaha kita saat ini yang menentukan bahagia atau menderita pada masa mendatang. Ini adalah sebuah kebajikan yang diberikan kepada kita oleh para leluhur untuk dapat bertemu dengan Dharma Buddha dalam kehidupan kita sekarang. Kita berhutang kepada para leluhur kita dan mempunyai tanggungjawab kepada generasi mendatang setelah kita.