UMUR TUA DAN KEMATIAN
Oleh.YM.Bhiksu Shokai Kanai


Diskusi tentang aspek persiapan untuk sebuah kematian adalah sangat penting meskipun orang awam biasanya tidak suka membicarakan hal tentang kematian. Dalam Buddisme, hubungan antara badan dan jiwa adalah sama seperti hubungan antara sebuah mobil dan pemiliknya. Kita akan membutuhkan sebuah mobil baru ketika mobil kita mulai menyebabkan permasalahan dan menjadi tidak berguna lagi bagi kita.


Aku ingin tahu berapa banyak mobil yang kamu miliki sebelum mobil kamu sekarang ini. Mobil pertama adalah sebuah truk pick up. Aku mengunakan truk itu untuk kerja sampingan ku sebagai seorang tukan kebun dan untuk keperluan keluargaku di kota Salt Lake, Utah. Mobil keduaku pada tahun 1974 adalah sebuah Chevy Nova. Kemudian, keluargaku memiliki Honda Civic pada 1982 dan juga sebuahSubaru GL10 station wagon. Anak-anakKu mengendarainya di Seattle, WA. Keluarga saya telah membicarakan untuk membeli sebuah mobil baru setelah sebuah mobil tua itu telah tidak berfungsi lagi. Jiwa atau roh kita harus meninggalkan tubuh ketika umur dan penyakit menghancurkannya. Inti jiwa (roh) itu harus mencari dan menemukan badan lain untuk tinggal. Disini, kelahiran kembali akan berlangsung. Tetapi dalam kasus seorang manusia adalah sangat kompleks dan rumit dibandingkan kasus antara sebuah mobil dan pemiliknya.


Kehidupan setelah kematian dibicarakan dalam naskah-naskah Buddhis dan didalamnya membahas tentang kekuatan dari jiwa dan segala sesuatu yang tersembunyi didalamnya. Buku ini menyatakan bahwa tidak ada sesuatu pun yang perlu dikhawatirkan, “Hal utama tentang kematian, bahwa jiwa akan meningkat menjadi sebuah keindahan, sebuah kebahagiaan yang indah dan diberkati. Kesadaran pertama adalah sebuah cahaya terang dan musik-musik surgawi. Kemudian, orang itu akan terbungkus oleh cinta. Perasaan cinta dan kehadiran penuh kasih adalah sesuatu yang tidak akan dapat kamu bayangkan di dunia. Mereka yang telah meninggal mungkin telah mengalami pengalaman yang sama ketika kita mengunjungi dan membaca sutra-sutra Buddha beberapa jam sebelum meninggal.


Ketika aku berkunjung ke rumah sakit, aku sering mendiskusikan ajaran Buddha. Aku memberitahukan para orang lanjut usia, pria dan wanita, agar tidak takut akan kematian, tetapi juga tidak berarti seseorang harus cepat-cepat merasakannya. Aku menceritakan kepada mereka bahwa mereka yang melakukan bunuh diri adalah cara yang sangat buruk untuk kematian, sebb akan mempengaruhi kehidupannya setelah kematian.


Banyak orang yang merasa tidak mempunyai harapan dan sia-sia ketika mereka menjadi tua. Berdasarkan pandangan Buddhis, aku memberitahukan mereka untuk belajar segala sesuatu yang mereka inginkan. Apapun yang kamu belajar hari ini, mereka akan membawanya dalam kehidupan selanjutnya. Kepintaran tidak muncul dari langit biru yang bersih. Kecuali, mereka yang mempunyai pengetahuan yang tinggi dengan I.Q yang tinggi pula pada kehidupan lalu. Oleh karena itu, dalam kehidupan dimasa mendatang, seseorang mempunyai potensi untuk menjadi seorang yang genius dengan mengunakan karma mereka dari masa lalu. Setelah peningkatan dari harapan ini, kita akan dapat hidup penuh arti dalam berbagai kehidupan kita.


Meskipun aku tidak bisa berdiskusi terlalu banyak tentang hal ini, dimana ia sekarang sedang dirawat di Rumah Perawatan Keiro, Aku percaya bahwa ia telah mengerti akan hal tersebut. Sebab saya melihat bahwa ia tidak takut akan kematian. Ia hanya menunggu waktu untuk mengucapkan selamat tinggal.