|
TIGA
RACUN MEMBAKAR
Oleh: YM.Bhiksuni Myosho Obata
Munculnya Buddha di dunia ini adalah untuk satu tujuan menyelamatkan
semua orang dari api 3 racun (Ketamakan, Kemarahan, dan Kebodohan)
dan membimbing mereka untuk mencapai Penerangan Sempurna. Didalam
Saddharma Pundarika Sutra, Bab 3, " Terdapat sebuah cerita
perumpamaan Di dalam perjalanan ke Rajagraha, Magadha, Sakyamuni
dan 1000 orang muridnya yang menemani Sang Buddha mampir di Gunung
Gayasirsa.
Berdiri diatas puncak gunung,
mereka memandang sebuah kota yang sedang terbakar. Sang Buddha kemudian
mengajarkan sebuah cerita perumpamaan tentang api membakar: "Sama
halnya dengan kota di bawah yang sedang terbakar dalam kobaran api
atau dengan kata lain sama seperti sebuah api penderitaan karena
ke tiga racun yang membakar dalam pikiran, menyebabkan semua pengamatan
/ penglihatan, dan tindakan dari kita sebagai sumber dari kesengsaraan
dan penderitaan. Bagaimanapun, ketika kita mengamati setiap hal
dengan tepat dan mencoba untuk menghindar dari pemikiran jahat dan
tindakan, api racun / iblis dalam pikiran kita akan lenyap.
Buddha Sakyamuni Buddha mengajarkan
kepada kita terdapat 8 macam penderitaan mahluk. Ke-delapan penderitaan
itu adalah penderitaan karena kelahiran, usia tua /
proses penuaan, penyakit, kematian, bertemu orang yang dibenci,
terpisah dari orang yang tercinta, tidak memperoleh apa yang sedang
di cari, dan keterikatan kepada raga / badan dan pikiran.
Dan ini semua berasal dari hawa nafsu kita sendiri (api racun).
Aku pikir bahwa alasan yang paling mendasar mengapa kita mempunyai
banyak permasalahan / kesulitan yang menimpa manusia di seluruh
dunia hari ini, tidak bisa mencari jalan keluar dari permasalahan
ini dan membuat dunia penuh dengan keharmonisan adalah karena hawa
nafsu kita.
Didalam Saddharma Pundarika
Sutra dikatakan, "Penyebab penderitaan adalah ketamakan. Ketika
ketamakan dilenyapkan, tidak ada penyebab penderitaan." Keinginan
hati untuk menahan keinginan kita didalam kehidupan sehari-hari
dan puas dengan kekurangan. Satu hal yang jelas jika berbagai keinginan
kita dan kesengsaraan kita akan terus berkembang ketika kita membandingkan
diri kita dengan orang lain. Untuk itu, kita harus menghentikan
segala evaluasi tentang diri kita terhadap orang lain. Sebagai gantinya,
kita perlu mengetahui ketergantungan dari setiap orang dan bahwa
kita semua tinggal bersama-sama dengan orang lain.. Dengan kata
lain, dunia ini adalah tidak hanya terdiri dari kita, manusia tetapi
juga banyak mahluk hidup lainnya seperti binatang dan tumbuhan,
benda mati lainnya seperti samudera, pegunungan, sungai dan tanah.
Sadari bahwa umat manusia adalah hanya satu bagian dari semua yang
ada di alam ini, yang mana semua saling bergantungan satu sama lain
dan menjadi satu badan. Oleh karena itu, Aku berpikir bahwa kita
perlu menunjukkan rasa hormat kita, kepada semua hal yang ada disekitar
kita.
Terima kasih untuk mendengarkan.
Cin Cia Kam Xia
|