|
Marilah kita tidak melupakan tujuan
utama dari pendiri kita, Nichiren
Oleh YM.Bhiksu Tansei Iwama,
kepala administrasi Nichiren Shu Pusat
Tahun lalu, banyak orang yang kehilangan hidupnya
karena berbagai macam bencana baik di Jepang maupun diseluruh dunia.
Saya bergabung bersama kalian semua berdoa dengan sungguh hati bagi
mereka yang mengalami musibah. Kita juga berdoa untuk kesembuhan
dan kebangkitan kembali dari para korban penyakit dan bencana baik
secara phisik maupun mental.
Tidaklah berlebihan jika kita mengatakan bahwa
hari ini kita hidup dalam dunia hidup dan mati. Meskipun demikian,
kita harus selalu mengingat ajaran dari pendiri kita, Nichiren yang
mengatakan bahwa, “Dari semua kekayaan dan keberuntungan,
Hidup adalah yang paling utama.” Ketika kita mendapatkan keuntungan
dapat terlahir sebagai manusia dan bertemu dengan ajaran Buddha,
makna dari sebuah kehidupan dapat kita lihat dari empat cara pandang:
1. HidupKu bukanlah milik diriKu. Ini adalah merupakan karunia dari
langit dan bumi, kurnia besar dari para Buddha, yang diberikan kepadaKu
dan membuat diriku menjadi hidup.
2. HidupKu adalah Terbatas.
Terimalah ini dengan serius dan rendah hati, aku harus hidup setiap
saat untuk diriku dan orang lain.
3. HidupKu adalah saling berhubungan satu sama lain.
Menelusuri kembali asal mula manusia, kita akan menemukan bahwa
semua manusia berhubungan satu sama lain. Hidupku adalah kelanjutan
dari nenek moyang / leluhur dan akan dilanjutkan oleh keturunanKu.
4. HidupKu dapat terlahir kembali
Sebagaimana yang dibabarkan dalam Saddharma Pundarika
Sutra, setiap kehidupan akan mengalami kelahiran kembali melalui
masa lampau, sekarang dan akan datang. Nichiren Shonin berkata,
“Myo berarti Kesadaran.” Ketika kita percaya dalam Saddharma
Pundarika Sutra, hidup kita akan hidup kembali dalam kehidupan yang
luar biasa karena karunia kebajikan dari Buddha Sakyamuni Abadi.
Dengan begitu kita akan menyadari bahwa hidup ini akan cepat berlalu,
kenyataannya, kita dapat berganti pada kehidupan abadi sebagaimana
Buddha Abadi dan selanjutnya terus bersinar melampau masa lampau,
sekarang dan akan datang. Seseorang yang dalam kehidupan lampau
dan telah berlindung pada Buddha Abadi adalah profil dari para penganut
Nichiren Shu yang menyebut Odaimoku “Namu Myoho Renge Kyo”
Tahun Heisei Ke-33 adalah peringatan hari kelahiran
pendiri kita, Nichiren yang ke-800. Melihat kepada tahun yang penuh
kesan ini, pada masa mendatang, kita sebagai Nichiren Buddhis harus
melihat fakta bahwa pendiri kita, Nichiren selalu melihat dunia
ini dan orang-orang yang tinggal didalamnya dan Ia meninggalkan
ajaran Odaimoku untuk kita dalam pelaksanaan Saddharma Pundarika
Sutra untuk disebarluaskan tidak hanya di negeri Jepang saja, tetapi
juga keseluruh dunia sehingga tercipta dunia yang damai dan murni.
Kita, sebagai pengikut Nichiren, harus melakukan
hal yang terbaik untuk mencapai tujuan dan keinginanNya. Nichiren
Shonin melaksanakan dengan badannya dalam tugas penyebarluasan dengan
dasar penghargaan terhadap kehidupan yang menjadi dasar ajaran dari
Saddharma Pundarika Sutra. Semua para pengikut harus mempunyai hati
kepercayaan yang kuat kepada Odaimoku dan menyebarkan mulai dari
keluarga dan masyarakat disekitar kita. Kita harus mengikuti langkah
dan jejak dari pendiri kita, Nichiren yang melakukan perjalanan
tanpa henti sedikitpun untuk Kosenrufu.
|