SEJARAH TANGGA BODAITEI DI MINOBU
OLEH: YM.BHIKSUNI MYOSHO OBATA

Hari ini, saya akan menceritakan sebuah sejarah tentang tangga Bodaitei (di Kuil Kuonji, Minobu) mempunyai banyak anak tangga untuk menuju kepada pelataran utama. Tangga itu terdiri dari banyak anak tangga yang berjumlah 287 anak tangga. Nama dari tangga ini adalah Bodai-tei, Bodai berarti “Mencapai Kesadaran Buddha” dan Tei berarti Sebuah Tangga. Ketika kita berdiri di depan dasar tangga, kelihat seperti sebuah tangga yang mencapai atau menuju ke surga.

Tangga ini dibangun oleh seorang pengikut yang luar biasa pada tahun 1632. Beliau bernama Ninzo dan lahir di Pulau Sado, Provinsi Niigata. Nichiren Daishonin dibuang ke Pulau Sado selama tiga tahun, jadi disana terdapat banyak sekali pengikutNya. Ibu dari Ninzo juga adalah seorang pengikut yang luar biasa dari Nichiren Daishonin. Ia ingin pergi ke Gunung Minobu dalam sebuah pejalanan, jadi Ninzo membawa ibunya ke Gunung Minobu dengan cara mengendongnya. Ketika mereka berkunjung ke Gunung Minobu, mereka sangat gembira tetapi untuk dapat mendaki naik ke atas puncak adalah sangat berat. Ibunya berguman, “Jika disini terdapat sebuah tangga, ini akan sangat membantu orang banyak.”

Beberapa tahun kemudian, ibunya meninggal dunia tetapi Ninzo tetap mengingat perkataan ibunya. Jadi Ia berkeinginan untuk membangun sebuah tangga di Gunung Minobu. Ia adalah seorang nelayan dan tidak mempunyai pendapatan yang besar tetapi Ia bekerja keras untuk menyimpan sejumlah uang. Setelah sepuluh tahun kemudian, Ia telah berhasil menyimpan sejumlah besar uang dan pergi ke Gunung Minobu untuk menyumbangkan uang tersebut untuk membangun tangga. Sebelum berkunjung ke Gunung Minobu, Ia tinggal di sebuah penginapan didekat Minobu. Tetapi, penginapan itu telah tutup. Ia sangat heran kenapa kota ini sangat suram dan menderita. Kemudia ia bertanya kepada penjaga penginapan mengenai hal ini. Penjaga penginapan berkata, “Kota ini sedang dilanda kelaparan. Banyak penduduk yang meninggal setiap hari.” Setelah Ninzo mendengar hal itu, Ia berpikir,” Ajaran Buddha mengajarkan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Sekarang saya harus dapat menyelamatkan mereka dari penderitaan. Saya akan memberikan uang saya untuk menyelamatkan mereka. Para Buddha, Nichiren Daishonin dan ibu saya pasti setuju dengan saya.” Jadi Ia menyumbangkan uangnya kepada penduduk yang sedang menderita tersebut. Ia ingin kembali ke tempat tinggalnya dan bekerja keras lagi untuk sepuluh tahun mendatang.
Suatu hari, ketika ia sedang menangkap ikan di laut, ia melihat sesuatu berkilauan di atas sebuah gunung. Ia cemas mengenai cahaya itu dan mendaki gunung tersebut keesokan harinya. Ketika ia sampai ditempat sumber cahaya tersebut, ia sungguh terkejut melihat apa yang ia temukan. Itu adalah emas. Segera ia mengambil emas tersebut, Ia ingin pergi ke Gunung Minobu dan tinggal di tempat penginapan yang sama. Ketika penjaga penginapan itu melihat Ninzo, Ia bertanya,” Sepuluh tahun yang lalu, seorang lelaki menyelamatkan kota ini. Bukankah lelaki itu adalah kamu?” Ninzo menjawab, “Ya”, kemudian penjaga penginapan itu pergi ke kota untuk memberitahukan penduduk bahwa orang yang menyelamatkan kita sedang tinggal di penginapannya. Banyak orang berdatangan ke penginapan dan memberikan rasa penghormatan kepada Ninzo. Pada waktu itu, mereka tahu bahwa uang itu adalah untuk membangun sebuah tangga. Mereka semua berkata kepada Ninzo,” Kami ingin membantumu. Sekarang kami akan membayar kembali budi yang telah kamu berikan.” Keesokan harinya, Ninzo mulai membangun tangga tersebut. Banyak orang membantunya dan pembangunan tangga itu selesai lebih cepat daripada yang direncanakan.

Nichiren Daishoni mengajarkan kepada kita dalam Itai Do Shin, “Segala sesuatu adalah mungkin, jika semua orang bersatu dalam sebuah semangat. Tidak ada sesuatu yang dapat dicapai, jika mereka tidak bersatu.” Ajaran yang sama juga terdapat dalam ajaran Bukan Buddhis. Sebagai contoh, Raja Chieh dari Dinasti Yin di China kuno, yang mempunyai 700.000 tentara yang tidak bersatu dalam semangat, dikalahkan oleh Raja Wu dari Dinasti Chou dengan tentaranya yang berjumlah 800 orang, yang bersatu dalam sebuah semangat. Tidak ada sesuatupun yang dapat tercapai jika seseorang mempunyai dua pikiran, begitu juga jika terdapat ratusan atau ribuan orang, jika mereka bersatu, mereka pasti akan mencapai tujuan yang diinginkan. Tangga di Gunung Minobu ini memberikan kepada kita nilai dari sebuah kerjasama, menyumbang dan membalas budi terhadap sebuah kebaikan. Selesai.

nb.diterjemahkan oleh sidin ekaputra