| PESAN
TAHUN BARU DARI GUNUNG MINOBU
Yang Mulia Bhiksu Nichiko Fuji,
Bhiksu Tertinggi Nichiren Shu.
Mengamati keadaan dunia saat sekarang ini, mempunyai
banyak kemiripan dengan keadaan ketika pendiri kita, Nichiren Shonin
hidup. Nichiren Shonin menaruh perhatian yang besar mengenai pemusatan
pada ajaran Buddhisme, yaitu melalui penekanan tentang ajaran Buddha
sebagai tujuan bagi setiap individu. Jika setiap orang mempunyai
tujuan dan keinginannya masing-masing, tidak ada kesatuan pikiran
dalam sebuah kelompok dan akibatnya pertengkaran pasti akan terjadi.
Ini sangat bertentangan dengan keinginan dalam Buddhisme yakni untuk
menyelamatkan semua mahluk hidup.
Pendiri kita, Nichiren Shonin mengajarkan bahwa
dalam Saddharma Pundarika Sutra dikatakan bahwa, Sang Buddha mengungkapkan
tentang pencapaian Penerangan berdasarkan pikirannya, dapat dicapai
melalui ajarannya tidak hanya bagi para pengikutnya tetapi juga
semua orang dengan keadaan yang berbeda-beda. Beliau juga mengajarkan
kita, bahwa “Daimoku, Namu Myoho Renge Kyo” adalah bibit
para Buddha yang dilindungi dengan penuh welas asih oleh Buddha
Sakyamuni.
Oleh karena itu, pendiri kita dengan penuh welas
asih menjelaskan hal ini kepada kita didalam risalahNya “Rissho
Ankoku-ron” (Risalah untuk menyebarkan kedamaian diseluruh
negeri melalui penegakkan ajaran yang sebenarnya): “kamu harus
dengan segera beralih dari kepercayaan yang salah kepada ajaran
yang sebenarnya dan kepercayaan dalam Kendaraan Tunggal. Kemudian
dunia ini akan menjadi Tanah Buddha. Akankah Tanah Buddha itu musnah
? semua isi dunia meliputi seluruh alam semesta akan menjadi “Tanah
Pusaka”. Akankah “Tanah Pusaka” bisa musnah? Ketika
tanah itu tidak musnah dan tidak lenyap, badan kamu akan selamat
dan hatimu akan tenang. Percayalah kata-kata ini dan yakinilah.”
Sebagaimana yang diungkapkan oleh pendiri kita
dalam tulisan ini, kita harus mengingatnya dengan sungguh-sungguh
pernyataan ini: “Saya tidak hanya percaya mengenai hal ini,
tetapi juga berusaha mengoreksi kesalahpahaman orang lain.”
Melalui pikiran dan badan kita tidak hanya mencoba untuk menjaga
hati kepercayaan dalam Saddharma Pundarika Sutra, tetapi juga menyebarluaskannya
kepada orang lain. Dunia saat sekarang ini tidak mampu menlenyapkan
pertentangan dan pembinasaan satu sama lain, seluruh bangsa-bangsa
didunia menaruh sebuah pedang diatas kepalanya hanya untuk mempertahankan
keyakinan dan keinginannya masing-masing. Inilah sebabnya ajaran
Saddharma Pundarika Sutra sangat diperlukan didunia ini.
Ketika tinggal di Pulau Sado, menjalani hukuman
pembuangan, pendiri kita menulis “Kanjin Honzon-sho ( Perenungan
Spritual dan Yang Patut DiMuliakan), dikatakan “Ketika langit
berwarna biru, maka daratan pun menjadi terang.” Seperti halnya
cahaya yang terang menerangi kegelapan, ketika dunia jatuh dalam
kekacauan, seseorang akan lahir untuk membangun kembali dunia ini.
Pendiri kita, Nichiren Shonin, menyebut dirinya sebagai utusan dari
Sang Buddha, yang berjanji untuk menyebarluaskan “Odaimoku”
Saddharma Pundarika Sutra pada Masa Akhir Dharma dan berjuang dalam
lumpur dunia untuk menyelamatkan semua mahluk yang menderita.
Membaca dua tulisan dari pendiri kita, “Rissho
Ankoku-ron” dan “Kanjin Honzon-sho” kedua-duanya
memberitahukan kita ketika melaksanakan Saddharma Pundarika Sutra,
yang dibabarkan oleh Buddha Sakyamuni berdasarkan pikiranNya, sebagaimana
yang dibabarkan dalam sutra ini, kita akan mendapatkan pengertian
mendalam Sang Buddha dan dapat melihat kebenaran tentang dunia ini,
dimana semua orang dapat menikmati keselamatan dan kedamaian. Bagaimana
kita dapat menyebut diri sebagai murid Nichiren, jika tanpa melaksanakan
ajaran dari pendiri kita ? |