PENERANGAN SANG BUDDHA
Oleh: YM.Bhiksuni Myosho Obata


Hari ini, aku akan mengajarkan kepada kalian tentang apa itu Penerangan ?. Penerangan Atau “Satori” di dalam bahasa Jepang adalah suatu terjemahan kata dari bahasa india “Bodhi, yang mana disalin dalam huruf jepang sebagai “Bodai”. karenanya penerangan dan bodai adalah sama. Ini adalah pemahaman yang mutlak tentang komposisi dan kebenaran alam semesta dan manusia. Buddha berkata bahwa manusia itu sejak mula adalah mahluk yang membawa penderitaan. Setiap manusia harus mengalami pertumbuhan / berkembang menjadi tua, mengalami derita dan mati. Ini adalah penderitaan. Sebagian orang harus berpisah dari seseorang yang sangat dicintainya dan mungkin tidak mampu untuk memperoleh apa yang menjadi keinginannya. Ini juga, adalah penderitaan. Kenapa kita harus mengalami segala penderitaan ini? Hal ini karena manusia mempunyai keinginan dan keterikatan. Manusia menderita sebab mereka hidup dalam keterikatan dalam kehidupan, disamping terdapat kenyataan bahwa kita semua harus mati dan sebab segala keinginan / hawa nafsu kita akan berkembang dari satu ke satu hal yang lain dan kita semua tidak akan mampu untuk mencapai kepuasan.

Bagaimana kita untuk bebas dari segala macam penderitaan itu ? Buddha berkata bahwa segala keterikatan dan keinginan / hawa nafsu adalah penyebab dari penderitaan. Jika kita ingin membuang segala keterikatan dan keinginan / hawa nafsu sebagian atau mengendalikan mereka, maka segala penderitaan itu akan hilang semuanya. Beliau juga mengajarkan bagaimana pelaksanaan untuk semua orang agar dapat mengendalikan keterikatan dan keinginan / hawa nafsunya. Sang Buddha duduk bawah pohon Bodhi dan masuk dalam meditasi. Ia memahami segala macam pikiran manusia dan sifat alami dari alam semesta dan kebangkitan untuk mencapai kebenaran. Kejadian ini disebut Penerangan dan dikenal sebagai “Bodai”. Jadi Kebangkitan Kebenaran yang diperoleh Sang Buddha ? Sangatlah tidak mungkin menjawab semua ini hanya dalam beberapa kata. Ini disebabkan begitu luas dan banyaknya ajaran Sang Buddha dan jumlah ajaran itu mencapai 84.000 gudang sutra yang berisi tentang Penerangan itu. Saya akan mencoba untuk memilih beberapa hal yang penting diantaranya :

1. EMPAT KEBENARAN MULIA (Shitai)

Karakter “tai” dari “Shitai” dari kata ini berarti “Membersihkan”, ini adalah “Untuk membuat Kebenaran Sejati” dan ”Shitai” berarti Empat Kebenaran.

Empat Kebenaran Mulia dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Hidup adalah penuh dengan penderitaan;
2. Penyebab dari Penderitaan adalah ketidakpedulian dan keinginan egois diri sendiri;
3. Penderitaan dapat diakhiri dengan mengatasi ketidakpedulian dan egois diri sendiri;
4. Jalan untuk mengatasi ketidakpedulian dan egois diri sendiri adalah mengikuti pelaksanaan Delapan Jalan Utama.

2. DELAPAN JALAN UTAMA (Hashodo)

Ada delapan macam pelaksanaan secara nyata yang mana menunjukkan bahwa ada keinginan seseorang untuk keluar dan mencapai kebenaran “Dotai”, yang mana termasuk dalam Empat Kebenaran Mulia. Pelaksanaan yang nyata dari hari ke hari, seseorang akan dapat mengendalikan keterikatan dan keinginan / hawa nafsu yang menyebabkan penderitaan.

Delapan Jalan Utama itu adalah :

1. Pengertian yang benar
2. Pikiran yang benar
3. Berbicara yang benar
4. Prilaku yang benar
5. Penghidupan yang benar
6. Usaha yang benar
7. Tujuan yang benar
8. Meditasi yang benar

3. HUKUM DUA BELAS PENYEBAB (Juni Innen)

Sang Buddha menjelaskan lebih lanjut sebab penderitaan yang dibabarkan dalam Empat Kebenaran Mulia dalam Hukum Dua Belas Penyebab (Juni Innen). Pada kesempatan yang sama, Sang Buddha menjelaskan secara lengka suatu logika mengenai penyebab penderitaan dan pemusnahannya. Tak seorang pun dapat lepas dari penderitaan, umur tua dan kematian, tetapi Sang Buddha mendapatkan jawaban dari penyebab penderitaan dan kesedihan yang dialami oleh manusia. Mengetahui penyebab yang membawa kepada kematian, umur tua dan ketidaktahuan, (mumyo) tidak menyadari kebenaran, inilah dua belas langkah yang dikenal dengan Dua Belas Penyebab (Juni Innen) atau Dua Belas Yang Menjadi Penyebab (Juni Engi).

Secara Singkat Ke Dua Belas Penyebab itu adalah :

1. Ketidaktahuan menimbulkan Bentuk-bentuk Karma (Avijja Paccaya Sankhara)
2. Bentuk-bentuk Karma menimbulkan Kesadaran (Sankhara Paccaya Vinnannang)
3. Kesadaran menimbulkan Nama Rupa (Vinnana Paccaya Namarupang)
4. Nama Rupa menimbulkan Enam Indriya (Namarupa Paccaya Salayatanang)
5. Enam Indriya menimbulkan Kontak (Salayatama Paccaya Phasso)
6. Kontak menimbulkan Perasaan (Phassa Paccaya Vedana)
7. Perasaan menimbulkan Kehausan (Vedana Paccaya Tanha)
8. Kehausan menimbulkan Kemelekatan (Tanha Paccaya Upadanang)
9. Kemelekatan menimbulkan Proses Penjelmaan (Upadana Paccaya Bhavo)
10. Proses Penjelmaan menimbulkan Kelahiran (Bhava Paccaya Jati)
11. Kelahiran menimbulkan Kelapukan, Kematian, Keluh Kesah, Sakit (Jati Paccaya Jayamaranang)
12. Kelapukan, Kematian, Keluh Kesah, Sakit adalah akibat dari Kelahiran (Jara Marana)

4. JALAN TENGAH (Chudo)

Ini berarti bahwa seseorang tidak bisa mencapai Penerangan melalui cara-cara yang ekstrim kesederhanaan atau kesenangan tetapi dengan masuk melalui jalan tengah.

OO>><<OO


Nb.Diterjemahkan oleh Sidin Ekaputra, bahan ceramah untuk Bulan Juni, 2004.