|
PAKAIAN,
MAKANAN DAN CERMIN
Oleh: YM.Bhiksuni Myosho Obata
Hari ini, saya akan menceritakan sebuah cerita pendek dari sebuah
Sutra.
Pada suatu masa di India
terdapat seorang ibu dan putrinya. Sang putri itu akan melaksanakan
pernikahan beberapa hari mendatang. Sang ibu mengajarkan kepada
sang putri apa saja yang harus ia lakukan dalam kehidupan rumah
tangganya. Sang Ibu berkata tentang tiga hal penting.
Pertama, Memakai baju yang indah setiap hari,
Kedua, Memakan makan yang enak setiap hari,
Ketiga, Selalu melihat cermin setiap waktu.
Terdapat seorang lelaki yang
berdiri didalam ruangan dimana sang ibu sedang memberitahukan ketiga
hal itu kepada anak perempuannya. Lelaki itu adalah Ayah dari mempelai
pria, dan ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibu itu kepada
anaknya. Ayah dari mempelai pria adalah seorang menteri dalam kabinet
pemerintah. Beliau menjadi khuatir terhadap apa yang didengarnya
dari pembicaraaan antara menantu perempuannya dengan ibunya. Setiap
orang pasti akan khuatir dan cemas jika istri anaknya ingin memakain
baju baru dan indah setiap hari, makan makanan yang enak setiap
hari dan selalu bercermin setiap waktu. Jika aku menikah dengan
seorang perempuan seperti itu, pada akhirnya aku akan mengalami
kewalahan melayaninya. Meskipun Ayah dari mempelai pria adalah seorang
menteri kabinet dan seorang yang kaya, Beliau sungguh cemas mengenai
hal ini.
Bagaimanapun, beberapa hari
lagi akan berlangsung Acara Pernikahan, dan sudah terlambat untuk
dibatalkan. Acara pernikahan berlangsung sesuai dengan apa yang
telah direncanakan. Kemudian, setelah acara pernikahan selesai,
mertua lelaki itu terus memasang mata secara hati-hati mengamati
menantu perempuannya. Namun, sekalipun menantu perempuannya tidak
mengunakan baju yang indah dan tidak boros dalam makanan. Dia juga
tidak terlihat berada didepan cermin setiap waktu. Sang mertua bingung
terhadap apa yang sedang terjadi.
Kemudian, Beliau berkata
kepada sang menantu tentang apa yang ia dengar dari pembicaraan
antara sang menantu dan ibunya ketika malam sebelum acara pernikahan.
Ia bertanya, “mengapa dia tidak menuruti apa yang ibunya katakan.
Sang menantu menjawab…Saya telah melakukan sebuah hal yang
ibu saya katakan kepada saya.”
Selanjutnya, Sang mertua bertanya kembali, “ Ibu kamu mengajarkanmu
untuk mengunakan baju yang indah setiap hari, tetapi kamu tidak
melakukannya ?” Sang menantu menjawab, “Ayah, baju indah
yang ibu saya katakan tidak hanya semata-mata tentang sebuah baju
yang indah dan mahal tetapi selalu mencuci dan menjaga baju dengan
baik. Jadi, saya selalu menjaga dan memelihara baju saya dengan
rapi dan baik.” Sang mertua bertanya lagi, “Bagaimana
tentang memakan makanan yang lezat setiap hari?”. Sang menantu
menjawab, “Makanan enak yang ibu saya katakan itu adalah bukan
tentang makanan yang mewah. Yang dimaksudkan adalah makanan setelah
bekerja keras. Setelah aku bekerja keras, maka harus menikmati makanan
itu dengan baik. Memakan makanan yang lezat setiap hari berarti
bekerja keras setiap hari.” Sang mertua bertanya, “Bagaimana
dengan melihat ke dalam cermin setiap hari?” Sang menantu
menjawab, “ Cermin yang dimaksud bukanlah cermin yang sesungguhnya.
Ini adalah yang terdapat dalam pikiran saya. Maksud ibu saya adalah
saya harus selalu bercermin pada cermin yang ada dalam pikiran sendiri.”
Sang mertua sangat gembira
mendengar hal ini dan mencintai menantunya lebih dari lainnya dan
selalu menceritakan kepada setiap orang bahwa menantunya adalah
yang terbaik. Tiga hal penting ini tidak hanya untuk pasangan pengantin
tetapi juga untuk semua orang.
Mengunakan baju yang indah setiap hari berarti selalu menjaga agar
diri kita selalu bersih. Memakan makanan yang lezat setiap hari
berarti melakukan segala sesuatu dengan baik setiap hari. Dan melihat
ke dalam cermin setiap waktu berarti selalu bercermin pada diri
sendiri melalui cermin yang terdapat dalam pikiran kita setiap saat.
Pendiri kita, Nichiren Daishonin
selalu memberitahukan kepada kita tentang sebuah cermin didalam
pikiran kita, hal ini terdapat dalam catatan Beliau, Issho Jobutsu
Sho,” Ketika kamu membersihkan cermin yang kotor, ia akan
menjadi bersinar bagaikan permata. Pikiran yang sesat dan kekanak-kanakan
adalah seperti cermin yang kotor. Ketika kamu membersihkan pikiranmu
yang kotor, ia akan menjadi sebuah cermin yang memperlihatkan kebenaran
sesungguhnya.”
Letakkan hati kepercayaanmu
kepada Sang Triratna (Buddha, Dharma, dan Sangha) dan biarkan pikiranmu
bersinar setiap hari. Bagaimana caranya untuk mendapatkan hal itu
? cukup hanya sebut, Namu Myoho Renge Kyo.” Selesai.
Nb.diterjemahkan oleh Sidin
Ekaputra
|