|
Omamori dan Ofuda
Oleh: Sidin Ekaputra
Di dalam bahasa Jepang mantera, pusaka, dan jimat
dikenal sebagai “Omamori”. Secara halfiah, kata Omamori
berarti “Melindungi atau Mempertahankan”. Omamori ini
digunakan dengan tujuan untuk memberikan perlindungan secara menyeluruh
terhadap permasalahan dalam kehidupan seperti penyakit, kecelakaan,
kebakaran, keselamatan dalam kelahiran bayi, kebangkrutan dan lain-lain.
Omamori adalah biasanya terbuat dari potongan kain atau kertas,
dan bahan lain yang berukuran kecil, dan diatasnya tertulis nama
dewa atau suatu aksara doa. Omamori dalam Nichiren Shu Buddhisme,
dibuat dalam berbagai macam bentuk dan ukuran dan diatasnya tertera
aksara mandala gohonzon, baik yang hanya mencakup Empat Raja Langit
saja atau lengkap meliputi dewa-dewi lainnya. Ofuda adalah suatu
jimat yang hampir sama dengan Omamori. Ofuda juga dituliskan nama
para dewa, atau nama suatu kuil suci, atau aksara doa khusus lainnya.
Perbedaan antara Omamori dan Ofuda sedikit hanya berdasarkan pada
fungsi pengunaannya saja. Kedua-duanya selalu digunakan oleh kuil-kuil
suci Shinto dan Buddha. Nichiren Shonin, pendiri Nichiren Shu pernah
juga menuliskan sebuah jimat / ofuda bagi Nanjo Tokimitsu, salah
seorang muridnya untuk melindungi bangunan yang telah selesai dibangun.
Penggunaan Omamori dan Ofuda sangat luas dikalangan Buddhis, hampir
semua sekte mempunyai Omamori dan Ofuda dengan kegunaan dan karakteristiknya
masing-masing.
Perbedaan antara Omamori dan Ofuda dibedakan berdasarkan
pengunaannya. Pada awalnya Omamori disimpan dalam sebuah tabung
bambu kecil dan dikenakan seperti sebuah kalung, sekarang ini telah
dibuatkan kantong khusus dari kain (Omamori Bukuro) dan dikenakan
oleh mereka yang menginginkan perlindungan. Sedangkan, Ofuda biasanya
digunakan untuk melindungi rumah dan diletakkan di pintu gerbang
atau pintu masuk rumah atau ditempatkan di tempat suci keluarga
(kamidana). Jimat digunakan oleh orang-orang dalam kaitan dengan
kekuatan gaib yang mampu melindungi dari marabahaya, dan juga untuk
mendapatkan kesejahteraan, kesehatan, kekayaan dan kebahagiaan.
Omamori dalam Nichiren Shu Buddhisme, mempunyai pengertian yang
jauh lebih dalam, bahwa;
1. Omamori tidak hanya semata-mata sebagai media perlindungan saja
tetapi juga sebagai upaya untuk peningkatan hati kepercayaan;
2. Omamori hanya sebuah jalan upaya, sebagai pintu gerbang menuju
hati kepercayaan yang sebenarnya;
3. Omamori mempunyai kekuatan karena hati kepercayaan orang yang
bersangkutan, bahwa mereka yang melaksanakan Saddharma Pundarika
Sutra pasti akan mendapatkan perlindungan dari para dewa-dewi.
4. Omamori dalam Nichiren Shu yang bertuliskan Gohonzon, melambangkan
kesempurnaan jiwa manusia yang sebenarnya, artinya dengan mengenakan
Omamori, kita hendaknya berusaha mewujudkan kesempurnaan jiwa tersebut.
5. Omamori juga untuk mengingatkan kita pada ajaran Sang Buddha,
agar kita selalu menjaga sikap dan tingkah laku, sehingga selalu
sesuai dengan ajaran Buddhisme.
Semua kebudayaan dan religius mempunyai Omamori yang menjadi bagian
kehidupan sehari-hari, hal ini tidak hanya terbatas pada kebudayaan
timur tetapi juga kebudayaan barat. Di Jepang sendiri, Omamori begitu
populer dan sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Setiap orang
berkunjung ke sebuah Kuil Buddha atau Shinto pasti akan menginginkan
dan membawa pulang sebuah Omamori baik bagi diri sendiri maupun
keluarga. |