|
Nyawaku Diambang Batas
Oleh: Sidin Ekaputra
Ehm..! perjalanan hidup seorang manusia memang penuh lika liku seperti aliran sungai. Sungai panjang dan bercabang-cabang, kadang-kadang airnya deras dan ada kalanya tenang, maka hidup kita juga demikian halnya. Kehidupan ini sangat sulit diterka, tiba-tiba kita bisa hidup berkecukupan dan bisa juga menjadi kekurangan belum lagi jika penyakit datang mendera. Ketika kita menginjak usia senja, kita kembali menyesal dan mengeluh..”kok hidup ini demikian singkat”. Kita terus berkeluh kesah mengenai banyak hal yang belum sempat kita lakukan. Hidup itu menyenangkan sekaligus bisa juga menjadi sangat menyedihkan. Kita bisa melihat berapa banyak orang-orang yang terkurung dalam penderitaannya sendiri tanpa ada daya dan kekuatan untuk melawan penderitaannya sendiri. Hal ini dapat kita lihat di rumah sakit maupun di rumah duka terlihat banyak awan-awan penderitaan yang terus menurunkan hujan-hujannya. Inilah Hidup, Menyenangkan ? Jelas Iya…!
Hidup ini menjadi menyenangkan atau menderita tergantung pada diri kita sendiri. Pilihannya hanya ada dua yakni; Menderita atau Bahagia ?. Manusia menderita karena tidak tahu cara menghadapi penderitaan, Manusia tidak bisa bahagia karena tidak tahu bagaimana menciptakan kebahagiaan. Nichiren Daishonin mengajarkan itu semua ? Kita sudah belajar banyak ajaran Nichiren Dishonin dan mengaku diri kita sebagai muridnya, Apakah kita sekarang masih tidak tahu bagaimana menghadapi derita dan membuat kebahagiaan ?. Aku punya sebuah story yang mungkin bermanfaat buat kita semua, bagaimana aku merubah penderitaan menjadi kebahagiaan..! Tentu saja ini pengalaman diriku sendiri, kata orang “Pengalaman adalah Guru yang terbaik”.
Aku pernah terkapar tidak berdaya dalam kurungan penyakit diriku. Berawal dari kesibukan diri ku yang padat, aku aktif di susunan pada malam harinya dan sibuk bekerja pada siang hari, kesibukan ku membuat aku tidak memperhatikan sama sekali kondisi kesehatan diriku sehingga pada akhirnya sekitar tahun 2000 aku mulai menderita sakit. Awalnya hanya demam biasa, kemudian disertai batuk dan batuknya lama kelamaan diikuti oleh muntah dan riak yang banyak. Berat badan aku pun menyusut drastis dari 50 kg menjadi 42 kg. Mungkin teman-teman ku yang lain pasti tahu kondisiku pada waktu itu. Selama lebih kurang satu tahun lebih aku terus berjuang melawan penyakitku sudah 6 dokter ahli ku coba untuk berobat tetapi tak kunjung sembuh bahkan semakin parah sehingga kadang-kadang aku tidak bisa buang air kecil karena pengaruh obat dan tiap malam tidak bisa tidur karena batuk. Dari dokter aku beralih ke Sinshe dan kemudian ke Tabib Banten, toh tidak membawa hasil. Semua analisa dokter, sinshe dan tabib berlainan satu sama lain. Aku semakin putus asa kenapa penyakit ini demikian susah sembuhnya ? apa salah ku, selama ini aku sudah jalani keaktifan disusunan dan sebagainya. Sedikit demi sedikit aku mulai menyalahkan Gohonzon walaupun aku tahu itu sikap yang tidak baik. Satu tahun lebih aku terus berusaha, dari semangat yang besar lama kelamaan menyusut menjadi rasa kecewa, bingung, putus asa dan lain-lain. Keadaan jiwa saya semakin lemah. Tiap malam aku daimoku dan berdoa didepan Gohonzon sambil menahan batuk dan sambil menangis. toh tidak ada jawaban…! Saat itu boleh dikatakan aku sudah seperti mayat hidup. Badan ku kurus dan semangatku mulai hilang.
Waktu itu aku sempat tersentak dari penderitaanku ketika aku mendengarkan kata-kata Buddha bahwa “Tidak Ada doa Yang Tak Terkabulkan”. Setetes semangat kembali memberikan semangat hidup bagiku, aku yakin Gohonzon pasti memberi jawabannya yang terbaik. Hari demi hari ku jalani dengan ketegaran dan semangat yang mulai berkobar apalagi setelah salah seorang temanku ikut memberikan semangat dan perhatian kepada ku. Aku benar-benar berterima kasih pada Gohonzon bahwa pada saat aku dalam kesulitan selalu ada orang lain yang ikut memberikan dorongan kepada saya, mungkin ini kurnia dari Gohonzon yang terbesar dalam hidupku. Aku kembali teringat sebuah pepatah yang berbunyi : “Don't ever fell that you are alone, there is always somebody there for you to reach out to “ yang berarti Jangan pernah kita merasa bahwa diri kita sendiri tetapi pasti selalu ada seseorang yang akan membantu kamu, Apalagi kita telah percaya dengan Gohonzon, seseorang disini bisa berarti temanmu, kerabat atau Gohonzon itu sendiri.
Dalam Gosyo kepada Konichibo dikatakan “ Bahwa dosa sekecil apapun bila tidak bertobat akan terjatuh ke empat dunia buruk, tetapi dosa sebesar apapun juga jika bertobat akan terlepas dari penderitaan”. Ya…untuk keluar dari penderitaan yang kita alami hanya ada satu jalan keluar yakni; TOBAT. Atas dukungan dan saran dari teman dekat ku akhirnya, aku menyadari kesalahan ku dan aku mulai tobat didepan Gohonzon dan tentunya pengertian Tobat dalam agama Buddha berbeda dengan agama lainnya. Tobat ini tidak hanya di mulut saja tetapi dari seluruh jiwa kita, dan yang terpenting kita harus menyadari bahwa semua penderitaan itu berasal dari diri kita sendiri dan tidak boleh menyalahkan orang lain. “Nyawaku di Ambang Batas” itu lah yang tepat untuk ku mengambarkan keadaan ku pada saat itu, jika aku tidak bertobat dan kembali dalam semangat hati kepercayaan pada saat itu mungkin aku kini tidak bisa lagi menjalani kehidupan ku selanjutnya. Setelah aku menyadari semua itu beberapa saat kemudian aku mendapatkan jodoh dokter yang baik, akhirnya aku masuk rumah sakit dan menjalani rawat nginap selama 2 hari. Aku menjalani semua jenis perawatan mulai dari tes darah, di rontgen, kemudian sempat juga disedot air dari paru-paru. Aku tidak bisa membayangkan jika aku tidak bertobat mungkin sudah mengalami nasib yang lebih parah karena penyakit ku menurut dokter akan mengarahkan kepada kanker. Sekarang aku sudah sembuh dari sakitku walaupun kadang-kadang masih ke dokter untuk pengecekan.
Semua ini, ku ceritakan kepada pembaca hanya ingin mengatakan bahwa kekuatan Gohonzon itu sangat luar biasa. Nyawa yang aku maksud dalam artikel ini tidak hanya menyangkut nyawa dari badan tetapi semangat hidup juga merupakan hal terpenting. Seseorang yang sudah tidak mempunyai semangat hidup sama saja dengan orang yang tidak bernyawa. Aku sangat bersyukur bahwa ketika Semangat Hidupku di Ambang Batas, aku menyadari kesalahanku dan berkesempatan untuk berTobat. Untuk itu bagi siapapun yang masih dalam keadaan penderitaan, ayo..! bankitlah..yakin dan percayalah semua itu hanya proses dan pada akhirnya melalui kekuatan Gohonzon kita akan menuju pada sebuah kebahagiaan besar. Dalam salah satu Gosyo dikatakan bahwa : “Musim dingin pasti akan menjadi musim semi, Adanya penderitaan besar pasti akan mendatangkan kebahagiaan besar pula…”
Beberapa kiat dari aku untuk semua yang membutuhkan, bagaimana kita dapat segera keluar dari penderitaan kita dan menciptakan kebahagiaan pada masa mendatang antara lain:
-
Terimalah Penderitaan itu
Sadarilah bahwa penderitaan itu ada dan jangan berpaling dan berlaku seolah-olah semua itu tidak ada. Penderitaan adalah penderitaan, terimalah dan janganlah melarikan diri dari kenyataan. Perinsip menerima adalah sangat penting karena dengan kita bisa menerima berarti kita tidak menyalahkan keadaan. Kita tentu masih ingat dengan prinsip “Syoho Jisso” bahwa lingkungan adalah kita. Penderitaan atau kebahagiaan adalah Kita, jadi terimalah. Jangan pernah menyalahkan siapapun atas penderitaan yang kita alami. Sadari bahwa semua itu adalah hasil perbuatan kita sendiri dan sekarang kita terima akibatnya, sama seperti kita melihat diri kita dalam cermin.
-
Jangan Pernah Ragu Pada Gohonzon
Segala sesuatu akan mempunyai kekuatan yang luar biasa bila kita yakin dan percaya. Kita masih ingat cerita Pangeran Batu Harimau, dimana dengan keyakinannya yang kuat, ia memanah batu yang menyerupai harimau sehingga anak panahnya menembusi batu tersebut. Jangan pernah ragu akan kekuatan Gohonzon dan perkuat hati kepercayaan. Jangankan sebuah batu seluruh dunia akan bisa kamu leburkan dalam tanganmu.
-
Tobat
Ini yang terpenting, kuatkan hatimu dan duduklah di depan Gohonzon, sadarilah semua kesalahan mu. Buang ego dan kesombongan dirimu, akui semua kesalahanmu dan bertobat didepan Gohonzon dari dasar hatimu. Pegang teguh kata-kata mu dan jangan mengulangi lagi kesalahan mu pada masa lalu. “Dosa sebesar apapun akan dapat terhapus” (Gosyo kepada Konichibo), Demikianlah kekuatan Tobat. Apalagi hanya penyakit merupakan hal yang termudah karena begitu kamu tobat dan menyadari dirimu sendiri, maka jawabannya akan kamu peroleh.
-
Bersemangatlah
Semangat adalah nyawamu, karena menurut penelitian kedokteran bahwa orang sakit yang semangat hidupnya tinggi akan lebih mudah sembuh dibandingkan dengan orang yang selalu mengeluh dan berputus asa. Semangat adalah obat yang mujarab dan akan menambah daya kekuatan dari obat untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita. Hari esok masih jauh dan masih banyak hal yang terbaik yang bisa kamu lakukan dan kamu akan melihat bahwa disana, kamu berdiri dengan penuh kebanggaan bahwa kamu adalah seorang PEMENANG dalam hidupmu. Bangkit dan lawanlah penyakitmu. Aku bisa memberikan beberapa contoh mengenai kekuatan dari semangat tetapi akan sangat panjang untuk dibahas disini. Tetapi aku yakin dan percaya, kamu adalah orang kuat dan tegar serta bersemangat.
Hidup ini terlalu indah untuk kamu lewati dan sangat terlalu sayang untu kamu lupakan, maka jalani hidup ini dengan penuh semangat dan ketegaran hatimu. Nichiren Daishonin tidak pernah mengajarkan kita menjadi manusia yang lemah, tetapi Beliau selalu membimbing kita untuk kuat dalam menghadapi hidup ini dengan suasana hati yang penuh dengan kekuatan jiwa Buddha. Kekuatan Jiwa Buddha kamu akan semakin kuat bila kita mau dengan penuh semangat menjalankan hati kepercayaan dengan sungguh hati dan penuh ketulusan dengan menyebut Namu Myoho Renge Kyo. Jiwa Buddha yang kuat maka akan menghasilkan daya tangkal yang kuat pula dalam kita menghadapi apapun suasana yang ada. Jelas…! Semangat hidup kita pun akan meningkat. HIDUP MU ADA DI TANGAN MU, maka semua tergantung pada diri kita, apakah kita ingin hidup ini indah dan penuh kebahagiaan atau suram dengan sejuta penderitaan ? Semua terserah pada kita masing-masing.
Artikel ini aku buat untuk teman-teman kita, saudara kita yang saat ini masih berada dalam suasana penuh penderitaan apakah kita sekarang sedang sakit, kesulitan ekonomi, ketidakharmonisan keluarga dan bermacam permasalahan hidup kita lainnya. Aku memang bukan seorang dokter atau seorang ahli tetapi aku yakin dan percaya bahwa kekuatan Hati Kepercayaan kita pada Gohonzon adalah modal yang teragung bagi kita untuk mengatasi semua itu. Renungkanlah dan camkan dalam hatimu bahwa semua penderitaan ini hanya sementara dan kebahagiaan sebentar lagi akan muncul didepan matamu. Ayo bangkitlah dari tidurmu, buka hatimu dan sebutlah Namu Myoho Renge Kyo dengan penuh kesungguhan hati mu dan percayalah..! esok harinya setelah kamu bangun…KAMU TELAH SEMBUH…!! Gassho. |