KOTA KHAYALAN
Oleh:YM.Bhiksu Shokai Kanai

Sudah pernahkah kamu membeli kupon lotre berhadiah besar ? saya tahu setiap orang ingin memenangkan 53 juta dolar. Saya tidak membelinya, jadi saya tidak menang dan tidak kalah. Pernahkah kamu pergi ke Las Vegas dan bermain mesin jackpot? Aku pernah kesana ketika bulan madu. Tidak ada keberuntungan sejauh ini. Ketika kita membeli kupon lotre dan ketika kita pergi ke Las Vegas, kita pasti ingin mendapatkan kemenangan.

Tentu saja tidak ada cerita tentang kupon lotre didalam Saddharma Pundarika Sutra. Tetapi terdapat sebuah cerita tentang pemburuan harta karun. Cerita ini terdapat dalam Bab VII. Adapun ceritanya seperti ini: “Beribu-ribu orang pergi mencari harta karun. Setelah melalui perjalanan yang panjang, mereka sampai kesebuah hutan yang seram tanpa ada tempat berteduh atau perlindungan dari binatang buas dan cuaca yang tidak bersahabat. Mereka telah kehabisan air minum dan para pemburu harta karun menjadi sering bertengkar satu sama lain dan keadaan menjadi penuh perselisihan.

Seorang yang bijaksana dan berani telah dipilih untuk memimpin rombongan itu keluar dari hutan yang mengerikan itu. Bagaimanapun, para pemburu telah kelelahan dan berkata kepada pemandu mereka, “ ketua! Kamu terlalu lelah. Kami tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kami menyerah dan ingin pulang kerumah.” Pemandu yang bijaksana itu berpikir, sungguh sangat menyedihkan mereka ini! Jika para orang bodoh ini pulang kembali kerumah sekarang, mereka tidak akan mendapat harta karun itu.

Sehingga, orang bijaksana itu mengunakan ilmu gaibnya untuk menciptakan sebuah kota yang indah dengan ribuan bangunan dan dihiasi oleh kuil-kuil besar dan taman yang indah. Terdapat juga kolam dan saluran air dengan pepohonan dan bunga-bunga yang indah. Setelah, ia selesai menciptakan kota itu, ia berkata kepada mereka semua, “Jangan khawatir, kalian akan mendapatkan sebuah tempat yang indah untuk istirahat. Mari masuk kesana! Bersenang-senanglah!” ini waktunya memberikan mereka kesempatan untuk istirahat dan memulihkan mereka dari keletihan.

Setelah semua dari mereka istirahat dan telah pulih kembali dari keletihan, ia mengumpulkan mereka semua dan berkata, “kemarilah semua! Dengarkan apa yang akan aku sampai kepada kalian. Tempat ini adalah hasil dari kekuatan gaibku. Ketika aku melihat kalian kelelahan, dan ingin menyerah untuk mendapatkan harta karun, aku membuatkan kota ini dengan kekuatan gaibku; sekarang kelelahan kalian sudah hilang dan kekuatan telah pulih kembali, mari kita melanjutkan untuk mendapatkan harta karun itu!” sehingga, akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan. Akhirnya ribuan orang itu mendapatkan harta karun yang dicari.

Ketika Buddha Sakyamuni membabarkan tentang ajaran kebenaran yang universal, tidak seorangpun dapat mengerti tentang apa itu harta karun, hal ini karena mereka begitu bodoh, dan kelelahan disebabkan oleh penderitaan, penyakit, dan kehidupan sehari-hari. Sehingga, Beliau membabarkan tentang keberadaan dari Tanah Suci disebelah barat agar mudah untuk dimengerti.

Mereka semua yang berkumpul disini hari ini, tidak memerlukan pengajaran tentang Tanah Suci; bagaimanapun, sebagian dari anggota Nichiren Shu masih memerlukan pengajaran tentang kebajikan yang diberikan oleh para dewa-dewi seperti Kishimo-jin dan Daikoku-sama. Para dewa-dewi ini adalah langkah pertama untuk mengerti ajaran sesungguhnya dari Saddharma Pundarika Sutra sebagaimana yang dijelaskan dalam perumpamaan Kota Gaib itu tadi. Setelah menerima jasa kebajikan dari para dewa-dewi, mereka akan mulai melihat harta karun yang sesungguhnya, untuk memahami keberadaan dari Buddha Abadi.

Setiap bulan pada minggu pertama, kita mengadakan upacara khusus untuk pemberkatan kalian semua. Kamu menuliskan doamu dalam kertas, dan aku membacanya secara pribadi dan mendoakan untuk kalian. Sebagian dari kalian menerima jimat atau Omamori. Ini semua adalah langkah pertama untuk mengerti tentang keberadaan Buddha Abadi.

Olehkarena itu, cerita tentang kota gaib dalam Bab.VII Saddharma Pundarika Sutra untuk mengingatkan kita bahwa kadang-kadang kita perlu waktu untuk istirahat tetapi tidak pernah menyerah untuk mencari harta pusaka yang tak ternilai.

Namu Myoho Renge Kyo - Namu Myoho Renge Kyo - Namu Myoho Renge Kyo