|
KANDANG
GAJAH
Oleh: YM.Bhiksuni Myosho Obata
Hari ini, Saya akan menceritakan
kepada anda sebuah cerita yang sangat terkenal didalam Sutra.
Suatu masa yang lampau, terdapatlah
seorang raja di India, dan beliau mempunyai seekor gajah putih.
Gajah ini mempunyai kepribadian yang sangat liar, dan jika terjadi
peperangan, maka ia selalu ikut terlibat aktif didalamnya. Ketika
tidak terdapat peperangan, ia akan menginjak mati para pelaku kejahatan.
Pada masa itu di India, para
pelaku kejahatan dihukum mati dengan mengunakan gajah, dan gajah
putih liar ini bertindak sebagai algojo. Suatu hari, kandang gajah
itu terbakar api. Jadi mereka membangun kembali sebuah kandang baru
untuk gajah putih itu disebelah kanan dari sebuah kuil Buddha. Dalam
kuil Buddha itu, para bhiksu selalu membaca sutra setiap pagi dan
sore. Adapun salah satu bagian Sutra yang dibaca oleh para Bhiksu
adalah, “Jika kamu melakukan perbuatan baik, kamu akan terlahir
kembali di Surga. Jika kamu melakukan perbuatan jahat, maka kamu
akan jatuh kedalam neraka.” Gajah putih itu mendengarkan Sutra
itu setiap pagi dan sore dan kepribadiannya berubah menjadi penuh
kedamaian. Dan pada akhirnya, ia berhenti menginjak dan membunuh
para pelaku kejahatan ketika mereka dilemparkan kedalam kandang
gajah itu. Sang raja menjadi dilema. Tidak menjadi masalah bagi
Sang Raja, jika gajah itu berhenti untuk membunuh para kriminal
tetapi menjadi masalah jika peperangan terjadi. Jika negara tetangga
menyerang Sang Raja, maka gajah yang tenang itu tidak berguna sama
sekali. Sang Raja sungguh-sungguh mengalami masa yang sulit sebab
gajah itu sangat berguna dalam peperangan, ia sangat kuat bagaikan
bom atom dan lebih kuat dari sebuah senjata kecil. “Apa yang
dapat aku lakukan kepada Gajah yang tenang ini,” Sang Raja
sangat khuatir dan mengumpulkan para pengikutnya untuk membicarakan
hal ini. Salah seorang pengikutnya menyarankan,” bagaimana
kalau kita pindahkan kandang gajah itu ? adalah sebuah ide yang
tidak terlalu buruk untuk membangun kandang gajah itu didekat tempat
pejagalan?” Saran ini diterima, dan mereka membangun sebuah
kandang gajah yang baru untuk Gajah Putih itu didekat tempat pejagalan.
Didalam tempat pejagalan itu, banyak binatang yang dibunuh setiap
hari. Melihat pemandangan seperti itu setiap hari, maka gajah putih
itu kembali menjadi liar daripada sebelumnya, atau kepribadian seorang
manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.
Cerita ini mengajarkan kepada
kita bahwa manusia yang tumbuh didalam lingkungan yang buruk akan
cenderung mempunyai kepribadian yang buruk / liar atau berkelakuan
buruk sebab mereka secara alami dipengaruhi oleh lingkungan yang
buruk itu. Untuk mendapatkan lingkungan yang baik itu, apakah kita
harus pindah dari sebuah tempat yang buruk ke tempat yang baik ?
Jika lingkungan kita buruk, apakah kita harus pindah ke lingkungan
yang bagus? Bagaimana dengan mereka yang tinggal disana? Jika dunia
ini begitu kotor, apakah harus kita musnahkan dunia ini dan pergi
ke surga ? Bagaimana orang-orang yang tinggal di dunia yang kotor
ini ? Buddha Sakyamuni tidak menyukai ide ini. Pendiri kita, Nichiren
Daishonin juga tidak menyukai ide tersebut.
Buddha Sakyamuni berkata
bahwa dunia ini sendiri adalah Tanah Suci dari Buddha yang Abadi.
Kita harus membuat dunia ini menjadi Tanah Suci tanpa perlu meninggalkannya
atau memusnahkannya. Kita dapat membuat kenyataan hal itu di dunia
ini dan seluruh manusia di dunia ini mempunyai potensi yang disebut
Bibit KeBuddhaan, dengan kata lain, semua dapat mencapai Penerangan
Agung atau Kesadaran Buddha. Selesai.
Nb.Diterjemahkan oleh Sidin Ekaputra.
|