|
Janji
Agung Sang Buddha
Oleh Rev.Myosho Obata
“MA JI SA ZE NEN, I GA RYO SHU JO, TOKU NYU MU JO DO, SOKU
JO JU BUS SHIN” ( di dalam huruf mandarin). Ini adalah bagian
akhir dari Sutra Bunga teratai Bab 16, " Jangka Waktu Hidup
Sang Buddha". Maknanya adalah Aku selalu berpikir " Bagaimana
aku dapat membuat semua mahluk hidup untuk dapat masuk kedalam jalan
yang tertinggi/agung dan dengan cepat menjadi para Buddha?"
Buddha Sakyamuni telah lahir
2500 tahun yang lalu disuatu bukit di kaki Gunung Himalaya sebagai
pangeran dari suku Sakya. Setelah meninggalkan duniawi, pangeran
itu melatih / menjalankan pertapaan selama 6 tahun sebelum mencapai
Jalan Penerangan Agung, Buddha. Sejak itu, Ia telah mengajar banyak
orang tentang Dharma kebenaran. Untuk mengatakan tentang Kebenaran
itu, bagaimanapun Buddha yang mula-mula adalah hidup abadi, muncul
untuk sementara di dalam dunia ini untuk memimpin semua mahluk mengenai
jalan / arah kebenaran. Hal ini dinyatakan dalam Sutra Bunga Teratai,
"Sejak Aku mencapai KeBuddhaan, hal ini telah berlalu beribu-ribu
tahun masa yang tak terkira. Jangka waktu dari HidupKu adalah tak
terhingga; Aku telah ada untuk Kalpa yang tak terhingga tanpa kemokshaan".
Buddha Sakyamuni yang sejati
/ sesungguhnya adalah Buddha yang tidak pernah moksha. Ia terus
hidup sampai hari ini, selalu melihat dan membimbing kita. Ia disebut
Buddha yang sejati yang mencapai Penerangan sejak masa lampau yang
abadi.
Gambaran umum tentang dunia Saha ini, sebuah dunia yang tidak kekal
dan penuh kecurangan, dimana manusia terbakar oleh api neraka, dihanguskan
oleh api iblis hawa nafsu, dan mendapatkan penderitaan karena berbagai
ketakutan dan penyakit. Pada kenyataannya, bagaimanapun, ini adalah
dunia yang dijaga dengan penuh welas asih oleh Buddha Sakyamuni,
yang menyelamatkan kita semua dari penderitaan didunia yang penuh
kecurangan ini. Karena itu Buddha selalu hidup untuk selamanya,
Ia berkeinginan untuk menyelamatkan orang-orang dari penderitaan
yang abadi. Janji AgungNya adalah membuat semua orang untuk mencapai
KeBuddhaan yang agung dengan membimbing mereka semua memasuki Tanah
Buddha dalam mewujudkan dunia ini menjadi sebuah dunia yang penuh
kedamaian hati dan pikiran untuk setiap orang dan masyarakat.
NICHIREN Daishonin berkata dalam “Rissho Ankoku Ron, “kamu
harus segera membuang kepercayaan yang palsu dan mengambil ajaran
yang sesungguhnya dan benar, Kendaraan Tunggal. Sehingga dunia ini
tidak pernah akan rusak. Semua isi dunia di dalam alam semesta akan
menjadi dunia pusaka dan pusaka dunia ini tidak pernah akan binasa.
Ketika dunia kita ini tidak rusak dan tidak binasa, badan dan hati
kita akan selamat. Percayalah kata-kata ini dan memujanya.
Nichiren Daishonin mengajar
kepada kita yang melaksanakan Sutra Bunga Teratai adalah intisari
pelaksanaan Sutra Bunga Teratai dan menyebut “Namu Myoho Renge
Kyo.” Ia mengharapkan kepada kita semua agar kita dengan sunggu-sungguh
hati menaruh hati kepercayaan kepada Sutra Bunga Teratai dan menyebut
Odaimoku, kita akan dapat memasuki dunia kebijaksanan dan welas
asih dari para Buddha, karena itu maka gagasan dari Rissho Ankoku
akan menjadi kenyataan. Istilah Rissho Ankoku berarti kita mau merubah
negeri kita menjadi Tanah Suci melalui tindakan yang berbudi luhur
kita dan hidup dalam masyarakat berdasarkan kepercayaan kepada Sutra
Bunga Teratai, yang merupakan Dharma yang sesungguhnya. Ketika semua
orang-orang mencari / memasuki tempat perlindungan di dalam Dharma
benar ini, dan semua bidang pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas
budaya semua dimauski oleh jiwa Sutra Bunga Teratai ini, maka Tanah
Suci Buddha akan menjadi kenyataan. Ini berarti bahwa sebuah dunia
yang ideal adalah Tanah Suci, tidak ada dunia yang berikutnya atau
dunia lain tetapi di dalam dunia nyata ini (Saha). Dan aku berpikir,
bahwa bukankah ini waktunya kita perlu belajar ajaran dari Sutra
Bunga Teratai, menwujudkan hidup kita yang suci, dan melalui diri
kita mewujudkan dunia ini sebagai sebuah dunia yang lebih baik untuk
tinggal ? Ketika hal itu terlaksana, maka ini adalah waktu terwujudnya
Tanah Suci Buddha kedalam daerah ayng penuh . " Tanah milikKu
ini akan menjadi tenang dan terisi oleh mahluk-mahluk surgawi.”
Ini adalah bagian akhir dari Sutra Bunga Teratai Bab.16
|