
GASSHO [ ANJALI ]
Oleh: Rev. R.Matsuda,
San Jose Myokakuji Betsuin
Gassho adalah sebuah bentuk ungkapan yang
paling utama di dalam pelaksanaan seorang buddhis. Ketika kamu bertemu
seorang teman di dunia barat, kamu berjabatan tangan untuk menunjukkan
ketulusan atau menghormatinya.
Di Asia sikap ini adalah gassho, suatu ungkapan
dari rasa hormat yang terdalam, dimana salam ini berasal dari India
dan masih berlaku sampai sekarang. Orang India pada masa lalu percaya
bahwa tangan kanan mewakili kemurnian / kesucian dan tangan kiri
mewakili kekotoran.
Ketika kedua telapak tangan disatukan secara
bersama-sama, kamu akan menemukan bahwa sifat alami manusia itu
adalah -- suatu kombinasi kemurnian dan kekotoran.
Ketika kita melakukan pemujaan kepada buddha
dengan sikap gassho, diri kita yang tidak murni dan tidak sempurna
akan bersatu dengan Buddha yang sempurna dan murni.
Di dalam Nichiren Buddhism, dalam Sutra Bunga
Teratai terdapat pengulangan kata gassho itu sebanyak 57 kali. Disini
kita dapat melihat betapa pentingnya sikap gassho itu.
Seorang Buddhis menyambut orang lain dengan
melakukan gassho. Ini berarti bahwa kamu memberikan rasa hormat
yang mendalam kepada orang lain karena dalam dirinya terdapat Jiwa
Buddha yang sejati.
Bagaimana cara melakukan gassho:
1. Membersihkan semua pikiran tentang diri
sendiri kecuali bahwa Buddha didepanmu.
2. Buatlah bahu kamu sesantai mungkin untuk
menghilangkan semua ketegangan
3. Katupkan kedua teelapak bersama-sama dengan
ujung jari masing-masing saling menyentuh.
4. Ujung jari berada dibawah kerongkongan.
5. Ujung jari menunjuk arah 45 derajat dari
badan dan pergelangan tangan menyentuh atau dekat dengan dada.
6. Siku dalam posisi santai. Tekanan tangan
harus lembut dan ringan seperti terdapat sebuah telur disana tanpa
memecahkannya.
Ketika kamu telah melakukan ungkapan gassho
ini dengan sempurna, kamu telah bersatu secara sempurna dengan Sang
Buddha !
|