| Dimana
Surga dan Neraka
Oleh: YM.Bhiksuni Myosho Obata
Kita baru saja melaksanakan Upacara Urabon Segakie. Upacara ini
berarti memanggil arwah-arwah yang menderita dan berdoa agar mereka
diberikan kenyamanan. Jadi, kita semua bersama-sama berdoa untuk
dan memberikan kenyamanan kepada para arwah leluhur kita dan seluruh
arwah di alam semesta.
Selain itu, jika seseorang meninggal dunia, kemanakah
mereka pergi ? apakah mereka pergi ke Surga atau Neraka atau mereka
memasuki kekosongan ? Jika Surga dan Neraka itu ada, dimanakah letaknya
? Hari ini, Saya ingin membagi cerita dan jawaban mengenai dimana
itu Surga dan Neraka.
Jika sekiranya Surga dan Neraka itu ada, apakah
kamu tahu bagaimana keadaan mereka ? Mari Saya ceritakan sebuah
cerita agar kalian mengerti ceramah pada hari ini. Pada suatu ketika
terdapat dua orang laki-laki yang mati bersamaan. Sebuah keajaiban
terjadi, ternyata mereka hidup kembali. Salah seorang dari mereka
melihat bagaimana keadaan surga. Dan yang seorang lagi melihat keadaan
neraka. Ketika keluarga mereka mendengar cerita mereka, mereka semua
menjadi bingung karena surga dan neraka kelihatan sepertinya sama.
Jadi, sekarang Saya akan menjelaskan bagaimana kelihatan dari surga
dan neraka itu.
Menurut kedua laki-laki itu, baik surga maupun
neraka terdapat sebuah meja yang besar dan bagus. Keadaan sekeliling
meja pun kelihatan sama. Berbagai macam bunga bermekaran dan burung-burung
bernyanyi. Orang-orang yang telah meninggal duduk mengeliling meja
tersebut. Diatasnya tersedia berbagai macam makanan enak, termasuk
makanan Indonesia.
Kedua meja di surga dan neraka kelihatan sama,
sepintas tidak terdapat perbedaan diantara mereka. Namun, jika diteliti
terdapat satu perbedaan diantara mereka. Orang-orang di surga kelihatan
bahagia dan sehat, dan mereka selalu ketawa dan bersantai berbincang-bincang
satu sama lainnya. Sedangkan, orang-orang di neraka terlihat sangat
marah dan kurus, kelihatan sepertinya mereka tidak makan apapun.
Kenapa mereka kelihatan seperti itu ? tanya keluarga kedua laki-laki
tersebut. Mereka mengatakan bahwa orang-orang di surga dan neraka
mempunyai sepasang sumpit. Namun, sumpit ini tidak sama dengan yang
ada pada umumnya. Panjang sumpit itu mencapai 1 meter. Ia dapat
menjangkau orang yang duduk diseberang meja.
Ketika orang di neraka itu kelaparan dan ingin
memakan makanan yang ada didepannya, ia mencoba untuk mengambil
beberapa makanan. Ia dapat mengambilnya dengan sumpit, tetapi ketika
ia akan memakannya, makanan itu jatuh dari sumpit karena sumpit
itu terlalu panjang. Ia mencoba lagi, namun kembali gagal. Ia tidak
dapat makan makanan itu. Ini karena orang-orang yang dikirimkan
ke neraka, mereka sangat mudah marah. Mereka mulai memukul satu
sama lain dengan sumpit mereka dan akhirnya terjadi pertengkaran
besar. Jadi, mereka tidak dapat makan apapun dan meskipun mereka
mencoba untuk makan dengan sumpit panjang itu, selalu terjadi pertengkaran.
Inilah alasannya kenapa mereka kelihatan kurus dan marah.
Sedangkan di surga, ketika seseorang ingin mengambil
makanan didepannya dengan sumpit panjang, ia dapat memakannya, karena
mereka orang-orang yang dikirimkan ke surga, mereka sangat penuh
welas asih. Ketika seseorang ingin memakan sesuatu, orang yang lain
akan berkata, “Jangan khawatir aku akan melayanimu, apa yang
ingin kamu makan ? Ia pun berkata, aku ingin makan yang ini, orang
yang satu lagi kemudian mengambil makanan yang diinginkan dengan
sumpit panjang itu dan membawanya ke mulut orang yang menginginkannya.
Jadi, mereka dapat memakannya. Kemudian orang yang telah dilayani
bertanya, kali ini aku yang akan melayanimu. Apa yang kamu ingin
makan ? orang itu berkata, saya mau yang ini, kemudian orang yang
pertama mengambilnya dan membawanya ke mulut orang tersebut dengan
sumpit yang panjang itu. Setiap orang di surga melakukan hal itu.
Jadi, mereka dapat makan apapun yang mereka ingin makan. Inilah
alasan kenapa orang-orang di surga kelihatan sehat dan bahagia.
Lingkungan disekitar kita dapat dirubah dengan
mudah sesuai dengan pikiran kita. Jika pikiran kita serakah dan
pemarah, kita akan jatuh dalam neraka seketika meskipun kita masih
hidup. Jika hati kita dipenuhi oleh rasa welas asih kepada orang
lain; kita telah berada disurga. Cerita ini mengajarkan kita bahwa
kita harus mempunyai rasa welas asih, hati seperti Sang Buddha.
Selanjutnya, dimanakah surga dan neraka itu ? Saya
ingin membagi beberapa kutipan kalimat dari pendiri kita, Nichiren
Daishonin. Jawaban mengenai pertanyaan itu ditulis dalam kutipan
surat yang ditulis oleh pendiri kita dalam tulisan Beliau di Omosu
Dono Nyobo Gohenji, “Jika sekiranya kita bertanya dimana Surga
atau dimana Neraka, beberapa sutra menyatakan bahwa neraka itu adalah
jauh dibawah bumi, yang lain menyatakan Tanah Suci Buddha itu terletak
disebelah barat. Namun, kebenaran sesungguhnya keduanya baik neraka
maupun surga ada didalam tubuh kita yang setinggi lima kaki ini.”
Ini dapat dikatakan bahwa neraka itu ada didalam pikiran kita ketika
seseorang meremehkan ayahnya dan melalaikan ibunya. Sebagaimana
halnya bunga Teratai membawa biji dan bunga sekaligus, kita mempunyai
Buddha dalam pikiran kita. Ketika pendiri kita, Nichiren Daishonin
mempelajari semua Sutra Mahayana, Ia menemukan hal tersebut. Keduanya
baik neraka dan surga ada tidak dimana-mana, tetapi dalam badan
kita. Dalam Buddhisme, kita tidak hanya mempunyai neraka dan surga
dalam pikiran kita tetapi terdapat sepuluh dunia; dunia neraka,
dunia kelaparan, dunia binatang, dunia kemarahan, dunia manusia,
dunia surga, dunia sravaka, dunia pratyekabuddha, dunia bodhisttva
dan dunia Buddha. Ketika kamu marah tanpa alasan yang jelas, kamu
berada dalam dunia neraka. Ketika kamu serakah, kamu ada didunia
kelaparan. Ketika kamu bertingkah seperti seekor binatang, kamu
ada didunia binatang. Ketika kamu berkelahi satu sama lain, kamu
ada di dunia kemarahan. Ketika kita berada dalam ketenangan, kita
sedang ada di dunia manusia. Ketika kamu merasa gembira, kamu ada
di dunia surga. Ketika kamu mendengarkan ajaran Sang Buddha dan
merasa gembira, kamu ada di dunia sravaka. Ketika kamu mencapai
Penerangan dengan diri sendiri, kamu ada di dunia pratyekabuddha.
Ketika kamu terlibat dalam hal menolong dan membimbing orang lain,
kamu ada di dunia bodhisattva. Ketika kamu mencapai Penerangan Agung
dan membimbing orang lain ke jalan Buddha, kamu berada di dunia
Buddha. pikiran kita selalu bergerak diantara kesepuluh dunia itu.
Jika kamu dengan cermat mengamati pikiran kita dalam kehidupan sehari-hari,
kamu akan mengenal dengan baik kesepuluh dunia ini.
Hal yang penting ialah kita harus berusaha untuk
tinggal lebih lama di dunia yang baik. Kamu tahu mana dunia yang
baik dan buruk ? Saya akan menjelaskan hal itu. Kita harus dapat
tinggal didalam Dunia Bodhisattva atau Dunia Buddha sepanjang waktu,
ini adalah yang terbaik. Namun, kita adalah manusia, sewaktu-waktu
kita bisa marah, atau bertengkar satu sama lain. Ketika kita merasa
demikian, berpikirlah agar segera keluar dari dunia buruk itu sesegera
mungkin dengan menyebut Odaimoku “Namu Myoho Renge Kyo. Gassho.
|