DEWA DAIKOKU
Oleh: YM.Bhiksu Shokai Kanai
(Kepala Kuil Nichiren Shu Los Angeles)
28 Januari 1996


Pagi ini, kita melaksanakan upacara khusus yang disebut Festival Dewa Daikoku. Kita melaksanakan upacara buka mata dari rupang baru Dewa Daikoku dan kekuatan pemberkatan dari dewa tersebut. Daikoku-sama adalah sedikit sama seperti Santa Clause. Aku melakukan perbandingan ini agar kalian semua dapat lebih memahami tentang Dewa Daikoku.

Daikoku-sama akan memberikanmu keberuntungan, kekayaan, kemakmuran, panjang umur dan kebahagiaan. Santa Clause hanya datang sekali ketika hari Natal, sedangkan Daikoku-sama datang enam kali dalam setahun yakni setiap 60 hari. Hari ini adalah tahun pertama penempatan dari Daikoku. Ia membawa sebuah tas besar dibelakang punggungnya sama seperti Santa Clause. Tas Santa Clause penuh dengan mainan dan lainnya untuk diberikan kepada anak-anak, tetapi tas Daikoku penuh dengan uang dan makanan----khususnya beras.

Ketika tasNya telah kosong, Ia akan memukul palu gaib dengan tangan kananNya, kemudian dikatakan bahwa apapun yang diinginkan oleh orang-orang yang mempercayainya, mereka semua akan mendapatkannya. Daikoku-sama dipercayai oleh orang-orang terutama para pedagang, pemilik toko dan pemilik perusahaan lainnya atau para pebisnis.

Karena Daikoku-sama memberikan kemakmuran seperti beras, yang merupakan makanan utama dari semua orang, rupangnya selalu diletakkan secara terhormat di dapur. Beberapa dekade yang lalu, makanan dimasak dengan mengunakan kayu bakar atau batu bara yang menimbulkan asap hitam. Oleh karenanya Daikoku-sama menjadi hitam oleh asap dapur dibandingkan dengan merahnya mantel dari Santa Clause. Santa Clause ditampilkan dalam bentuk lelaki tua begitu juga Daikoku.

Lelaki tua Daikoku-sama berjanji akan memberikan panjang umur bagi orang yang memujanya. Santa Clause mempunyai rambut putih, berkumis, dan jenggot, sedangkan Daikoku tidak mempunyai kumis maupun jenggot. Dia tidak memakai topi seperti Santa Clause. Wajahnya tersenyum melambangkan kebahagiaan, ia pendek dan badannya gendut melambangkan kepuasan dan keselarasan. Kakinya berdiri diatas dua ikatan tas padi melambangkan kekuatannya mengendalikan tanaman padi dan tumbuhan lainnya.
Rupang dari Dewa Daikoku-sama diletakan dalam napan kayu beras. Ini sebabnya Daikoku-sama melambangkan dua hal yakni positif atau seorang laki-laki dan negatif atau seorang wanita. Ketika positif dan negatif bertemu, sesuatu yang baru akan diproduksi.

Ini melambangkan Keharmonisan, Kebahagiaan dan Keberhasilan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus berusaha untuk selaras dengan pasangan kita, anggota keluarga, tetangga, dan juga dengan alam. Pikiran dan badan kita juga harus harmonis; kemudian kita harus menjaga kesehatan dan kebahagiaan. Mohon percayalah akan keselarasan ini, dan menyebut O-daimoku. Kemudian, O-daimoku akan menghasilkan beras, uang, kesehatan, panjang umur untuk kamu. Inilah sebabnya kenapa O-daimoku itu sesuatu yang sangat penting.

Namu Myoho Renge Kyo - Namu Myoho Renge Kyo