APPRECIATE
Oleh: Sidin Ekaputra

Setahun sudah hampir berlalu, sebentar lagi kita akan menyambut Tahun Baru 2003 dan dalam perhitungan kalender china tahun 2003 adalah Tahun Shio Kambing. Beberapa minggu yang lalu saya sempat pergi ke toko buku Gramedia dan disana saya lihat setiap akhir tahun pasti terdapat banyak buku-buku yang membahas mengenai peruntungan pada tahun 2003. Dalam Buku tersebut dibahas segala sesuatunya mengenai keadaan di tahun 2003 dan bagaimana peruntungan kita menurut shio masing-masing. Saya juga tertarik untuk membacanya, namanya juga gratis..tidak beli.., saya buka halaman paling depan karena shio Tikus berada diurutan pertama, dan ternyata disana ditulis bahwa peruntungan untuk orang yang bershio tikus sangat baik pada tahun kambing, karena segala permasalahan yang terjadi ditahun 2002 telah berlalu. Setelah saya membaca hal tersebut jujur kita harus mengakui bahwa terdapat perasaan senang dihati karena berarti tahun depan lebih baik, tetapi apakah hidup itu hanya sebatas itu saja ? Apakah dengan kita membaca bahwa peruntungan kita akan lebih baik, maka hidup ini akan berjalan dengan sempurna ?. Sebagai seorang Buddhis tentunya bukanlah hal seperti ini yang menentukan bagaimana hidup kita nantinya, tetapi lebih daripada itu bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah tergantung pada diri kita sendiri.

Tidak terasa waktu terus berjalan, dan setahun akan kita lalui. Satu hal yang seharusnya kita lakukan adalah mengingat kembali segala hal yang telah kita lakukan dan kita lalui dalam setahun ini, hal ini perlu kita lakukan untuk mengkoreksi diri kita sendiri. Berapa nilai hidup yang telah saya buat setahun ini ? apakah saya telah menjalankan hidup ini sesuai dengan Dharma Buddha atau saya masih mengikuti nafsu naluri sendiri ? Hidup hanya sementara dan tidak kekal, ketika kita lahir dalam keadaan tidak punya apa-apa selain tangisan seorang bayi begitu juga ketika kita akan meninggal juga tidak punya apa-apa selain kesedihan seorang manusia bahwa ia sudah akan pergi meninggalkan orang yang disayangi . Inilah realita hidup dan setiap orang tidak dapat menghindarinya, manusia harus dilahirkan, berkembang, sakit dan pada akhirnya harus meninggal, hal ini sudah menjadi Hukum Alam tidak mungkin kita lawan dan hindari. Jadi berapakah nilai hidup ini yang telah kita jalani ? BERNILAI ATAU TIDAK HIDUP INI TERGANTUNG BAGAIMANA KITA MENCIPTAKAN NILAI TERSEBUT.

Saya ingin kita bersama-sama merenungkan dan memikirkan kembali perjalanan hidup kita dalam setahun ini. Hukum agama Buddha itu adalah Hon In Myo, jadi hal yang telah berlalu tidaklah penting tetapi bagaimana kita melangkah pada masa mendatang itu yang penting. Hidup didalam penyesalan dan keluhan mengenai apa yang telah terjadi tidaklah berguna sama sekali bahkan hal tersebut akan semakin membuat diri kita terjerumus didalam penderitaan yang lebih besar. Penyesalan memang selalu datang terlambat, karena itu jangan menunggu penyesalan itu datang terlebih dahulu, baru kita mau melakukan sesuatu dengan benar. Seorang Buddhis tidak menunggu datangnya akibat tetapi kita selalu harus senantiasa waspada terhadap sebab yang kita buat. “MANUSIA BIASA TAKUT AKAN AKIBAT TETAPI BUDDHA TAKUT AKAN SEBAB”. Kenapa kita mesti takut akan akibat buruk jika kita tidak pernah berbuat sebab buruk ? , kenapa kita mesti terlena oleh akibat baik jika kita memang sudah sewajarnya menerima hal itu karena sebab baik yang kita buat ? Kebanyakan orang selalu berlebihan dalam hal ini, Buddhisme adalah Kewajaran, dan Buddha selalu mengajarkan kita untuk menerima segala sesuatunya dengan wajar , “ Terimalah penderitaan sebagai penderitaan dan jalanilah kebahagian secara kewajaran. “ Bukankah sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, orang yang makan terlalu banyak daging mengakibatkan sakit jantung, orang yang terlalu banyak minum air juga tidak baik, karena itu ada yang mati lemas…ha.ha.ha.

Dalam artikel kali ini menjelang akhir tahun dan kita akan menyambut tahun baru 2003, saya ingin mengajak kita semua itu lebih menghargai hidup ini. Kita tahu bahwa untuk kita bisa menjadi seorang manusia bukanlah hal yang mudah, kita mesti melewati proses yang panjang ribuan kalpa untuk kita dapat terlahir sebagai manusia. Setalah kita lahir, apakah kita pernah menghargai hal ini ? Kita sering menyia-nyiakan hidup kita untuk sesuatu hal yang fana, kita membuang-buang waktu kita untuk mengejar materi yang berlimpah-limpah, tetapi kita tahu bahwa ketika kita meninggal apakah semua itu dapat kita bawa ? sama seperti ketika kita lahir dalam keadaan telanjang, begitu juga ketika kita meninggal, kita tidak membawa apa-apa bahkan sehelai baju pun akan hancur setelah badan ini hancur. Nilai yang akan menemani kita kemanapun adalah Karma itu sendiri, jika kita selama hidup ini lebih banyak berbuat hal-hal buruk maka, karma buruklah yang akan menemani kita pada kehidupan mendatang begitu sebaliknya. HAL YANG TERSULIT BAGI MANUSIA ADALAH MENERIMA KARMA BURUK (PENDERITAAN) , karena itu Buddha selalu berkata Bahwa Hidup ini penuh dengan penderitaan, tetapi itu bukan berarti bahwa tidak terdapat kebahagiaan. Hal mengenai kebahagiaan tidak perlu menjadi permasalahan bagi kita, tetapi hal penderitaan itu yang harus mampu kita lewati, karena itu Buddha ingin membawa kita keluar dari lingkaran penderitaan. Bicara soal bahagia adalah hal biasa, dan semua orang pasti tahu bagaimana menikmati kebahagiaan, tetapi penderitaan adalah hal yang selalu dihindari oleh setiap orang. “ Menghargai hidup berarti kita bisa menghargai apa yang kita hadapi, apa yang kita dapat dan apa yang telah kita lalui “

Bagaimana mungkin kita mampu mencapai kebahagiaan jika kita sendiri tidak pernah menghargai hidup kita ? Menghargai hidup juga berarti kita menghargai semua hal yang terjadi baik itu penderitaan maupun kebahagiaan . Kedua hal ini ada untuk memperkaya hidup kita dan membuat kita menjadi lebih baik.

Ada sebuah cerita bagaimana kita harus menghargai hidup itu : “ Ada sebuah benih pohon yang jatuh diatas sebuah batu karang dan batu karang itu terletak ditepi laut yang ombaknya sangat besar. Benih tersebut jatuh diantara celah batu karang, dan karena itu ia mulai tumbuh..mula-mula keluar akarnya dan daun kecil, setelah beberapa hari batang pohon kecil itu semakin tumbuh lebih tinggi dan keluar dari celah batu karang. Tetapi apa yang terjadi begitu daun pohon kecil itu keluar dari celah tersebut langsung disapu oleh ombak sehingga daunnya patah….tetapi pohon kecil itu tidak berhenti begitu saja dari bekas patahan tumbuh lagi daun baru dan batang yang lebih besar…dan keluar dari celah batu karang lagi, kemudian disapu oleh ombak sehingga patah lagi..hal ini berlangsung terus berpuluh-puluh tahun, tetapi pohon kecil itu tidak pernah mengeluh apalagi berteriak stress kenapa hidup ini begitu sulit, ia terus tumbuh, tumbuh, patah, tumbuh, patah, tumbuh…..semakin hari akar pohon tersebut makin kuat dan menerobos masuk kedalam batu karang dan batang pohonnya semakin kuat…30 tahun kemudian pohon kecil itu telah menjadi sebuah pohon yang kuat dan tidak patah lagi ketika ditimpa oleh ombak…setiap kali ombak datang menerpanya ia terima dengan gembira dan mengikuti irama ombak tersebut, jika ombak mengayunnya kesebelah kiri maka ia bergerak kesebelah kiri begitu sebaliknya…batang pohonnya menjadi lentur dan kuat bahkan angin topan tidak mampu mematahkannya..”

Inilah adalah sebuah cerita bagaimana sebuah pohon kecil berjuang untuk menghargai hidupnya walaupun ia berada ditempat yang sangat buruk. Pohon tersebut terdapat disebuah negara di Eropah dan menjadi simbol dari ketegaran untuk menghadapi kehidupan. Dari cerita pohon kecil itu dapat kita ambil hikmah bahwa hidup itu layak untuk kita nikmati dan hargai baik itu hal buruk maupun baik, jika kita mampu mengikuti irama dari kehidupan tersebut maka penderitaan yang kita alami tidak lagi menjadi sebuah penderitaan tetapi telah menjadi sebuah nilai kebahagiaan yang justru membuat kita menjadi lebih kuat dan kuat. Belajar dari pohon kecil tersebut hendaknya kita juga bisa menghargai hidup ini. Setiap orang mempunyai potensi yang sama yakni bahwa setiap mahluk dapat mencapai kesadaran Buddha, karena kesadaran itu sendiri ada didalam diri setiap mahluk, oleh karena itu apakah hidup ini bahagia atau tidak maka sudah sepatutnya kita hargai dan nikmati. Hal apa saja yang patut kita hargai dalam hidup ini ;

  1. MENGHARGAI BAHWA SAAI INI, KITA BISA LAHIR SEBAGAI MANUSIA
    Hargai hidupmu , karena berapa banyak mahluk yang ingin hidup tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk hidup, kita sering lupa bahwa kita dapat hidup kali ini adalah suatu hal yang langka dan perjuangan yang sangat luar biasa untuk bisa hidup. Kita tahu bahwa berjuta-juta sperma yang berjuang satu sama lain untuk hidup dan kita dapat lahir ke dunia ini. Berapa banyak bayi yang mati karena keegoisan orang tuanya yang tidak menghendaki kelahirannya (aborsi) ? pernahkah kita membayangkan bahwa mungkin kita bisa menjadi salah satu dari mereka, jadi kita sekarang bisa hidup dengan sempurna harus menghargai hidup ini. Kita bisa hidup adalah perjuangan yang luar biasa dari seluruh komponen alam semesta, sebagai contoh kita bisa lahir karena jodoh dari orangtua, udara, air, makanan dan lain-lain semua ini yang menunjang kita bisa dapat hadir di dunia ini, karena itu hargailah.
    • Jika saat ini kita bisa menikmati banyak hal yang indah, hargailah karena banyak mahluk lainnya tidak mampu untuk itu
    • Jika saat ini kita masih bisa makan, minum, hargailah karena banyak orang yang sudah tidak bisa melakukannya.
    • Jika kita bisa tertawa, menanggis, hargailah karena banyak orang tidak dapat melakukan itu.
    • Jika kita bisa berlari, menari, duduk, tidur, hargailah karena banyak orang yang ingin melakukannya tetapi tidak mampu.
    • Jika kita bisa melihat indahnya bunga, sejuknya angin pagi, indahnya pemandangan, hargailah karena banyak orang ingin melakukan seperti kita tetapi tidak bisa.
    • Jika kita sekarang bisa menghirup nafas dengan baik, hargailah karena tidak semua orang bisa melakukannya
    • Hargailah, hargailah , hargailah … semua hal yang ada disekitar kita, karena kita adalah orang yang beruntung.
  1. MENGHARGAI BAHWA SAAT INI, KITA MASIH BISA MENANGGIS DAN TERTAWA
    Pernahkah kita membayangkan bahwa HARI INI ADALAH HARI TERAKHIR DARI HIDUP INI . Hargailah, kalau hari ini kita masih bisa menanggis karena menderita, Tertawa karena bahagia, banyak orang tidak bisa lagi pagi hari ini menanggis dan tertawa. Kita harus menghargai bahwa kita masih bisa menanggis, karena ini berarti bahwa sekarang, besok, lusa kita akan lebih baik..lebih baik, dan lebih kuat dari sekarang. Kita harus menghargai bahwa hari kita masih bisa tertawa, karena ini berarti bahwa sekarang, besok, lusa kita pasti akan dapat tertawa lagi, tertawa lagi dan menjadi lebih bahagia dari sekarang. Kita tahu bahwa banyak orang yang sudah tidak bisa bangun lagi pagi ini karena sakit stroke, mati dan lain-lain, kita tahu bahwa banyak orang sudah tidak bisa menanggis dan tertawa lagi karena siang ini, ia menjadi korban dari ledakan bom.

    Hargailah bahwa saat ini kita masih bisa menderita, karena pasti besok kita masih bisa tertawa. “ Orang yang percaya Gohonzon sama seperti musim dingin, belum pernah terdengar orang yang percaya Saddharmapundarika tidak berubah menjadi musim semi…” karena itu hargailah saat kita berada di musim dingin, memang hal itu adalah sangat menderita tetapi sebentar lagi kita akan merasakan hangat sinar matahari yang indah. Mungkinkah orang dapat merasakan makanan enak jika ia tidak pernah merasakan tidak enaknya makanan, mungkinkah kita tahu hal yang indah ( cantik ) jika kita tidak pernah melihat sesuatu yang buruk, mungkinkah kita tahu rasanya kesuksesan jika kita tidak tahu rasanya kegagalan. Hidup ini adalah dua sisi yang harus dinikmati. Sebuah buku terdiri dari dua sisi, satu bagian depan dan belakang, kedua bagian ini tidak pernah melihat satu sama lain…sisi yang satunya merasa bahwa ia yang paling jelek atau paling baik..begitu juga sisi lainnya. Kebanyakan kita seperti kedua sisi buku tadi, kita hanya melihat jeleknya hidup kita, menderitanya hidup kita tetapi kita tidak tahu bahwa terdapat sisi lain dari jeleknya hidup kita, menderitanya hidup kita. Dalam kejelekan ada kebaikan, dalam penderitaan ada kebahagiaan..Buddha melihat hal ini. Untuk dapat melihat hal itu kita harus keluar dari kedua sisi tadi dan menjadi pemilik dari buku tersebut, maka sebagai pemilik buku kita dapat melihat kedua sisinya secara bersamaan..inilah yang dikatakan SADAR . Menjadi pemilik buku berarti menjadi Tuan dari diri sendiri, berarti kita harus keluar dari egoisme pribadi dan melihat bahwa segala sesuatu itu adalah baik. Buddha tidak pernah mengeluh menghadapi penderitaan yang dialami, melainkan penderitaan itu menjadi jodoh baik baginya untuk mencapai Kesadaran Buddha.
  1. MENGHARGAI LINGKUNGAN DISEKITAR KITA
    Hargailah lingkungan disekitar kita, orangtua kita, saudara kita, teman kita dan semuanya. Kita bisa hidup karena orang lain, kita bisa makan karena orang lain, kita hari bisa menikmati kehidupan kita dengan baik karena orang lain. Tidak mungkin seseorang itu bisa hidup sendiri di alam semesta ini, karena itu hargailah semuanya.

•  Hargailah, air yang kita minum, udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, dan sebagainya.
•  Hargailah, rumah yang kita punya, segala fasilitas yang kita punya
•  Hargailah, orang yang membuat kita menderita, orang yang membuat kita gembira karena mereka ada untuk membuat hidup ini menjadi lebih bermakna.
•  Hargailah, teman-teman yang kita punya baik yang baik maupun yang jahat, karena mereka kita ada
•  Hargailah, pekerjaan yang sedang kita jalani, bos yang bawel, jahat dan baik karena melalui mereka kita bisa mencukupi kebutuhan kita.
•  Hargailah, karyawan, pembantu dan semua orang yang bekerja untuk kita, karena adanya mereka kita menjadi lebih berhasil, lebih nyaman dan sebagainya
•  Hargailah, apapun yang kita peroleh saat ini, dan apa yang ada disekitar kita.

Ada sebuah puisi yang menarik untuk kita simak ;

The Legend of the Eagle
As told by Marilyn Whirlwind

"Birds of a Feather"
The eagle wasn't always the eagle.
The eagle, before he became the eagle, was Ukatangi, the talker.
Ukatangi talked and talked. It talked so much, it heard only itself.
Not the river, not the wind, not even the wolf.
The raven came and said, "The wolf is hungry. If you stop talking,
you will hear him. The wind, too.
And when you hear the wind, you will fly."
So he stopped talking.
And became it's nature, the eagle.
The eagle soared, and it's flight said all it needed to say.
Ukatangi talked and talked to keep the wolf away.
But it talked so much, it heard only itself.
Not the river, not the wind, not even the wolf.
But the raven came and said, "The wolf is hungry. If you stop
talking, you'll hear him. The wind, too.
And when you hear the wind, you'll fly."
The eagle--the eagle soared.
And it's flight said all it needed to say.

Hidup menjadi lebih baik jika kita dapat menghargai , karena itu pada akhir tahun ini kita harus merenungkan apakah selama ini kita telah menghargai hidup ini. Kita menjadi terlalu menderita karena kita hanya seperti Ukatangi, talked..talked..and talked , kita terus berbicara, mengeluh, mengerutu, mengkritik bahwa hidup ini susah…hidup menderita..hidup ini susah dan sebagainya tetapi kita tidak pernah mau mendengar orang lain. Karena itu If you stop
talking, you'll hear him
, jika kamu bisa berhenti melihat diri sendiri yang paling menderita, paling susah maka kamu bisa melihat hal lain yang ternyata lebih indah dan kamu tidak lebih menderita dari yang lainnya. Seperti puisi diatas, jika Ukatangi berhenti berbicara, berbicara…dan terus terlalu banyak berbicara.., maka ia bisa mendengar bahwa ada srigala yang sedang lapar, dan ia bisa terbang ke angkasa mengikuti irama angin. Ini berarti bahwa jika kita terus terkunkung dalam penderitaan sendiri, kita tidak bisa melihat dengan benar apa yang terjadi.

Pada akhir tahun ini, kita duduk didepan Gohonzon mengkoreksi diri sendiri dan merenung apakah yang telah saya jalani selama ini, apakah saya sudah berada di arah yang semestinya, apakah saya sudah menghargai hidup ini dan sebagainya, kemudian kita berdoa dan tanam icinen bahwa tahun depan saya harus seperti pohon kecil yang tegar dan Burung Elang yang sejati..terbang tinggi diatas langit…Gassho.