SADDHARMA PUNDARIKA SUTRA
DAN SANG BUDDHA
 

Sang Buddha hadir di dunia untuk menyucikan semua mahluk hidup dengan membuka tabir mutiara kebijaksanaan Buddha, sesuatu yang ada pada diri mereka sendiri tanpa disadarinya. Para Buddha hadir di dunia untuk menunjukkan kebijaksanaan Buddha pada mereka. Para Buddha hadir di dunia agar mereka mengerti apakah kebijaksanaan Buddha itu sebenarnya. Para Buddha hadir di dunia untuk membimbing mereka ke jalan kebijaksanaan Buddha.

Saddharma Pundarika Sutra terdiri dari dua puluh delapan bab, dan umat percaya bahwa "Menyebarkan Hukum" merupakan puncak intisari ajaran Buddha Sakyamuni. Hukum itu disebarluaskan dalam bentuk prosa dan puisi yang indah, dalam bentuk cerita perumpamaan, kiasan-kiasan, metafora, penjelasan yang sangat luar biasa tentang penglihatan supranatural, serta diskusi tentang metafisika. Keseluruhan yang lengkap ini memberi dimensi ruang dan waktu dalam proporsi alam semesta.

Sifat keanekaragaman dari ajaran Saddharma Pundarika Sutra berkaitan dengan keinginan Buddha Sakyamuni untuk melaksanakan "Kebijaksanaan" dan "Kesesuaian" untuk menampung semua sifat dan kapasitas yang berbeda-beda dari para pendengarnya. Pada akhirnya, jalan yang berbeda-beda ini akan berujung pada Jalan Sang Buddha.

Dua tema besar tampak dalam Saddharma Pundarika Sutra. Yang pertama, dikembangkan dalam empat belas bab pertama, adalah realitas kefanaan intrinsik yang ada dalam sifat semua manusia. Mencapai Pencerahan merupakan bangkitnya bibit Buddha dalam diri seorang individu.

Dalam tema besar lainnya, yang diuraikan dalam empat belas bab berikutnya adalah Keabadian Buddha. Bahwa Buddha Sakyamuni yang tercatat dalam sejarah, lahir dan mencapai pencerahan di India, hanyalah bentuk sementara dari Buddha dari masa purba, yang telah mencapai pencerahan di masa yang paling lampau dan hidup abadi tanpa kelahiran ataupun kematian. Pada masa apapun juga, Sang Buddha selalu ada bersama kita dan menunjukkan arah ke Jalan Buddha.