Tenso Daijin
03/11/2011 – 1:17 pm | No Comment

Tensho Daijin
Mahkluk ini adalah dewi matahari Shinto yang juga dikenal dengan Amaterasu Omikami. Kamus Istilah dan Konsep Buddhis menyertakan informasi berikut berkaitan dengannya:
“Dewi Matahari yang terdapat dalam mitologi Jepang, yang belakangan diadopsi menjadi seorang dewa …

Read the full story »
Slide 1 jFlow Plus

12 Priests Visited Jakarta

7 Oktober 2009. Read More!

Slide 2 jFlow Plus

Welcome Rev.Yoshida

14 Maret 2010. Read More!

Slide 3 jFlow Plus

Established Temple

20 Pebruari 2003. Read More!

Slide 4 jFlow Plus

Waisak Ceremony

28 Mei 2010. Read More!

Slide 5 jFlow Plus

IBFA Come To Jakarta

26-28 April 2010. Read More!

Slide 6 jFlow Plus

Rev.Oikawa

8 Mei 2010. Read More!

Buddhisme »

“Kami” Mahluk Gaib Shinto
29/08/2011 – 8:22 pm | No Comment

Kamus Shinto Populer menjabarkan kami sebagai berikut:

Kami bisa mengacu kepada keagungan, kekeramatan, spiritual, dan keajaiban dari sifat atau energi dari suatu tempat dan benda, mahkluk gaib dari mitologi lokal maupun kerajaan, roh-roh dari alam dan tempat, para pahlawan yang dipuja, leluhur, penguasa, dan negarawan.” (hal. 84)

Di Jepang, sebuah teori bernama honji-suijaku diciptakan untuk menjelaskan hubungan antara kami dari Shinto dan para buddha dan bodhisattva dari Buddhisme. Istilah tersebut memiliki arti “inti hakekat mendasar dan perwujudan penjelmaan” dan didasarkan pada ajaran Tendai bahwa Buddha dalam sejarah dari separuh bagian awal Saddharma Pundarika Sutra adalah perwujudan penjelmaan dari Buddha Abadi dari Separuh bagian akhir Saddharma Pundarika Sutra. Teori honji-suijaku mengatakan bahwa sesungguhnya kami dari Shinto adalah perwujudan sementara dari para Buddha dan Bodhisattva. Dalam Dasar-Dasar Buddhisme Jepang (Vol.II), hubungan antara Nichiren dan kami dirangkum sebagai:

“Nichiren dihadapkan pada permasalahan yang sama yang dihadapi oleh semua pemimpin Kamakura berkaitan dengan peran dari para dewa penduduk setempat. Seperti halnya pendiri dari gerakan-gerakan lainnya, ia dengan sendirinya mengidentifikasikan kami dengan negara Jepang itu sendiri dan secara teliti ia menyadari pentingnya peran dari para dewa dan kepercayaan penduduk bagi masyarakat, yang ingin ia pengaruhi. Untuk menjelaskan peran dari para dewa dalam ajaran-ajarannya, Nichiren menggunakan teori honji-suijaku (perwujudan hakekat sesungguhnya). Ia menganggap setiap dewa Shinto dimulai dari dewi Matahari adalah sebuah suijaku (perwujudan) dari Sakyamuni yang Abadi dari Saddharma Pundarika Sutra dan ia juga percaya bahwa para dewa memiliki suatu kewajiban untuk melindungi para penganut sutra ini, juga untuk menghukum para musuh mereka. Dihadapkan dengan apa yang ia anggap sebagai bencana-bencana aneh yang terjadi di seluruh negeri, Nichiren hanya bisa menyimpulkan bahwa para dewa telah mengabaikan negara dan kembali ke tempat mereka di surga.” (hal.167-168)

“Sikap Nichiren terhadap para dewa penduduk lokal cenderung agak bertentangan. Di pulau Sado, orang-orang yang melihat ia berteriak di atas sebuah puncak gunung kepada matahari dan bulan, percaya bahwa ia telah menjadi gila, tapi ini adalah cara Nichiren berhubungan dengan para dewa, mendesak mereka untuk memenuhi kewajiban mereka, dan menyerang para musuh dari Saddharma Pundarika Sutra dan mengakhiri berbagai bencana yang menimpa seluruh negeri. Ia juga memarahi mereka karena telah mengabaikan tugas-tugas mereka. Oleh sebab itu ia bimbang antara kemarahan ketika ia menganggap mereka lalai menjalankan tugasnya, dengan kepercayaan tertentu bahwa mereka berkumpul di atasnya dan melindungi ia terhadap iblis.” (hal. 168)

Nichiren juga mungkin telah merasa bahwa kami Shinto adalah termasuk para dewa lokal dan maka dari itu tidak sepenting para dewa Vedic yang lebih berkuasa yang telah diuniversalkan melalui Buddhisme. Dalam Tindakan-tindakan Penganut Saddharma Pundarika Sutra, sebuah tulisan dari Nichiren, kami Shinto diperbandingkan dengan para dewa Vedic, dan kedua-duanya baik kami maupun para dewa dikatakan adalah pelayan dan pelindung dari penganut Saddharma Pundarika Sutra:

“Meski saya sendiri mungkin tidaklah penting, saya menyebarkan Saddharma Pundarika Sutra dan oleh sebab itu saya adalah utusan dari Buddha Sakyamuni. Dewi Matahari dan Bodhisattva Agung Hachiman, yang tidak penting, diperlakukan dengan penuh rasa hormat di negeri ini, tapi mereka hanyalah dewa-dewi kecil dibanding dengan Brahma, Shakra, para dewa matahari dan bulan, dan keempat raja langit… Karena saya adalah utusan dari Buddha Sakyamuni, raja segala ajaran, Dewi Matahari dan Bodhisattva Agung Hachiman seharusnya membungkukkan kepala mereka di hadapan saya, menyatukan telapak tangan mereka, dan merebahkan diri mereka. Utusan dari Saddharma Pundarika Sutra dijaga oleh Brahma dan Shakra di kedua sisinya, dan para dewa matahari dan bulan menerangi jalan di depan dan dibelakangnya.” (hal.772-773)

Popularity: 25% [?]

The Four Heavenly Kings
11/08/2011 – 6:30 pm | No Comment
The Four Heavenly Kings

The four heavenly kings are the guardians of the world who reside on the slopes of Mt. Sumeru in the heaven named after them from whence they are each responsible for …

A Short History of India Buddhism Sect
05/08/2011 – 12:00 pm | No Comment
A Short History of India Buddhism Sect

There were two schools in India after Buddha’s entry into Nirvana, namely, 1. the Sthaviras (Jo-za-bu), and 2. the Mahasamghikas (Dai-shu-bu). In the former there were five succeeding teachers, whose names …

A Short History of Chinese Buddhism Sect
03/08/2011 – 2:52 pm | No Comment
A Short History of Chinese Buddhism Sect

In the tenth year of the Ei-hei period, in the reign of the Emperor Mei (Ming) of the Latter Kan (Han) dynasty, 67 A. D., i. e. one thousand and sixteen years after Buddha, the …

The Twelve Sects Into Three Periods in Japan Buddhism
03/08/2011 – 12:23 pm | No Comment
The Twelve Sects Into Three Periods in Japan Buddhism

The twelve sects treated of in this book include the principal Japanese Buddhist sects, though the number of different schools might be increased, if we were to count minutely the original and secondary divisions. We …

Ten Honorable Titles Of Buddha
30/07/2011 – 9:27 pm | No Comment
Ten Honorable Titles Of Buddha

Ten Honorable Titles of Buddha (Definition)
Ten Honorable Titles: Ten epithets for a Buddha, expressing his power, wisdom, virtue and compassion. There are several versions. The Juju Bibasha Ron lists them as follows:

“Thus Come One”(Sanskrit, tathagata; Japanese, …

Upacara Pernikahan di Amerika
17/07/2011 – 4:57 am | No Comment
Upacara Pernikahan di Amerika

Oleh: Rev.Shokai Kanai
(Kepala Kuil Nichiren Buddhist Los Angeles)
Upacara Pernikahan adalah salah satu peristiwa terpenting dalam kehidupan kita. Bagaimanapun, jumlah pasangan yang siap menikah berkurang jumlahnya setiap tahun baik di Amerika maupun Jepang. 50 tahun yang …

Upacara Peringatan Bagi Para Leluhur
17/07/2011 – 4:51 am | No Comment
Upacara Peringatan Bagi Para Leluhur

Sebuah Hal Yang Penting Dalam Buddhisme
Kenapa kita harus melaksanakan Upacara Peringatan bagi Para leluhur ?
Oleh: Rev.Chishin Hirai,
Honolulu Hawaii
Tidak peduli agama apapun yang kamu jalankan, semua orang pasti setuju bahwa bagaimanapun keluarga itu adalah bagian yang …

Umur Tua dan Kematian
17/07/2011 – 4:47 am | No Comment
Umur Tua dan Kematian

Oleh: Rev.Shokai Kanai
Diskusi tentang aspek persiapan untuk sebuah kematian adalah sangat penting meskipun orang awam biasanya tidak suka membicarakan hal tentang kematian. Dalam Buddisme, hubungan antara badan dan jiwa adalah sama seperti hubungan antara sebuah …

Ular Muncul Untuk Kodok
17/07/2011 – 4:41 am | No Comment
Ular Muncul Untuk Kodok

Oleh : Sidin Ong
Ada sebuah cerita yang sangat unik tetapi mengandung makna yang luar biasa. Dibawah rerumpunan tumbuhan disisi sebuah danau, hiduplah sekelompok kodok. Disana hidup seekor induk kodok dengan tiga anaknya. Induk kodok berkata …

Tri Ratna (Buddha, Dharma dan Sangha)
17/07/2011 – 4:33 am | No Comment
Tri Ratna (Buddha, Dharma dan Sangha)

Oleh: Rev.Myosho Obata
Setelah kita menyebut Do jo ge, Aku akan menceritakan tentang Tiga (San Ki E Mon).
Kami berlindung kepada Buddha !
Bersama-sama dengan semua mahluk hidup, marilah kita mencapai Jalan Agung.
Kami berlindung kepada Dharma!
Bersama-sama dengan semua …

GET UPDATE VIA EMAIL
Dapatkan kiriman artikel terbaru
langsung ke email anda!